Meski Sibuk Dukung Capres, Buruh Tetap Kompak Tolak RPP Upah

Aksi menolak RPP Pengupahan di depan Kantor Menakertrans yang dilakukan FSPMI-KSPI pada hari Kamis, 19 Juni 2014 | Fotografer: Ocha Herma-One
Aksi menolak RPP Pengupahan di depan Kantor Menakertrans yang dilakukan FSPMI-KSPI pada hari Kamis, 19 Juni 2014 | Fotografer: Ocha Herma-One

Pesta demokrasi di tahun 2014 ini benar-benar terasa. Di media massa, di dunia maya, bahkan di alam nyata. Dukung mendukung terhadap kedua pasangan Capres-Cawapres semakin seru. Semua berlomba ingin menjadi nomor satu. Menjadi pemenang dalam Pemilu.

Kaum buruh, yang seringkali dianggap apatis dalam urusan politik, kini justru memainkan peran yang sangat penting. Mulai dari perayaan May Day yang ditandai dengan penandatanganan Sepultura (Sepuluh Tuntutan Buruh dan Rakyat) oleh Capres Prabowo Subianto dan Presiden KSPI Said Iqbal, pengambilan nomor urut di KPU yang dihadiri ribuan buruh, long march Bandung – Jakarta, hingga kampanye akbar yang melibatkan ratusan ribu buruh di berbagai daerah. Semua itu menegaskan bahwa gerakan buruh semakin politis.

Ini tentu membawa keuntungan tersendiri bagi gerakan.  Isu buruh menjadi bagian penting yang terus-menerus disuarakan. Sesuatu yang tidak pernah terjadi, dalam pemilu-pemilu sebelumnya. Baca lebih lanjut

Iklan

“Jawa Timur Harus Makmur”

Anggota FSPMI-KSPI membawa gambar Prabowo-Hatta saat mengikuti Rapat Akbar di Surabaya | Fotografer: Iwan Budi Santoso
Anggota FSPMI-KSPI membawa gambar Prabowo-Hatta saat mengikuti Rapat Akbar di Surabaya | Fotografer: Iwan Budi Santoso

Setiap kali berkunjung ke Surabaya, saya selalu memiliki cerita yang istimewa. Bukan karena saya merasa sedang pulang kampung. Ini tentang buruh-buruh di Jawa Timur, yang selalu bergairah ketika berbicara tentang perjuangan. Yang selalu dikenal dengan sikapnya yang militan.

Inilah yang saya alami, ketika pada hari Sabtu (21/6) yang lalu saya memiliki kesempatan untuk datang kembali ke kota ini. Tepatnya ketika FSPMI-KSPI menyelenggarakan rapat akbar di JX International Convention-Exhibition, Surabaya. Sebuah kegiatan yang dihadiri ribuan orang untuk mensosialisasikan Sepultura dan memenangkan  Capres-Cawapres Prabowo-Hatta.

Kepastian untuk ikut hadir di Surabaya saya terima pada Jum`at (20/6) sore, ketika sedang menghadiri rapat Tim Media di DPP FSPMI. Saat itu, 2 (dua) orang wakil Tim Media diminta untuk ikut hadir ke Surabaya. Akhirnya disepakati, yang berangkat ke Surabaya adalah saya dan Iwan Budi Santoso. Pesawat berangkat jam 5 pagi dari bandara Soekarno – Hatta.

Untuk efektivitas waktu, saya menginap di DPP KSPI. Karena untuk kembali ke rumah, di Serang – Banten, sementara kegiatan di Jakarta selesai hingga malam, sangat tidak memungkinkan. Waktu akan habis di jalan.

Pagi-pagi sekali, pukul 02.43 Wib, Iwan menjemput saya. Kami bersama-sama ke bandara. Disana bertemu dengan rombongan dari DPP FSPMI. Presiden FSPMI Said Iqbal, Sekretaris Jenderal Suparno B dan Wakil Sekretaris Jenderal Syawal Harahap. Tidak hanya dari FSPMI, beberapa orang dari KSPI juga ikut dalam rombongan ini. Totalnya berjumlah 11 Orang. Nurdin Muhidin, aktivis FSPMI yang dalam pemilihan legislatif terpilih sebagai anggota DPRD Kabupaten Bekasi juga ikut hadir ke Surabaya. Namun ia berangkat lebih dulu, bersama Iswan Abdullah.

