Tak Hilang Ditelan Zaman

???????????

Setelah menyelenggarakan launching buku ‘Perempuan di Garis Depan’ pada tanggal 6 Desember 2014 di Bekasi, kini satu lagi karya Kahar S. Cahyono siap diluncurkan. Rencananya, buku ini paling lambat akan dilaunching pada akhir Januari, tahun depan.

‘Tak Hilang Ditelan Zaman’ berkisah tentang anak-anak muda yang bekerja di MTU. Tentang keteguhan sikap, dedikasi, dan tanggungjawab mereka sebagai pekerja — sekaligus sebagai manusia. Sebuah kisah inspiratif yang pernah ada di dunia nyata, bukan sekedar kisah yang hanya ada di negeri dongeng.

Mendengarkan bagaimana mereka tumbuh, sejatinya kita tidak sedang mendengarkan kisah hebat. Ini kisah sederhana. Tidak ditulis dan diterbitkan kedalam sebuah buku pun, sebenarnya tidak apa-apa.

Jika kita takut dipecat, mereka juga takut di pecat. Jika kita masih mendapatkan upah yang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup, mereka juga masih harus berhutang untuk memenuhi kebutuhan. Jika kita lebih suka bersantai dengan keluarga di akhir pekan, mereka juga memiliki kerinduan untuk bermanja-manja dengan buah hati dan pendamping hidupnya.

Bedanya, mereka tidak menjadikan semua itu sebagai dalih untuk menitipkan nasib. Dan itulah yang membuat mereka menjadi luar biasa.

Saya ingin buku ini dibaca oleh banyak orang. Memberikan inspirasi kepada banyak kawan, dan pada akhirnya kisah kawan-kawan MTU tak akan hilang ditelan zaman. Sesederhana itu.

Sekilas Tentang Isi Buku

Boleh jadi kita menganggap hidup ini terlalu senyap dan membosankan.Tetapi, sekali waktu, cobalah untuk membuka kembali lembaran hari-hari yang telah kita lalui. Akan selalu ada sisi terang yang membuat kita bersenandung riang. Tentang kebahagiaan, kenangan, atau bahkan kemenangan yang sayangnya tak pernah kita rayakan. Bahkan dengan cara yang paling sederhana sekali pun.

Terkadang kita begitu mudah melewatkan hal-hal yang sepintas terlihat sederhana. Seperti membalas pesan, menanyakan kabar, menjabat erat tangan sahabat, memberikan senyum termanis yang kita miliki, membuat perayaan sederhana, memberikan kecupan mesra untuk istri atau suami, serta hal-hal lain yang terkesan biasa saja. Tetapi jika kita lakukan, sesungguhnya itu membuat kita nyaman menjadi manusia. Menghargai dan dihargai. Mencintai dan dicintai.

Seperti halnya kawan-kawan MTU yang harus menerima realita pabriknya tutup, seperti itulah kita pada akhirnya. Kebersamaan yang pernah terjalin begitu singkat, sedangkan hari-hari kedepan sedemikian panjang. Apakah hanya karena itu kita akan berhenti di tengah jalan? Tidak, kan.

Oleh karena itu mari kita rayakan kebersamaan ini….

Buku-buku Yang Sedang Saya Tulis 

Secara simultan, saat ini saya juga sedang menyelesaikan 3 buku. Buku pertama berjudul ‘Gagasan Besar Serikat Pekerja’, kumpulan artikel dan pidato politik Presiden FSPMI/KSPI Said Iqbal. Buku kedua adalah biografi tokoh buruh Bekasi Obon Tabroni. Terakhir jejak juang KAJS dan seputar lahirnya UU BPJS.

‘Gagasan Besar Serikat Pekerja’ sudah dalam tahap finalisasi. Saat ini sedang dimintakan kata pengantar (ulasan) dari tokoh nasional. Sementara libur natal dan tahun baru akan saya gunakan untuk menyelesaikan dua buku yang lain: Biografi Obon Tabroni dan Jejak Juang KAJS.

Jika boleh menyampaikan resolusi akhir tahun, salah satu keinginan terbesar saya adalah mendokumentasikan gerakan buruh Indonesia, termasuk profil dan pemikiran tokoh-tokohnya. 100 tahun yang akan datang, saya ingin generasi yang hidup pada massa itu tahu apa yang kawan-kawan kerjakan pada hari ini.

Mohon dukungan dan do`a kawan-kawan untuk mewujudkannya… (*)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s