Menulis Rumah Buruh

Peserta Pelatihan Menulis di Bekasi nampak serius mengerjakan tugas yang diberikan.
Peserta Pelatihan Menulis di Bekasi nampak serius mengerjakan tugas yang diberikan.

Dalam sebuah Pendidikan Menulis yang diselenggarakan Tim Media FSPMI Bekasi, saya meminta peserta untuk membuat tulisan tentang Rumah Buruh. Tulisan ini berisi tentang pengamatan dan pengalaman mereka tentang jembatan buntung yang menghubungkan Kawasan Industri EJIP dan MM 2100 yang disulap sebagai pusat konsolidasi bagi anggota FSPMI. Sebuah tempat yang menyimpan sejarah. Menjadi saksi atas berbagai macam peristiwa dalam beberapa tahun belakangan ini.

Kunjungan saya ke Rumah Buruh memang tak melebihi jumlah jari tangan yang saya miliki. Tetapi kesan itu sungguh mendalam. Ia senantiasa hidup dalam hati. Wajah-wajah yang penuh semangat. Persahabatan yang erat. Romansa yang selalu indah ketika dijadikan cerita.

Ide tentang tulisan ini berawal ketika saya berkunjung ke Kepsonic Indonesia untuk mencatat tentang proses buruh go politic. Dari Tangerang naik bus Putra KJU, saya turun di depan pintu Tol Cibitung. Disini saya dijemput seorang kawan dari Wira Logistic. Saya diajak ke Sekretariat PUK. Setelah makan siang, barulah kami bersama-sama menuju Kepsonic, melalui Rumah Buruh.

Pembangunan sedang dilakukan diujung jembatan. Tak lama lagi, Rumah Buruh akan digusur. Tempat yang tadinya selalu ramai oleh buruh yang sedang melakukan konsolidasi itu tak lama lagi tinggal cerita. Saya merasa memiliki tanggungjawab untuk membuat catatan lengkap tentang rumah buruh dalam gambar dan kata. Rumah Buruh adalah bagian penting yang membuat organisasi ini bisa tumbuh seperti sekarang ini. Ada proses disitu. Dengan segala liku yang berlalu.

Dan diluar dugaan, ketika ide saya lemparkan kepada peserta, mereka terlihat antusias. Satu persatu mulai mengirimkan tulisannya. Hingga saat ini, setidaknya sudah ada lima artikel tentang rumah buruh yang masuk. Ini bukan tentang baik dan buruk kualitas tulisan mereka. Ini tentang bagaimana kita akan memperpanjang napas sejarah.

Jika kawan-kawan memiliki foto, catatan pengalaman dan kesan mendalam tentang Rumah Buruh, saya akan senang hati menerimanya. Sila dikirim melalui e-mail saya dialamat berikut ini: kahar.mis@gmail.com

Masih ada sedikit dana yang tersisa dari pengerjaan buku ‘Cerita dari Bekasi’ untuk mengerjakan proyek ini. Termasuk melakukan riset kecil dengan mereka yang selama ini menjadi ‘penjaga’ Rumah Buruh.

Tetap semangat. Teruslah berkarya….

One thought on “Menulis Rumah Buruh

  1. Apa arti sebuah karya tanpa ada rintangan!!!!diSINILAH LETAK PERJUANGAN YANG SEBENARNYA……dimana seorang diuji lahir bathin untuk menghadapi tantangan itu walaupun kadang manis atau pahit>>>untuk mengatasi dan memberikan solusi yang terbaik diatas yang terbaik walau kadang bertentangan dengan hati kita namun cobalah mengerti semua itu AMBIL HIKMAH NYA.PUK PT.DELCOPRIMA

    Pada tanggal 02/04/14, Catatan Dhimas Kahar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s