Tiba di bandara Juanda sekitar pukul 06.30 wib. Kami segera melanjutkan perjalanan ke tempat acara berlangsung.

Mengadikan kenangan di depan FX Internasional Convention-Exhibition, Surabaya, Jawa Timur | Fotografer: Iwan Budi Santoso
Mengadikan kenangan di depan FX Internasional Convention-Exhibition, Surabaya, Jawa Timur | Fotografer: Iwan Budi Santoso

Saya sangat paham, tidak mudah untuk bisa menyelenggarakan kegiatan seperti ini. Untuk bisa melibatkan ribuan orang agar mereka bersedia hadir di satu tempat, tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Apalagi, mereka harus mendanai sendiri kegiatan ini. Bahkan, sekedar untuk makan dan biaya transportasi pun seringkali harus merogoh kocek dari kantong sendiri. Diperlukan persiapan yang matang. Konsolidasi yang mumpuni.

Sebelum mengikuti Rapat Akbar, sebagian peserta melakukan long march dari Tugu Pahlawan menuju FX Internasional Convention-Exhibition. Di sepanjang jalan yang dilalui, mereka menyebarkan leaflet tentang Sepultura yang sudah ditandatangani oleh Prabowo Subianto selaku Calon Presiden RI dan Said Iqbal mewakili organisai pekerja/buruh, organisasi guru, pedagang kaki lima dan organisasi gerakan sosial lainnya.

Bagi saya, Sepultura bukan janji. Sepultura adalah cita-cita perjuangan. Sebuah komitment bersama untuk memastikan pemerintahan yang akan datang berorientasi terhadap kesejahteraan.

Tim Paduan Suara FSPMI-KSPI | Fotografer: Iwan Budi Santoso
Tim Paduan Suara FSPMI-KSPI | Fotografer: Iwan Budi Santoso

Menjelang pukul dua, barulah acara dimulai. Diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars KSPI.

Saat lagu kebangsaan dinyanyikan, semua yang hadir berdiri. Indonesia Raya berkumandang didalam ruangan. Ribuan orang menyanyikan secara bersamaan. Sungguh, satu momentum yang sulit untuk saya lupakan. Sebuah lagu yang mampu membakar jiwa nasionalisme. Sebuah lagu yang membuat saya yakin, bahwa semua ini kami lakukan untuk menjadikan Indonesia Hebat.

Sebuah rasa yang sulit untuk dipahami. Ada semangat dalam lagu itu. Ada sebuah kerinduan untuk melihat negeri ini sebagaimana yang sering saya baca dalam berbagai cerita. Sepenggal tanah surga. Zamrud di khatulistiwa. Neger yang gemah ripah loh jinawi.

Dalam sambutannya mewakili panitia, Mashuri mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja secara luar biasa sehingga acara ini bisa diselenggarakan.

Mashuri optimis. Di Jawa Timur, Prabowo – Hatta akan menang. Tanda-tanda kemenangan itu, menurut Mashuri, sudah terlihat. Salah satunya adalah terlihat dari antusiasme kaum buruh dalam mengikuti kegiatan ini. Ia mengajak kepada semua yang hadir untuk menularkan semangat ini kepada masyarakat luas.

Mobil Komando Sidoarjo, ikut mengawal pelaksanaan long march di Jawa Timur | Fotografe: Iwab Budi Santoso
Mobil Komando Sidoarjo, ikut mengawal pelaksanaan long march di Jawa Timur | Fotografe: Iwab Budi Santoso

Sambutan berikutnya adalah perwakilan dari SP BUMN Bersatu, Arief Puyono.

Menurut Arief, dukungan kepada Prabowo-Hatta adalah dukungan yang idiologis. Sebuah dukungan yang dilandaskan pada sebuah cita-cita. Sebuah dukungan yang diberikan, karena faktanya hanya Prabowo – Hatta, satu-satunya pasangan yang bersedia menjalankan sepuluh tuntutan buruh dan rakyat.

