Membangun Pengorganisasian yang Berkelanjutan; Sebuah Catatan Hasil Workshop di Lembah Nyiur (Bagian 4)

Jika pengorganisasian kita artikan sebagai rangkaian kegiatan yang dimaksudkan untuk semakin memperbesar jumlah keanggotaan serikat pekerja, menumbuhkan kesadaran berserikat, meningkatkan efektivitas kerja serikat pekerja dengan team work yang solid, maka dibutuhkan SDM dan media untuk mendukung kerja-kerja tersebut.

Kita sadar, semua ini adalah kerja yang berkelanjutan. Kita tidak bisa mengharap hasilnya secara instant. Kampanye ‘Ayo Berserikat’ yang berkelanjutan, misalnya, menjadi penting untuk dikembangkan. Usulan Nurhidayah, agar kampanye pentingnya berserikat perlu dilakukan disetiap kawasan/lokasi industri, saya kira juga menarik untuk dicoba.


Media untuk Pengorganisasian

Media juga memiliki peran penting. Salah satu yang disoroti dalam workshop ini (meski hanya sekilas), adalah keberadaan Koran Perdjoeangan dan website FSPMI.

Saya ingat, saat Michael J Latuwael menilai tampilan Koran Perdjoeangan yang kurang menarik. Menurutnya, diperlukan sentuhan lay out yang manis, agar pembaca terkesan pada pandangan pertama.

Saya pribadi sependapat dengan ketua PC SPL Bekasi ini. Koran Perdjoeangan adalah media untuk menampilkan wajah bagi organisasi FSPMI. Ia harus dikerjakan dengan serius, agar bisa benar-benar berfungsi sebagaimana layaknya pilar bagi sebuah organisasi. Saya kira, kita bisa memulai dengan menyebarkan angket/meminta masukan dari pembaca untuk perbaikan dalam penerbitan-penerbitan yang akan datang.

Lebih jauh dari itu, Koran Perdjoengan selayaknya tidak berhenti pada proses penerbitan dan didistribusi. Misalnya dengan melakukan kegiatan-kegiatan kreatif, bedah berita atau temu pembaca.

Media lain, yang bisa digunakan untuk memperkuat kerja-kerja pengorganisasian adalah website FSPMI. Sekarang mari kita lihat http://www.fspmi.org/.

Saya bahkan kesulitan untuk menemukan jawaban, kapan terakhir kali website ini di-update. Padahal, secara offline, FSPMI tidak pernah mati dengan yang namanya kegiatan. Organisasi ini selalu bergerak. Bahkan menjadi kuat karenanya. Namun ketika harus mentransformasi semua itu kedalam bentuk tulisan, harus diakui, kita kekurangan sumber daya untuk itu.

Bukan karena bidang yang satu ini sepi peminat. Tetapi lebih karena, belum diberdayakan dengan optimal. Banyak kawan-kawan FSPMI yang memiliki Facebook. Apa pentingnya Facebook dalam gerakan serikat pekerja? Menurut saya penting. Ini artinya, mereka sudah melek media, dan secara tidak sadar telah memainkan peran sebagai citizen journalism. Mengabarkan apa yang mereka lihat dan dengar dalam keseharian mereka. Berjuang melalui tulisan.

Jika kita telurusi, beberapa website/blog tentang organisasi FSPMI juga penah muncul. Sebut saja: SPAI FSPMI, FSPMI CILEGON, FSPMI PEMI, FSPMI TANGERANG. Diluar itu, saya yakin masih banyak lagi. Boleh kan kita bermimpi, satu saat nanti memiliki website sekaliber International Metalworker`s Union.

Pramoedya Ananta Toer pernah mengatakan, “Anda boleh pintar setinggi langit. Tetapi jika anda tidak menulis, maka anda akan hilang dari sejarah.” Sedangkan menurut Dr. Slamet Suseno, tulisan adalah istilah yang digunakan untuk menyatakan sebuah karya tulis yang disusun berdasarkan tulisan, karangan, dan pernyataan gagasan orang lain. Orang yang menyusun kembali hal-hal yang sudah dikemukakan orang lain itu disebut penulis. Ia bukan pengarang. Sebab ia memang hanya mengkompilasikan (meringkas dan menggabungkan menjadi satu) berbagai bahan informasi sedemikian rupa sehingga tercipta sebuah cerita baru lagi yang lebih utuh.

Kita memang terkendala dengan budaya baca yang rendah. Akan tetapi, kita bisa membantu mereka dengan tidak memudahkan pembaca dengan tulisan populer. Tulisan yang mudah dipahami orang banyak. Istilah popular merujuk kepada penggunaan bahasa yang relatif lebih santai, padat, serta mudah dicerna oleh masyarakat pembacanya yang begitu beragam.

Sekali lagi, penggunaan media dalam kerja-kerja pengorganisasian itu penting. Ini bukan semata untuk ”bernasis ria”. Tetapi untuk mempopulerkan pemimpin-pemimpin gerakan kepada publik. Mengenalkan program dan menginformasikan capaian-capaian organisasi. Dengan begitu, organisasi ini akan semakin dekat dan disayang oleh masyarakat pekerja secara luas.

… bersambung ke Bagian 5

Catatan Ketenagakerjaan: Kahar S. Cahyono
Penulis adalah peserta workshop ‘Membangun Pengorganisasian yang Berkelanjutan’ di Hotel Lembah Nyiur, Cisarua. Tanggal 16 – 18 September 2011.

.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s