Membangun Pengorganisasian yang Berkelanjutan; Sebuah Catatan Hasil Workshop di Lembah Nyiur (Bagian 5, Habis)

Sebagai orang yang sehari-hari berkecimpung dalam aktivitas organisasi serikat pekerja, dinamika kehidupan pekerja/buruh bukan lagi hal yang asing bagi kita. Kita hidup di dalamnya, berbaur menjadi satu, bahkan menjadi bagian yang tak terpisahkan darinya.

Kesadaran bahwa kita sebagai buruh, memang harus ditumbuhkan. Sebab ketika kita menganggap semua ini sebagai sebuah rutinitas, maka aktivitas yang kita lakukan akan menjadi hambar. Hanya sekedar dimaknai sekedar penggugur kewajiban. Atau mengutip kalimat bung Jamsari, bahwa selama ini kita menjalankan organisasi secara alamiah dan dengan mengandalkan intuisi. Hal seperti itu tidak boleh lagi terjadi. Memang harus ada greget. Ada niat dan kesungguhan, dengan sebuah kesadaran untuk sampai pada tujuan.

Tentu saja, ini adalah kerja kolektif. Dan bukankah karena itu juga yang menjadi alasan kita untuk membangun organisasi?

Lantas, apa prasyarat yang harus dipenuhi untuk menjadikan organisasi serikat pekerja kuat? Ada banyak jawaban yang bisa kita berikan. Namun, dari sekian jawaban yang ada, saya tertarik untuk mengutip pendapat Arunasalam P, Regional Representative IMF Southeast Asia – Pacific Office. Menurut Aruna, serikat pekerja yang kuat ditandai dengan 5 hal berikut: Anggota yang banyak, pemimpin yang jujur, dana yang cukup, administrasi yang baik, dan ada aktivitas/gerakan.

Anggota memang memegang peran penting dalam sebuah organisasi serikat pekerja. Ini bukan LSM. Ini adalah organisasi serikat pekerja. Semakin ia besar, maka keberadaanya akan semakin menggentarkan. Sekali lagi, kita akan kuat jika memiliki banyak anggota. Tidak cukup hanya dengan itu, tetapi juga disertai dengan kepemimpinan yang amanah, dana yang cukup, administrasi yang baik, dan selalu bergerak dinamis untuk mewujudkan cita dan asa.

Bagaimana cara memperbanyak jumlah anggota?

Dalam diskusi kelompok, pertanyaan itu memang tidak sepenuhnya terjawab. Meskipun begitu, menarik untuk menyimak hasil pembahasan kelmpok Advokasi – Organizer, yang dipaparkan juru bicaranya, Prihanani. Setidaknya, kelompok ini bisa melihat permasalahan secara luas. Masalah advokasi bukan hanya terletak pada SDM, tetapi juga soal penampilan, soal performance. Kendaraan operasional, misalnya, keberadaannya menjadi penting untuk menunjang kinerja advokasi. Jika pemikiran yang sama kita aplikasikan dalam kerja-kerja organizer, maka diskusinya jangan hanya bagaimana kita bisa menambah anggota. Tetapi sarana dan prasarana, juga media dan dana yang dibutuhkan untuk itu.

Sebelumnya, bung Rustan (Ketua Umum PP SPAMK) memaparkan, bahwa pada kenyataannya anggota baru yang masuk ke FSPMI, lebih banyak datang dengan membawa masalah (kasus). Sedangkan dilain pihak pengurus organisasi mengalami kendala untuk menyelesaikan masalah tersebut. Kendala tersebut, misalnya, terkait dengan keterbatasan kemampuan, wawasan, dan pengalaman (terutama dalam advokasi). Juga adanya keterbatasan dana.

Persis pada titik inilah, saya hendak mengatakan, bahwa pengorganisasian yang berkelanjutan tidak pernah bisa berdiri sendiri. Ia adalah sesuatu yang diupayakan terus menerus, ketimbang berharap ‘jadi’ dengan sendirinya. Indonesia adalah sebuah negara yang sangat potensial, gerakan serikat buruhnya akan terus tumbuh. Dan FSPMI adalah organisasi serikat pekerja yang musti mempersiapkan diri untuk menyambut tantangan itu. Wallahualam bishawab…

Catatan Ketenagakerjaan: Kahar S. Cahyono

Penulis adalah peserta workshop ‘Membangun Pengorganisasian yang Berkelanjutan’ di Hotel Lembah Nyiur, Cisarua. Tanggal 16 – 18 September 2011.

Setelah workshop di Lembah Nyiur, saya juga diminta Ketua Umum PP SPAI FSPMI untuk mewakili beliau hadir dalam Union Planing Meeting (Organizing Sustainable National Metal Unions In Indonesia) pada tanggal 22 – 23 September 2011 di Hotel Santika, diselenggarakan International Metalworker`s Federation. Catatan 1 – 5 ini sekaligus sebagai semacam laporan pertanggungjawaban dan bahan diskusi untuk terus membangun organisasi ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s