“Dukungan itu kita berikan atas dasar komitment dan ketegasannya untuk berpihak kepada kaum buruh. Dengan memenangkan Prabowo-Hatta, sejatinya kita sedang memperjuangkan nasib kita sendiri,” ujar Arief.

Setelah Arief memberikan sambutan, acara selanjutnya kembali diisi dengan paduan suara. Kali ini menyanyikan Mars FSPMI dan lagu Hidup Buruh. Mayoritas yang hadir sudah tidak asing dengan dua lagu ini. Gerak dan lagu menyatu. Hari itu, buruh Jawa Timur larut dalam sebuah kebersamaan. Tidak ada perbedaan. Mereka adalah satu: buruh. Dan siap memenangkan pasangan nomor satu.

Musisi Indonesia, Ahmad Dhani | Fotografer: Iwam Budi Santoso
Musisi Indonesia, Ahmad Dhani | Fotografer: Iwam Budi Santoso

Musisi Indonesia, Ahmad Dhani, juga memberikan sambutan. Ia menyampaikan pandangan, mengapa lebih memilih pasangan Prabowo – Hatta.

Ahmad Dhani percaya, buruh, juga memiliki pandangan yang sama dengan dirinya. Menginginkan pemimpin yang cerdas dan tegas. Pemimpin yang mampu memberikan inspirasi dan spirit kepada rakyatnya untuk maju.

Dan itu, menurut Dhani, hanya ada dalam diri Prabowo Subianto.

Presiden KSPI, Said Iqbal | Fotografer: Iwan Budi Santoso
Presiden KSPI, Said Iqbal | Fotografer: Iwan Budi Santoso

Berikutnya giliran Presiden FSPMI yang juga menjadi Presiden KSPI, Said Iqbal, memberikan sambutan.

Inilah orasi politik yang ditunggu-tunggu oleh segenap anggota KSPI. Said Iqbal memang terkenal dengan orasinya yang berapi-api. Sebuah orasi yang mampu membakar semangat dan menggetarkan jiwa. Orasi yang memberikan inspirasi kepada kaum buruh untuk selalu ikhlas didalam setiap langkah dan militan disetiap medan juang.

Iqbal menyampaikan latar belakang dari Sepultura. Ia mengatakan, Sepultura adalah cermin dari negara sejahtera. Sepuluh tuntutan buruh dan rakyat itu bukan kali ini saja diperjuangkan. Sejak lama, bahkan jauh haris sebelum Pilpres, kaum buruh sudah berjuang agar point-point didalam Sepultura itu bisa dijalankan.

Ketika kemudian buruh memanfaatkan Pipres untuk mengangkat isu-isu perjuangan, itu tidak bisa dibaca sebagai langkah yang pragmatis. Justru itu adalah pilihan yang tepat. Semua itu hanya bisa terwujud, jika negara berpihak kepada rakyat kecil. Dan itu membutuhkan komitment pemimpin. Membutuhkan ketegasan. Bahwa Presiden bukanlah boneka yang digerakkan orang lain. Presiden adalah harus seseorang yang memiliki pribadi penuh ketegasan dan kepercayaan untuk berpihak kepada rakyat yang banyak.

Ketegasan dan keberpihakan itu ada pada diri Presiden Rakyat, Prabowo Subianto.

Hanya Prabowo Subianto, yang secara  tegas berkomitment untuk menjalankan Sepultura. Pernyataan yang tidak saja tertulis. Tetapi disampaikan secara terbuka dihadapan puluhan ribu kaum buruh yang memenuhi stadion utama Gelora Bung Karno, pada saat peringatan May Day. Tanggal 1 Mei 2014 yang lalu.

Massa FSPMI-KSPI sangat  antusias mengikuti kegiatan ini | Fotografer: Iwan Budi Santoso
Massa FSPMI-KSPI sangat antusias mengikuti kegiatan ini | Fotografer: Iwan Budi Santoso

Tidak berlebihan jika kemudian KSPI mengambil sikap, mendukung Prabowo – Hatta. Sebuah dukungan yang tidak hanya berupa pernyataan. Tetapi juga sebuah instruksi untuk bergerak. Instruksi untuk bersama-sama dengan masyarakat agar ikut serta memastikan pada 9 Juli 2014 nomor satu adalah pilihan kita.

