Kegembiraan di Akhir Pekan

Apa yang dilakukan buruh ketika liburan Sabtu dan Minggu? Pertanyaan ini begitu menggelitik perhatian saya, ketika membaca sebuah status di Facebook tentang kegembiraan menyambut malam minggu. Hari, yang oleh anak muda, disebut sebagai jadwal ”wakuncar”. Waktu kunjung pacar.

Akhir pekan memang selalu menyenangkan.

Disinilah, barangkali, kita bisa melakukan jeda dari rutinitas yang menyergap hari-hari kita. Inilah hari, dimana kita bisa leluasa bercengkrama dengan keluarga, sahabat, dan orang-orang tercinta. Menikmati debur ombak di pinggir pantai, menyusuri punggung gunung, atau menghabiskan wakti di mall-mall. Ini memang menjadi hari, dimana kita bisa menjadi diri sendiri. Tidak lagi disibukkan oleh rutinitas kerja.

Sementara disini, beberapa kawan mulai menyiapkan diri untuk hadir dalam agenda konsolidasi. Mempersiapkan aksi besar penolakan kenaikan harga BBM, pada 21 Maret 2012 nanti. Aksi yang bukan saja penting. Tetapi juga sangat menentukan. Dalam hal ini saya tertarik dengan dua paragraph dalam tulisan Fahd Djibran dalam surat “Untuk (Tuan) Presiden”, berikut ini:

Kelak bila harga BBM naik, dengan gagah dan baik hati konon Bapak akan memberi kami kompensasi: Bapak akan membuat kami mengantre untuk mendapatkan uang bantuan agar kami tak merasa kesulitan. Tapi, pikiran kami sederhana saja, Pak, benarkah Bapak suka melihat kami mengantre—panjang-mengular dari Sabang sampai Merauke? Kami tidak suka itu, Pak. Kami tak suka terlihat miskin, apalagi menjadi miskin. Kalau memang Bapak punya uang untuk dibagikan kepada kami, pakailah uang itu, kami rela meminjamkannya untuk menyelamatkan ‘perekonomian nasional’ yang konon sedang gawat itu. Tak perlu naikkan BBM, pakailah uang kami itu: kami rela meminjamkannya untuk menyelamatkan bangsa!

Bila perlu, berdirilah di hadapan kami, katakan apa yang negara perlukan dari kami untuk menyelamatkan kegawatan bencana ekonomi negara ini? Bila Bapak perlu uang, kami akan menjual ayam, sapi, mesin jahit, jam tangan, atau apa saja agar terkumpul sejumlah uang untuk melakukan pembangunan dan penyelamatan perekonomian bangsa. Bila Bapak disandra mafia, pejabat-pejabat yang bangsat, atau pengusaha-pengusaha yang menghisap rakyat, tolong beritahu kami: siapa saja mereka? Kami akan bersatu untuk membantumu melenyapkan mereka. Tentu saja, semoga Anda bukan salah satu bagian dari mereka!

Apa yang dilakukan buruh ketika liburan Sabtu dan Minggu? Beragam hal bisa dilakukan. Namun, beberapa yang lain bahkan sudah mulai lupa dengan keistimewaan satu malam di akhir pekan itu. Baginya, setiap malam selalu menyajikan warna yang sama. Meninggalkan cerita yang tak jauh berbeda. Kegalauan.

Bagaimana tidak galau, jika akhir pekan terlewati tanpa banyak arti. Nyaris tidak banyak yang bisa dilakukan, kecuali ”selonjoran kaki” sembari nonton tivi. Apa yang bisa dilakukan jika menyadari uang gajian sudah semakin menipis di tanggal tanggung bulan ini?

Bagaimana tidak galau jika hari gini masih harus lembur di pabrik-pabrik. Kerja tak ada jeda. Padahal fisik sudah semakin menua. Tenaga sudah semakin melemah. Tapi kesejahteraan yang diidamkan hanya menjadi fatamorgana. Semakin dikejar, semakin menjauh saja. Galau. Harus kerja terus sampai mampus.

Bagaimana tidak galau, jika menyadari sebentar lagi BBM naik. Harga-harga melambung, sementara kepastian kerja sudah tak ada lagi. Status sebagai karyawan outsourcing, harian lepas, yang bisa diberhentikan kapan saja: tanpa tanda jasa.

Apa yang dilakukan buruh ketika liburan Sabtu dan Minggu? Belajar. Ya, belajar. Kalian tidak salah dengar.

B – E – L – A – J – A – R: Ini memang hanya satu kata, tetapi mengandung ribuan makna

Saya gembira sekali, ketika menyaksikan mulai banyak kawan-kawan buruh yang memanfaatkan akhir pekan untuk belajar. Pertemuan-pertemuan semakin sering diadakan. Rapat-rapat akbar semakin banyak dihadiri oleh kawan-kawan buruh. Disini, buruh belajar bersama. Mereka menempa diri, agar semakin sadar tentang masa depan. Orang-orang yang memiliki gambaran konkret, kemana kapal besar ini harus dilabuhkan.

Buruh ingin bermartabat. Bukan semata-mata dihisap tenaga dan pikirannya.

Mereka digerakkan oleh keyakinan: bahwa partisipasi akan membawa pada perubahan. Perjuangan mereka jauh melampaui dinding-dinding pabrik. Jauh melampaui kemampuan dan kepentingan dirinya sendiri.

Kemana Anda merencanakan akhir pekan ini?

Catatan Ketenagakerjaan: Kahar S. Cahyono
Menjelang rapat konsolidasi persiapan aksi penolakan kenaikan BBM. Sabtu, 17 Maret 2012.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s