Berdua Satu Tujuan

Berdua, setelah memberikan hak suara | Foto: Kascey
Berdua, setelah memberikan hak suara | Foto: Kascey

Tadi pagi, saya dan istri datang ke TPS. Kami memberikan suara untuk pasangan Prabowo – Hatta.

Tentu saja, saya senang bisa melakukannya. Apalagi saya sudah memastikan akan memilih pasangan ini, sejak pertamakali mereka mendeklarasikan diri. Sebabnya adalah FSPMI-KSPI, organisasi dimana saya menjadi anggota sudah jauh-jauh hari memberikan dukungan kepada Prabowo Subianto. Sebuah dukungan yang didasarkan bukan pada elektabilitas, ketegasan dan kegagahan fisiknya. KSPI memberikan dukungan kepada Prabowo Subianto, karena ia telah berkomitment untuk menjalankan Sepuluh Tuntutan Buruh dan Rakyat (Sepultura).

Saya masih mengingatnya. Saat itu, secara terbuka KSPI memberikan dukungan kepada Prabowo Subianto pada tanggal 1 Mei 2014, dalam perayaan May Day 2014 di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Kurang lebih 80 ribu buruh anggota KSPI hadir dalam peringatan hari buruh. Mereka begitu gegap gempita menyambut kehadirannya.

Sehari setelah itu, saya menulis catatan singkat dengan judul, ‘Mengambil Tanggung Jawab‘. Saya memutuskan untuk tunduk kepada keputusan organisasi: mendukung Prabowo Subianto. Bagi saya, itu adalah bentuk tanggungjawab terhadap organisasi ini. Mengingat keputusan itu sudah dibahas jauh-jauh hari. Bahkan sudah diputuskan didalam Rapat Pimpinan (Rapim) maupun Rapat Kerja Nasional (Rakernas).

Saya tahu, tidak semua anggota KSPI mendukung keputusan ini. Hal yang sangat wajar, tentu saja.  Perbedaan dalam pandangan politik memang seringkali menimbulkan polemik. Jangankan dalam sebuah organisasi yang beranggota ratusan ribu orang. Dalam sebuah keluarga pun, perbedaan politik seperti ini tak jarang bisa terjadi.

Dan ketika kemudian organisasi memberikan penjelasan, akhirnya mayoritas bisa memahami. Bahkan ikut memberikan dukungan. Beberapa orang yang tadinya menolak, kini merapat dalam barisan. Mereka mendapatkan harapan. Berkeyakinan bahwa perubahan harus dilandaskan pada sebuah cita-cita perjuangan yang telah disepakati bersama. Bukan mementingkan ego pribadi. Bagi saya, itu seperti tanda cinta. Sebuah kerelaan untuk mengutamakan kepentingan organisasi diatas kepentingan golongan atau pribadi.

Hanya, memang, harus diakui ada juga yang tidak bersedia tunduk kepada keputusan organisasi karena lebih memilih Jokowi – JK. Saya tidak mengatakan mereka penghianat. Tidak juga menghujat. Apa sebab? Karena saya jauh lebih banyak menemukan kawan-kawan yang memiliki kerelaan untuk melakukan kerja-kerja politik ini dengan penuh keikhlasan. Inilah yang membuat saya merasa bangga bisa ikut berpartisipasi didalam setiap kegiatan yang diselenggarakan organisasi. Bertemu dengan kawan-kawan baru. Yang tidak berpura-pura atas apa yang menjadi suara hatinya.

Beberapa jam setelah pemilihan, masing-masing kubu mengklaim sebagai pemenang. Hasil quick count pun masih terbelah. Ada yang memenangkan Prabowo – Hatta. Ada pula yang memenangkan Jokowi – JK. Karena itu, saya masih akan menunggu hasil real count yang akan diumumkan oleh KPU, tanggal 22 Juli nanti.

Tentu saja, saya masih akan berpartisipasi untuk ikut memastikan tidak ada kecurangan dalam proses perhitungan suara. Baik di Desa, Kecamatan, Kabupaten dan Provinsi.

Setelah ada pengumuman resmi, barulah saya akan melepaskan dukungan. Bahkan ketika Prabowo – Hatta yang menang. Saya akan kembali ke basis, bersama-sama dengan ‘akar rumput’ untuk memperkuat organisasi ini.

Sejak awal, kami memandang pemilu hanyalah sebuah alat. Kemenangan Prabowo – Hatta tidak juga menjadi tujuan. Tujuan saya adalah Sepultura. Yang akan tetap kami perjuangkan. Bahkan ketika pemilu telah usai? (*)

Sesaat sebelum berangkat ke TPS | Foto: Kascey
Sesaat sebelum berangkat ke TPS | Foto: Kascey
Melihat daftar pemilih tetap | Foto: Kascey
Melihat daftar pemilih tetap | Foto: Kascey
Memasukkan surat suara ke kota suara | Foto: Kascey
Memasukkan surat suara ke kota suara | Foto: Kascey
Di depan rumah | Foto: Kascey
Di depan rumah | Foto: Kascey
Berdua satu tujuan | Foto: Kascet
Berdua satu tujuan | Foto: Kascey

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s