Terkait dengan instruksi ini, saya pernah mendengar komentar beberapa kawan yang menyatakan bahwa demokrasi itu bukan instruksi. Saya sepakat dengan itu. Demokrasi memang bukan instruksi. Akan tetapi, tanggungjawab organisasi adalah memberikan instruksi.

Menurut kamus, instruksi itu artinya adalah (1) perintah atau arahan, untuk melakukan suatu pekerjaan atau melaksanakan suatu tugas; dan (2) pelajaran; pertunjuk.

Jika organisasi tidak memberikan arahan atau petunjuk kepada anggotanya, maka bisa dipastikan anggota akan kebingungan. Ia tidak lagi memiliki pegangan. Bahkan bisa jadi akan mengatakan jika organisasi tidak jelas. Itulah sebabnya, bagi organisasi, instruksi adalah sebuah keniscayaan. Sedangkan keputusan-keputusan organisasi harus dibuat secara demokratis. Keputusan itu tidak boleh lahir atas dasar ambisi pribadi seseorang.

Keputusan KSPI untuk aktif dalam memberikan dukungan kepada Capres-Cawapres sudah diputuskan dalam Rakernas. Rapat resmi organisasi juga dengan tegas telah memutuskan untuk memberikan dukungan kepada pasangan Prabowo – Hatta. Bagi kita, sudah tidak ada keraguan lagi, bahwa seluruh element dan anggota organisasi KSPI harus bahu-membahu untuk memenangkan pasangan ini.

Presiden FSPMI-KSPI Said Iqbal satu panggung dengan Fadli Zon dan Ahmad Dhani | Fotografer: Iwan Budi Santoso
Presiden FSPMI-KSPI Said Iqbal satu panggung dengan Fadli Zon dan Ahmad Dhani | Fotografer: Iwan Budi Santoso

Sementara itu, Sekretaris Tim Pemenangan Pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, Fadli Zon, dalam sambutannya mengatakan jika buruh pabrik, buruh tani, dan pedagang kecil memerlukan kartu debit dan kartu tabungan.

“Buruh harus punya tabungan, buruh tani harus punya tabungan, pedagang kecil harus punya tabungan, bukan kartu-kartuan. Setuju?” katanya. Semua yang hadir bertepuk tangan. Ia mengingatkan, bahwa negara ini sudah memiliki BPJS Kesehatan. Oeh karena itu, yang dibutuhkan adalah menyempurnakan BPJS. Bukan dengan membuat kartu sehat yang lain.

Yang terpenting, ujar Fadli, adalah ketika ada orang yang kurang mampu sakit, rumah sakit harus wajib menerimanya dengan gratis.

Outsourcing akan dihapus. Sebuah keberanian, yang tidak dimiliki oleh calon Presiden yang lain.

“Itu adalah tugas negara, dan itu komitmen kita,” katanya yang langsung disambut sorak-sorai massa yang hadir.

Kemeriahan Rapat Akbar FSPMI – KSPI untuk memenangkan Prabowo – Hatta di Surabaya, Jawa Timur | Fotografer: Iwan Budi Santoso
Kemeriahan Rapat Akbar FSPMI – KSPI untuk memenangkan Prabowo – Hatta di Surabaya, Jawa Timur | Fotografer: Iwan Budi Santoso

Selain itu, Fadli juga berjanji, jika Prabowo-Hatta menang, dipastikan wajib belajar 12 tahun dan biaya masuk perguruan tinggi murah. Sehingga anak-anak kaum buruh dapat mendapatkan pendidikan di perguruan tinggi.

Saya bersyukur Fadli menyampaikan ini. Karena apa yang disampaikan oleh Fadli adalah bagian dari ini Sepultura. Satu hal yang membuat saya semakin yakin, bahwa perjuangan ini tidak akan sia-sia. Orang seperti Fadli Zon pun tidak gagap ketika berbicara tentang isu-isu buruh.

