Hari Ke-1: Menulis Jaba

foto (8)Kemarin, Rapat Akbar FSPMI se-Provinsi Banten diselenggarakan di Jaba Garmindo. Presiden FSPMI Said Iqbal hadir dalam rapat sore itu. Melalui orasinya yang selalu berapi-api, dia memberikan penjelasan tentang isu perjuangan FSPMI tahun 2015-2016: JAMPETUM + K3. Sebuah pertemuan yang dimaksudkan untuk mengkonsolidasikan seluruh kekuatan organisasi, jelang aksi nasional 1 September 2015.

Saya tak akan menulis tentang apa makna JAMPETUM + K3. Kali ini, saya lebih tertarik untuk menulis tentang Jaba. Sebuah kata yang akhir-akhir ini sering kita sebut ketika hendak mencari tempat untuk melakukan konsolidasi.

Saya memaknai Jaba sebagai tempat yang didalamnya tersimpan beribu kenangan. Kenangan selama lebih kurang 30 tahun buruh-buruh disini mengabdikan dirinya. Dan meskipun waktu 30 tahun bukanlah durasi yang lama dibandingkan dengan sejarah peradapan umat manusia, tetapi dalam rentang waktu itu penuh dengan cerita. Tawa dan air mata.

Dan pada pada saat yang bersamaan, dari tempat ini memancarkan sejuta harapan. Harapan tentang terkabulnya semua do`a yang dipanjatkan dari tenda-tenda perjuangan. Harapan tentang terpenuhinya sebuah janji: “Bahwa kita akan memenangkan pertarungan ini.”

Berbicara tentang Jaba, saya kembali teringat dengan tulisan beberapa kawan yang melukiskan kisahnya selama bekerja disini. Tim Media, beberapa waktu lalu meminta agar kawan-kawan Jaba menceritakan pengalamannya selama berada di tenda perjuangan. Selain untuk mengisi waktu, ini dimaksudkan agar uneg-uneg mereka keluar.

Kawan saya, Kiki, sudah beberapa kali menyampaikan jika ia sudah mengumpulkan foto tentang perjuangan kawan-kawan Jaba. Kami sepakat pada satu hal, “Suka duka selama 6 bulan lebih berada di tenda perjuangan harus terdokumentasikan.” Namun karena kami memiliki kesibukan masing-masing, selalu bingung darimana hendak memulai proyek ini.

Maka pagi ini saya putuskan, terhitung hari ini saya akan mulai menuliskan kisah tentang Jaba. Targetnya, buku ini akan selesai dalam 60 hari kedepan. Saya tak tahu, apakah hingga 24 Oktober 2015 nanti akan ada cukup waktu untuk menyelesaikannya. Tetapi saya tahu, jika tak memulai, maka tak akan pernah sampai.

Meniru apa yang pernah dilakukan Dee ketika menulis Perahu Kertas, saya akan melaporkan hari demi hari perkembangan proyek penulisan ini.

Dan akhirnya, saya hanya bisa berharap pada diri sendiri, semoga konsistensi saya terjaga…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s