Melintasi Batas Negara (14): Kunjungan ke NTUC

Suasana pertemuan dengan NTUC, di Singapura. | Foto: Herveen
Suasana pertemuan dengan NTUC, di Singapura. | Foto: Herveen

Suasana berbeda, saat kami mengunjungi kantor National Trade Union Centre (NTUC). Sebuah gedung yang megah. Setidaknya jika membandingkannya dengan kantor serikat pekerja yang ada di Indonesia.

Aisyah, memandu kami, sebelumnya menceritakan jika dirinya menjadi anggota NTUC. Ia mengaku memiliki banyak manfaat. Bisa mengikuti kursus-kursus yang diselenggarakan NTUC, untuk meningkatkan keahliannya. Bahkan bisa berbelanja di minimarket milik NTUC dengan mendapatkan potongan harga.

Saya penasaran. Ingin mengetahui NTUC dengan lebih dalam.

Organisasi ini didirikan pada tahun 1961, ketika Singapura Trades Union Congress (STUC) yang didukung Partai Aksi Rakyat (PAP) sukses memegang kendali pemerintahan. Tidaklah mengherankan jika akhirnya hubungan antara PAP dan NTUC sangat dekat. Bahkan sering terjadi, beberapa orang memegang jabatan di kedua organisasi pada saat yang sama. Sebut saja, pendiri NTUC ini, Devan Nair, adalah pendukung PAP dan kemudian menjabat sebagai Presiden Singapura. Ong Teng Cheong, Presiden Singapura pertama yang dipilih secara langsung oleh rakyat adalah Sekretaris Jenderal NTUC. Lim Boon Heng, sekjen sebelumnya, juga anggota parlemen, dan Ketua Partai Aksi Rakyat.

Apa yang dilakukan NTUC, di FSPMI dikenal sebagai go politics. Dimana organisasi mendorong kader-kader terbaiknya untuk duduk didalam keanggotaan DPR, Bupati, Menteri, bahkan satu ketika menjadi Presiden RI. Meskipun demikian, FSPMI tetap ingin menjaga jarak dengan partai politik. Tetap menjadi independent, tetapi tidak netral didalam Pemilu.

Seperti umumnya serikat pekerja, tujuan dibentuknya NTUC adalah untuk meningkatkan status sosial dan kesejahteraan pekerja. Mereka juga menginginkan agar Singapura tetap menjadi negara yang kompetitif dan bisa menekan angka pengangguran.

Saya tidak akan membahas terlebih dahulu apa yang kami dapatkan dari hasil kunjungan ke NTUC. Itu akan saya sampaikan secara terpisah, agar bisa lebih fokus. Kali ini, saya akan menampilkan gambar-gambar serunya kunjungan kami ke NTUC.

Serius mendengarkan. | Foto: Herveen
Serius mendengarkan. | Foto: Herveen
Ketua Umum SPEE FSPMI menyerahkan cidera mata. | Foto: Herveen
Ketua Umum SPEE FSPMI menyerahkan cidera mata. | Foto: Herveen
Sekretaris Jenderal SPEE FSPMI menyerahkan cindera mata. | Foto: Herveen
Sekretaris Jenderal SPEE FSPMI menyerahkan cindera mata. | Foto: Herveen
Kebersamaan yang indah. | Foto: Herveen
Kebersamaan yang indah. | Foto: Herveen
Mengibarkan bendera FSPMI di depan kantor NTUC. | Foto: Kascey
Mengibarkan bendera FSPMI di depan kantor NTUC. | Foto: Kascey
Megahnya kantor NTUC. | Foto: Kascey
Megahnya kantor NTUC. | Foto: Kascey

P1000489

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s