Membaca dengan Hati

Seharusnya ada pepatah bijak yang berbunyi: “Bila engkau ingin satu, maka jangan ambil dua. Karena satu menggenapkan, tapi dua melenyapkan.”

Sekalipun ganjil terdengar, tapi itu penting. Pepatah bukan sekedar kembang gula susastra. Dibutuhkan pengalaman pahit untuk memformulasikannya. Dibutuhkan orang yang setengah mati berakit-rakit ke hulu agar tahu nikmatnya berenang santai ke tepian. Dibutuhkan orang yang tersungkur jatuh dan harus lagi tertimpa tangga. Dibutuhkan sebelanga susu hanya untuk dirusak setitik nila. Dibutuhkan seorang Hera yang mencari Herman.

Ya, kalimat itu adalah kutipan dari buku berjudul ‘Filosofi Kopi’ yang ditulis oleh Dee (Dewi Lestari). Buku yang, beberapa minggu ini memberikan pengaruh besar dalam diri saya. Buku yang menggerakkan saya untuk kembali merekam berbagai peristiwa dan suasana hati melalui kata-kata. Sulit untuk dipungkiri, kalimat-kalimat Dee memang terasa indah dan mampu membangkitkan sejuta makna. Menggerakkan. Menggetarkan.

Ya, membaca adalah salah satu kegemaran saya. Dengan membaca saya menemukan kesenangan. Ada sensasi, ada banyak arti, dan tentu saja, ada beragam informasi (ilmu). Pada saat yang sama, membaca juga yang menggerakkan saya untuk terus menulis. Dan saya menikmati sekali semua proses ini.

Tidak Hanya Membaca Abjad

“Bacalah.” Barangkali ini adalah kata indah yang sering dikutip banyak orang dalam berbagai kesempatan. Dan apa yang dimaksud dengan membaca tidak hanya tertuju pada sebuah buku: membaca alam, membaca kehidupan, membaca hati, apa saja.

Saat gerimis turun menghadirkan sketsa warna pelangi, kita memang harus membaca untuk menemukan makna. Saat kemiskinan dan kepastian kerja sulit didapat, kita harus membaca untuk menemukan jawabnya. Saat getar di dada tak terkendali akibat tatapan sendu si pujaan hati, kita harus membaca untuk menyelami kedalaman hatinya.

Mereka yang enggan membaca kehidupan di sekelilingnya akan tumbuh menjadi jiwa yang angkuh. Pendek kata, dengan membaca akan menumbuhkan empati.

Sudahkah anda peduli?

Tersediakah waktu barang sejenak untuk menyusuri setiap lembaran buku?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s