Menebar Inspirasi Dengan Berjalan Kaki

Peserta long mach Bandung – Jakarta sedang melintas di depan Kantor Pos, Jakarta. | Foto: Dokumen Pribadi
Peserta long mach Bandung – Jakarta sedang melintas di depan Kantor Pos, Jakarta. | Foto: Dokumen Pribadi

Apa yang tersisa dari long march Bandung – Jakarta? Jika itu ditanyakan kepada saya, saya akan menjawab, inspirasi. Perjalanan ratusan kilometer itu mampu membuka mata hati banyak orang. Betapa buruh Indonesia memiliki semangat dan keteguhan yang luar biasa dalam berjuang.

Itu bisa dilihat secara jelas, misalnya, saat ribuan orang datang ke Tugu Proklamasi untuk menyambut kedatangan peserta. Ketika Indonesia Raya diperdengarkan, hampir semua yang hadir menitikkan air mata. Rintik hujan yang turun di senja itu membuat suasana semakin syahdu. Dada saya bergetar hebat menahan haru.

Mereka yang telah merelakan waktunya berhari-hari jalan kaki Bandung – Jakarta adalah buruh. Sama seperti kalian, yang sebagian waktunya berada didalam perusahaan. Tidak terlatih untuk melakukan perjalanan sejauh itu. Beberapa diantaranya, bahkan, baru pulang kerja malam (sift tiga) ketika mengikuti perjalanan. Meskipun dengan kulit kaki terkelupas dan langkah kaki yang tertatih-tatih,  tetapi toh mereka berhasil menyelesaikan tugasnya.

Dan satu lagi yang penting untuk ditulis disini. Mereka melakukannya dengan militan. Bukan bayaran.

Disaat orang semakin menjadi individualis dan materialistis, para pejuang Sepultura ini justru melakukannya dengan cara yang berbeda. Tidak berlebihan jika akhirnya kabar tentang long march Bandung – Jakarta yang dilakukan oleh anggota KSPI ini segera menyebar ke berbagai daerah.

Semangat dan kesungguhan untuk memperjuangkan apa yang diyakininya sebagai sebuah kebenaran dengan cepat menular.

Tidak semua orang mampu menyelesaikan rute ini. Selain karena tergantung pada kekuatan fisik individu, kekompakan dalam tim sangat menentukan. Bagaimana harus membantu kawan yang kelelahan. Mempersiapkan logistik di sepanjang perjalanan. Memastikan semua personil bisa selamat sampai tujuan. Mengingat peserta aksi jalan kaki jumlahnya hampir seratus orang.

Bagaimana rasanya berjalan kaki sejauh itu?

Tidakkah kalian lelah?

Jangan ditanya. Itu pasti. Rasa lelah muncul disaat kita sedang berada didalam perjalanan. Tetapi begitu sampai ditempat yang dituju, semua akan terbayar. Bahkan dengan kegembiraan yang lebih besar.

Begitu juga dalam berjuang. Jalan terjal pasti menghadang. Tetapi jika kita berhenti ditengah jalan, manisnya kemenangan hanya akan menjadi mimpi. Maka satu-satunya pilihan yang harus kita lakukan adalah tetap melangkah. Tetaplah setia dengan harapan dan cita-cita itu.

Saat melintas di jalanan Jakarta. Dibawah spanduk dukungan untuk Prabowo - Hatta | Foto: Dokumen Pribadi
Saat melintas di jalanan Jakarta. Dibawah spanduk dukungan untuk Prabowo – Hatta | Foto: Dokumen Pribadi

Awalnya adalah Sepultura (Sepuluh Tuntutan Buruh dan Rakyat). Kemudian Capres Prabowo Subianto memberikan komitment, jika ia terpilih sebagai Presiden RI Tahun 2014 – 2019 akan menjalankan isi 10 tuntutan itu.

Ini selaras dengan strategi perjuangan KSPI yang dikenal dengan: KLAP. Konsep, Loby, Aksi, dan Politik. Tidak ada Capres lain yang memiliki keberanian dan ketegasan seperti Prabowo untuk menjalankan Sepultura. Maka pilihan organisasi pun dijatuhkan. KSPI memberikan dukungan penuh kepada Prabowo Subianto sebagai Presiden RI.

Dalam perkembangan selanjutnya, terbentuk koalisi partai politik untuk mengusung Prabowo – Hatta sebagai pasangan Capres – Cawapres.

Satu hal yang harus diingat, dukungan KSPI diberikan jauh hari sebelum partai-partai berkoalisi. Itu artinya, dukungan ini diberikan bukan atas dasar banyaknya dukungan yang diberikan kepada Prabowo Subianto. Dukungan diberikan atas dasar komitment Prabowo Subianto terhadap isu perjuangan yang diusung KSPI. Maka tidak ada pilihan lain bagi kita, selain bekerja keras memenangkan pasangan Prabowo – Hatta, sebagaimana kerja keras yang kita lakukan untuk memperjuangkan isu-isu perburuhan.

Long march Bandung – Jakarta yang dimulai dari Monumen Perjuangan dan berakhir di Tugu Proklamasi adalah salah satu cara untuk memberikan dukungan itu. Di sepanjang jalan yang dilalui, mereka mensosialisasikan Sepultura. Juga mengajak masyarakat untuk memenangkan Prabowo – Hatta. (Kascey)

 

Catatan ini pernah diterbitkan disini: http://fspmi.or.id/menebar-inspirasi-dengan-berjalan-kaki.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s