Kabar Dari Kebumen

Saat menghadiri kampanye yang diselenggarakan Koalisi Merah Putih di Majenang, Cilacap, saya menemukan kegairahan yang lain. Di tempat ini, saya bisa berinteraksi dengan komunitas diluar buruh. Bisa mendengarkan secara langsung apa saja yang menjadi isu perjuangan mereka, para petani.

Baru kemudian saya menyadari, selalu ada isu bersama yang menjadi benang merah diantara berbagai sektor itu. Seperti saya sampaikan dalam tulisan terdahulu, Catatan Dari Tiga Tempat: Bumiayu – Purwokerto – Majenang, dalam orasi politiknya, salah satu pengurus partai di Kecamatan Majenang itu menyampaikan tentang komitment Prabowo-Hatta untuk menghapus outsourcing dan meningkatkan upah buruh.

“Ini kabar baik buat masa depan anak-anak kita,” demikian juru kampanye mengatakan.

Saya bergetar mendengarnya. Di daerah yang jauh dari kawasan industri, ada orang  yang menyampaikan upah dan outsourcing. Barangkali isu ini tidak berkait langsung dengan kepentingan peserta kampanye yang mayoritas petani itu. Tetapi, sebagaimana yang ia katakan, kebijakan itu akan sangat berarti bagi masa depan anak-anaknya.

Penghapusan outsourcing akan menyebabkan kepastian kerja. Sedangkan upah layak akan meningkatkan daya beli (kepastian pendapatan). Dan ini bukan hanya kepentingan buruh, tetapi juga, menjadi kepentingan seluruh rakyat Indonesia. Kepastian kerja, kepastian pendapatan, dan kemudian ditambah dengan kehadiran negara untuk memberikan jaminan sosial, akan mendatangkan kesejahteraan.

Hari sudah beranjak petang ketika kami meninggalkan lokasi kampanye. Tujuan selanjutnya adalah Prembun, Kebumen.

Menghadiri kampanye di Majenang, Cilacap. | Foto: Kascey
Menghadiri kampanye di Majenang, Cilacap. | Foto: Kascey
Salah satu sudut desa, di Kebumen. | Foto: Kascey
Salah satu sudut desa, di Kebumen. | Foto: Kascey

Di Kebumen, kami bertamu ke rumah Kepala Desa yang telah menyatakan dukungannya kepada Prabowo – Hatta. Menurut informasi yang saya dapatkan, sebelumnya, ia adalah  simpatisan PDI Perjuangan. Selain dengan pak Lurah, kami bertemu dan berdiskusi dengan masyarakat sekitar yang sengaja menunggu kedatangan kami.

Kabar tentang Rustriningsih, mantan Bupati Kebumen dan Wakil Gubernur Jawa Tengah yang beralih memberikan dukungan kepada Prabowo – Hatta juga saya dapatkan ketika berada di Kebumen.

Dengan beberapa orang kawan, saya berdiskusi hingga pagi . Salah satunya aktivis PRD yang ikut dalam rombongan ini, yang karena sesuatu hal tidak ingin namanya dipublikasikan. Tentang keberadaan kawan dari PRD ini bisa dibaca kembali tulisan saya terdahulu, Melangkah Hingga Jawa Tengah.

Menarik untuk mencermati pandangan politik dirinya. Menurutnya, dukungannya kepada Prabowo – Hatta adalah untuk mencegah PDI Perjuangan berkuasa. Mengapa? Dalam catatannya, saat berkuasa, banyak sekali kebijakan Megawati kala itu yang tidak pro rakyat. Bahkan lebih buruk dibandingkan pemerintahan SBY. Diantaranya outsourching kaum buruh yang sampai saat ini menyisakan sakit hati bagi wong cilik, kasus Bantuan Likuidasi Bank Indonesia (BLBI), penjualan Indosat, penjualan kapal tanker VLCC milik Pertamina yang buntutnya pihak Pertamina harus menyewa dengan harga mahal, penjualan asset yang dikelola BPPN ke pihak asing, dan banyak kelemahan lain. Termasuk didalamnya adalah dilepasnya Sipadan dan Ligitan dari Indonesia.

Lantas apa hubungannya antara Jokowi dan Megawati? Jokowi tidak akan bisa lepas dari bayang-bayang Megawati.

Politik memang menghadirkan perspektif yang berbeda. Disini kita dituntut peka. Karena segala macam kepentingan sedang bertarung untuk mendapatkan pengaruh.

Kami datang ke Prembun menjelang tengah malam. Sehingga baru pada pagi harinya menyadari betapa tempat ini masih perawan. Sawah yang hijau. Air yang bening. Dan gunung di kejauhan yang semakin mempercantik wajah desa. Dan tentu saja, semua itu ditambah dengan keramahan khas masyarakat Jawa yang kami dapatkan selama berada disini.

Sebuah spanduk yang dipasang di desa itu menarik perhatian saya: “Guru Bersatu Pilih No. 1. Gaji Guru Naik.”

Ya, salah satu dari isi Sepultura yang berkaitan dengan kesejahteraan guru. Sebuah pertanda jika isu perburuhan yang kita usung telah masuk jauh kedalam pelosok kampung.

Disebuah desa yang terletak di pelosok Jawa Tengah ini saya semakin yakin dengan sikap politik KSPI. Keputusannya untuk mendukung Prabowo-Hatta sangat tepat. Tidak hanya di kota-kota Capres nomor satu ini dipercaya, tetapi juga di pelosok desa.  (Kascey)

 

Catatan Lengkap:

1. Melangkah Hingga Jawa Tengah (Bersambung)

2. Catatan Dari Tiga Tempat (Bersambung)

3. Kabar Dari Kebumen (Bersambung)

4. Kembali ke Jakarta (Selesai)

Catatan ini pernah diterbitkan disini: http://fspmi.or.id/kabar-dari-kebumen.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s