Menggugah Kesadaran Politik

Sabtu, tepatnya tanggal 02 Juni 2012 saya menghadiri Diskusi Perjuangan yang diselenggarakan oleh kawan-kawan FSPMI Bekasi, Omah Tani Batang dan TURC. Diskusi itu sendiri dilaksanakan di Rumah Buruh, Bekasi. Diskusi yang berlangsung hingga larut malam ini sangat hidup. Penuh semangat. Setidaknya itulah yang saya lihat dari sorot mata para peserta yang hadir. Wajah-wajah penuh optimis, yang percaya akan selalu ada harapan untuk esok hari.

Apalagi ketika tokoh-tokoh gerakan, seperti Obon Tabroni (FSPMI), Surya Tjandra (TURC), dan Handoko Wibowo (Omah Tani) menyampaikan orasinya. Energi itu serasa memenuhi atmosfir di jembatan bunting, dan pada detik selanjutnya membakar jiwa-jiwa yang sadar untuk segera bangkit dan melakukan tindakan nyata. Memberikan konstribusi pada capaian-capaian berikutnya.

Peforma itu semakin sempurna, ketika perwakilan dari PC SPA FSPMI Bekasi memberikan pandangannya. Apalagi ketika mendengarkan mbah Marjukan menyampaikan orasi dengan kata-kata yang tetap lantang, meski usianya sudah menginjak 83 tahun.

Tidak hanya orasi, Diskusi Perjuangan juga diisi dengan pentas seni yang dipertunjukkan oleh Omah Tani. Jadilah hari itu sebagai sebuah pagelaran yang harmonis: lagu, gerak, sekaligus kata-kata yang penuh akan makna.

Sudah saatnya gerakan serikat buruh go politik! Dan malam ini, serasa menjadi tonggak atas semua komitment untuk kerja-kerja politik tersebut. Malam itu seperti menjadi sebuah pengukuhan, bahwa slogan ’dari pabrik ke publik’ yang selama ini diserukan oleh FSPMI tidak lain adalah melek politik.

Bisakah kita bayangkan, jika pada satu saat nanti kader-kader terbaik FSPMI duduk di DPRD hingga DPR RI. Ketika pada satu saat nanti ada Bupati/Walikota dan Gubernur yang lahir dari rahim gerakan serikat buruh? Jika ini bisa kita wujudkan, niscaya cita-cita perjuangan akan lebih mudah diwujudkan.

Tentu saja, menjadi anggota legislatif dan eksekutif bukanlah tujuan. Itu hanyalah sebagai sarana. Ketika ada kader yang diberikan mandat untuk mewakili organisasi di gedung dewan, misalnya, itu hanyalah sekedar memindahkan tugas. Jika selama ini mereka bekerja di dalam organisasi, maka selanjutnya mereka bekerja (masih untuk organisasi) di dalam gedung dewan.

Dengan tegas kita nyatakan, bahwa FSPMI hendak menempatkan kader-kader terbaiknya di legislatif dan eksekutif.

Ini bukan mempolitisasi anggota. Sebaliknya, ini adalah bentuk dari adanya kesadaran politik. Kita tidak akan lagi peduli ketika ada orang mengatakan FSPMI memanfaatkan anggotanya untuk kepentingan politik. Karena memang, selama ini pun kita telah melakukan perjuangan politik.

Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya. Sebab, ujung dari komitmen adalah gerak. Langkah nyata untuk mewujudkan semua itu agar tidak menjadi sekedar retorika belaka.

Catatan Ketenagakerjaan: Kahar S. Cahyono

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s