Dalam kesempatan ini, Fadli Zon juga mengatakan bahwa elektabilitas Prabowo-Hatta semakin hari semakin tinggi.  “Hampir semua survei sekarang ini mengatakan kita sudah menyalip pasangan lawan kita,” ujarnya.

Menurut Fadli, Prabowo saat ini telah mulai mendapatkan kemenangan di mana-mana. “Tapi kita jangan sampai lengah. Kita harus waspada,” ujarnya.  Fadli kemudian mengajak para buruh untuk selalu waspada terhadap kampanye-kampanye hitam yang menyerang Prabowo-Hatta. Selain itu, Fadli juga menekankan para buruh untuk ikut membantu memenangkan Prabowo-Hatta pada pemilihan presiden 9 Juli nanti.

Siap memenangkan Prabowo - Hatta | Fotografer: Iwan Budi Santoso
Siap memenangkan Prabowo – Hatta | Fotografer: Iwan Budi Santoso

Seusai acara, saya berdiskusi dengan beberapa orang. Mereka mengaku bangga bisa menghadiri acara seperti ini. Berumpul dengan ribuan buruh dari berbagai perusahaan dalam satu tempat. Itu membuat semangat mereka tumbuh berkali lipat. Membuat mereka semakin yakin, bahwa organisasinya adalah organisasi besar.

“Sing penting Jawa Timur makmur,” kata salah satu diantara mereka, ketika saya tanya apa harapannya ketika nanti Prabowo-Hatta menjadi Presiden.

Saya bangga bisa menjadi kalian. Selamat berjuang. Sampai ketemu dilain waktu. (Kascey)

 

Sumber: http://fspmi.or.id/jawa-timur-harus-makmur.html

Menebar Inspirasi Dengan Berjalan Kaki

Peserta long mach Bandung – Jakarta sedang melintas di depan Kantor Pos, Jakarta. | Foto: Dokumen Pribadi
Peserta long mach Bandung – Jakarta sedang melintas di depan Kantor Pos, Jakarta. | Foto: Dokumen Pribadi

Apa yang tersisa dari long march Bandung – Jakarta? Jika itu ditanyakan kepada saya, saya akan menjawab, inspirasi. Perjalanan ratusan kilometer itu mampu membuka mata hati banyak orang. Betapa buruh Indonesia memiliki semangat dan keteguhan yang luar biasa dalam berjuang.

Itu bisa dilihat secara jelas, misalnya, saat ribuan orang datang ke Tugu Proklamasi untuk menyambut kedatangan peserta. Ketika Indonesia Raya diperdengarkan, hampir semua yang hadir menitikkan air mata. Rintik hujan yang turun di senja itu membuat suasana semakin syahdu. Dada saya bergetar hebat menahan haru.

Mereka yang telah merelakan waktunya berhari-hari jalan kaki Bandung – Jakarta adalah buruh. Sama seperti kalian, yang sebagian waktunya berada didalam perusahaan. Tidak terlatih untuk melakukan perjalanan sejauh itu. Beberapa diantaranya, bahkan, baru pulang kerja malam (sift tiga) ketika mengikuti perjalanan. Meskipun dengan kulit kaki terkelupas dan langkah kaki yang tertatih-tatih,  tetapi toh mereka berhasil menyelesaikan tugasnya. Baca lebih lanjut

Mengenal Sepultura

Acara pelepasan long march Bandung-Jakarta untuk mensosialisasikan Sepultura. Bandung, 10 Juni 2014. Foto: Kahar
Acara pelepasan long march Bandung-Jakarta untuk mensosialisasikan Sepultura dan sekaligus memberikan dukungan kepada pasangan Capres-Cawapres Prabowo – Hatta. Foto ini diambil saat acara pelepasan peserta long march Bandung – Jakarta (10 Juni 2014) di Monumen Perjuangan, Bandung | Foto: Dokumen Pribadi

Awalnya adalah 10 tuntutan buruh dan rakyat. Yang kemudian disingkat, Sepultura.

