Sebuah Pesan Pendek untuk Haya

Haya….,

Kelak akan kau sadari, jika hidup adalah gugusan hari-hari. Hari dimana tempat dirimu perpijak sekarang akan hilang, ketika esok datang menjelang. Seperti lembaran dalam sebuah buku, ia pun terbagi dalam setiap Bab. Dan dalam setiap Bab-nya itulah terangkai sebuah cerita yang berbeda. Begitulah sejarah kehidupan manusia, sejak lama.

Terkadang kita akan menemukan pesona yang sama. Meski dalam getar yang berbeda.

Saat-saat sulit dan sesak datang menghimpit, ingatlah bahwa esok masih akan ada pagi. Kehidupan akan terus berputar, dan hari-hari akan terus berganti. Akankah engkau akan berhenti? Cobalah menghargai realitas, bahwa ada yang jauh lebih sulit dari apa yang engkau hadapi. Tapi mereka masih saja tabah.

Pada akhirnya yang kita butuhkan adalah keberanian: Saat malam menjelang, saat hujan turun, saat badai menghantui.

Ketika nanti engkau dewasa, bacalah kembali kalimat abi-mu ini dengan perlahan. Masa kanak-kanak yang penuh sukacita itu akan menemukan realitasnya. Dan ketika itulah engkau akan menyadari, semua apa yang kita miliki hari ini adalah anugerah yang musti kita syukuri….

2 thoughts on “Sebuah Pesan Pendek untuk Haya

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s