Semangat Kita

Apa yang membuatmu gelisah? Hingga sulit bagimu untuk melihat betapa cuaca di luar sedang cerah? Percayalah, tidak semua hal yang kita inginkan pasti akan kita dapatkan. Dan mungkin lebih baik begitu. Sebab, seringkali terbukti, apa yang kita inginkan belum tentu yang terbaik untuk kita miliki.

Ingatlah baik-baik, hingga usiamu yang sekarang, seberapa banyak kegagalan menghampiri? Banyak, bukan? Kecuali jika selama ini engkau tidak pernah melakukan apa-apa, sehingga dirimu bisa mengatakan tidak pernah gagal. Jika ini yang terjadi, memang engkau tidak pernah gagal. Tetapi perlu juga dicatatat, berhasil pun tidak. Maka percayalah, sesungguhnya itu adalah kegagalan yang sempurna. Kegagalan yang sudah kita dapatkan, bahkan sebelum kita sempat melakukan apa-apa. Baca lebih lanjut

Iklan

Merayakan Kemenangan

Apa reaksi kita ketika mendapat kabar baik dari seorang kawan? Tentu beragam. Setiap orang memiliki caranya sendiri untuk memaknai kebaikan itu. Juga cara mereka untuk mengungkapnya. Satu hal yang pasti, dibutuhkan kerendahan hati untuk ikut juga merasa gembira dengan kesenangan yang sedang dirasakan oleh seorang kawan.

Itulah yang saya rasakan ketika kemarin mendengarkan putusan Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Serang, terkait dengan perkara Nomor: 07/PHI.G/2012/PN.Srg. Dimana majelis hakim mengabulkan hampir seluruh gugatan kami. Dan tentu saja, sebagai Kuasa Penggugat, saya merasa senang. Baca lebih lanjut

Ternyata Tidak Sesederhana yang Kita Duga

Baru-baru ini saya membaca buku The Other Side of Me (Sisi Lain Diriku), yang ditulis oleh Sidney Sheldon. Sebuah memoar yang menceritakan bagaimana kreatif seorang Sheldon dalam menulis: Drama, Skenario Film, Novel. Terus terang, buku ini memberikan gambaran lain kepada saya tentang bagaimana kehidupan seorang penulis.

Kesuksesan tidak pernah datang sebagai sebuah kebetulan. Ia harus direbut. Diperjuangkan. Begitu juga dengan apa yang terjadi pada diri Sidney Sheldon. Kehidupannya penuh dengan perjuangan dan keraguan, kegagalan dan kesuksesan. Keluarganya miskin, tetapi itu tidak membuatnya lantas berhenti untuk menggapai mimpi. Baca lebih lanjut

Membaca dengan Hati

Seharusnya ada pepatah bijak yang berbunyi: “Bila engkau ingin satu, maka jangan ambil dua. Karena satu menggenapkan, tapi dua melenyapkan.”

Sekalipun ganjil terdengar, tapi itu penting. Pepatah bukan sekedar kembang gula susastra. Dibutuhkan pengalaman pahit untuk memformulasikannya. Dibutuhkan orang yang setengah mati berakit-rakit ke hulu agar tahu nikmatnya berenang santai ke tepian. Dibutuhkan orang yang tersungkur jatuh dan harus lagi tertimpa tangga. Dibutuhkan sebelanga susu hanya untuk dirusak setitik nila. Dibutuhkan seorang Hera yang mencari Herman. Baca lebih lanjut

Perjalanan ke Kota Pahlawan

Pertengahan bulan April lalu, saya bersama-sama dengan Ketua Umum SPAI FSPMI menghadiri Rapat Akbar kawan-kawan SPAI di Surabaya. Kami berangkat dari Rumah Buruh – Bekasi, pada Kamis (19/04) malam. Dan meninggalkan Surabaya pada hari Senin (23/04).

Kami sempat singgah terlebih dahulu di Semarang, pada Jum`at (20/04) pagi. Tepatnya di Sekretariat PC SPAI FSPMI Semarang. Disana kami beristirahat sebentar, sarapan pagi, mandi, dan berbincang dengan beberapa kawan aktivis FSPMI Semarang. Tidak lama, memang, tetapi itu serasa meneguhkan kebersamaan. Seperti hendak menegaskan, bahwa kami adalah bagian yang sama. Kawan seperjuangan.

Dari Semarang, kami melanjutkan perjalanan ke Mojokerto. Sesampai di Mojokerto, Jum`at malam, kami disambut bung Pujianto. Tokoh FSPMI Jawa Timur. Setelah makan malam, kami menuju … untuk mempersiapan pelaksanaan Pelatihan Dasar Garda Metal Jawa Timur yang akan dimulai keesokan harinya. Baca lebih lanjut

Mimpi di Bulan Mei

Bagi saya, bulan Mei adalah bulan yang istimewa. Betapa tidak, lembaran hari di bulan ini dibuka dengan peringatan May Day, dilanjutkan dengan Hari Pendidikan Nasional, dan disusul kemudian dengan hari lahir saya, 3 Mei.

Mungkin itulah sebabnya, Mei selalu menebarkan aroma optimisme. Juga harapan-harapan….

Saya masih bisa mengingat dengan baik, dulu, saat masih duduk di bangku sekolah, bulan ini sekaligus menandai bahwa ujian kenaikan kelas akan segera dimulai. Ada satu sensasi untuk belajar lebih giat, setidaknya dengan sebuah penyemangat bahwa itu akan menjadi kado indah ulang tahun saya. Ya, apalagi yang bisa dibanggakan dari seorang anak laki-laki dari keluarga sederhana, selain itu. Saat ini semangat itu juga masih terus menggelora, meski dengan skala yang berbeda. Baca lebih lanjut