Sebagi sebuah tuntutan yang berasal dari rakyat, itu artinya, Sepultura adalah cita-cita. Cita-cita perjuangan. Sepultara adalah harapan. Dalam banyak kesempatan, KSPI berusaha dengan sungguh-sungguh agar kesepuluh tuntutan buruh dan rakyat itu bisa diwujudkan.

May Day tahun 2014 ini menjadi tonggak penting bagi Sepultura. Sepeti may day pada tahun-tahu berikutnya, serikat buruh selalu membawa isu perjuangan.

Dan kali ini, isu yang diangkat oleh buruh adalah Sepultura.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, 2014 adalah tahun politik. Tahun dimana pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia periode Tahun 2014 – 2019 akan digelar. Tidak berlebihan jika kemudian KSPI mengeluarkan seruan: Siapapun Calon Presiden yang berani menjalankan Sepultura, pasti didukung oleh buruh.

Akhirnya fakta membuktikan. Hanya Capres Prabowo Subianto lah yang berani secara tegas menyatakan bersedia menjalankan Seputura. Menurutnya, Sepultura adalah hak rakyat. Ada didalam Undang-undang Dasar. Karena itu, ia menyatakan jika terpilih sebagai Presiden, tidak ada alasan Sepultura untuk tidak dijalankan.

Saat itu, Prabowo Subianto menyampaikan pernyataannya itu dihadapan 80-an ribu buruh yang memenuhi Gelora Bung Karno.

Inilah sebabnya, saya mengatakan bahwa Sepultura adalah cita-cita perjuangan. Sepultura bukanlah sekedar janji. Karena, memang, Sepultura tidak pernah dijanjikan. Lebih dari itu, Sepultura adalah harapan buruh dan rakyat Indonesia. Harapan kita semua. Siapapun presidennya, Sepultura haruslah terus diperjuangkan.

Prabowo Subianto, dalam kapasitasnya sebagai Calon Presiden Indonesia periode 2014 – 2019 pun telah menanda tangani kontrak politik dengan Said Iqbal, mewakili KSPI, Organisasi Serikat Pekerja, Organisasi Guru, Pedagang Kaki Lima, dan Organisasi Gerakan Lainnya.

Sepultura ditandatangani jauh hari sebelum koalisasi dengan partai-partai politik terbentuk.

Hal ini juga bermakna, KSPI tidak latah dalam hal memberikan dukungan kepada Capres. Dukungan itu lebih didasarkan kepada adanya kesamaan pandangan dalam cita-cita perjuangan.

Berikut adalah isi Sepultura itu:

Pertama, meningkatkan daya beli upah minimum pekerja/buruh dan masyarakat dengan cara mengubah jumlah jenis barang dan jasa yang menjadi Komponen Kebutuhan Hidup Layak (KHL), dari 60 jenis menjadi 84 jenis barang dan jasa serta meningkatkan produktivitas pekerja/buruh.

Kedua, menhapus kebijakan penangguhan upah minimum.

Ketiga, menjalankan jaminan pensiun wajib bagi buruh/pekerja per 1 Juli 2015 sesuai dengan UU SJSN dan BPJS.

Keempat, meningkatkan pelaksanaan jaminan kesehatan seluruh rakyat Indonesia, secara gratis kepada pekerja/buruh  dan rakyat kurang mampu.

Kelima, menghapuskan sistem outsourcing tenaga kerja, termasuk outsourcing tenaga kerja di BUMN dan mengangkatnya menjadi pekerja tetap.

Keenam, Mengesahkan RUU PRT (Pekerja Rumah Tangga) dan merevisi UU TKI No 39/2004 harus berorientasi kepada perlindungan TKI serta syahkan RUU perawat.

Ketujuh, mencabut UU Ormas ganti dengan RUU Perkumpulan.

Kedelapan, mengangkat guru honorer dan tenaga kerja honor menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) serta subsidi Rp 1 juta per bulan dari APBN untuk guru honorer dan tenaga kerja honorer.

Kesembilan, Melaksanakan wajib belajar 12 tahun.

Kesepuluh, mengalokasikan APBN untuk beasiswa anak pekerja/buruh hingga perguruan tinggi secara gratis bagi yang berbakat dan berprestasi, menyediakan transportasi publik murah dan perumahan murah.