Konsolidasi Tanpa Aksi, Bagai Kembang Bunga Tak Jadi

Kutipan di atas saya plesetkan dari peribahasa yang aslinya berbunyi: Berburu ke padang datar, dapat rusa belang kaki. Berguru kepalang ajar, bagai kembang bunga tak jadi. Artinya, menuntut ilmu hendaknya dilakukan dengan sepenuh hati dan tidak tanggung-tanggung, agar mencapai hasil yang terbaik.

Lantas apakah ada kaitannya dengan konsolidasi?

Jelas ada. Dan tulisan ini hendak memotret akan hal itu. Seperti kita lihat sendiri, konsolidasi hampir menjadi rutinitas sehari-hari dalam serikat pekerja. Setidaknya di FSPMI. Bahkan boleh dikata, tiada hari terlewati tanpa konsolidasi.

Konsolidasi bisa dimaknai sebagai upaya untuk ’memperteguh’ atau ’memperkuat’. Dengan kata lain, konsolidasi diadakan untuk membuat diri kita menjadi lebih kuat dibandingkan dengan sebelumnya. Menjadi lebih teguh. Bukan konsolidasinya namanya, jika akhirnya justru melemahkan.

Itulah sebabnya, konsolidasi bukan untuk konsolidasi itu sendiri. Konsolidasi dilakukan dengan maksud yang lebih besar. Ada cita-cita disana. Ada harapan yang disematkan.

Sebagai sebuah organisasi yang berorientasi pada gerakan, konsolidasi mutlak dan harus dilakukan. Hanya saja, jangan sampai kita menjadi seperti sibuk sendiri, namun nyatanya itu tidak memberikan konstribusi apapun dalam gerakan. Gegap gempita, namun tidak menghasilkan apa-apa.

Ada orang yang gemar menghadiri konsolidasi yang satu ke konsolidasi yang lainnya. Hadir dalam berbagai seminar dan rapat. Namun hanya sebatas itu. Tidak pernah terlihat batang hidungnya dalam agenda tindak lanjut. Keberadaannya sebatas dalam ruangan rapat. Teori dan argumentasi yang terlihat serba hebat. Tetapi, hanya sebatas dalam kata-kata.

Saya tidak mengatakan konsolidasi itu tidak penting. Tidak juga menyebut bahwa rapat dan seminar hanya membuang-buang waktu. Sekali lagi, bukan itu yang saya maksudkan. Dalam beberapa situasi tertentu, konsolidasi bahkan memerankan fungsi yang sangat penting. Bahkan harus dilakukan. Tetapi yang perlu diberi garis merah, tidak boleh berhenti sampai disitu.

Harus ada agenda tindak lanjut. Sebab sudah terbukti dalam sejarah, kerja nyata-lah yang mampu mengubah dunia.

Sampai hari ini saya masih mengingat bagaimana seorang kawan yang sering saya jumpai dalam acara-acara konsolidasi, rapat akbar, menjadi peserta dalam berbagai diskusi, bahkan tidak melakukan apa-apa ketika ketidakadilan terjadi di depan mata. Jangankan untuk melawan, sekedar mengatakan ’tidak’ pun tak lagi memiliki daya. Bahkan ketika ketidakadilan itu menimpa dirinya sendiri.

Saya paham, ada alasan lain, mengapa hal itu ia lakukan. Tetapi tetap saja itu menjadi sebuah kesalahan. Akan lebih baik jika sejak awal dengan jujur mengatakan untuk tidak terlibat dalam perjuangan ini. Daripada menjadi pecundang, dan berkhianat kepada kawan-kawannya sendiri. Ujung dari komitment adalah gerak. Pada akhirnya, setelah pengetahuan kita dapatkan, sudah semestinya jika hal itu kita implementasikan.

Tetaplah bergerak. Di ujung sana ada asa!

Catatan: Kahar S. Cahyono
Tangerang, 13 Maret 2012

2 thoughts on “Konsolidasi Tanpa Aksi, Bagai Kembang Bunga Tak Jadi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s