Kabar dari Rakernas I SPAI-FSPMI (3): Tiga Tahap Pengembangan SPAI

Sebuah maha karya dibangun dari hal-hal yang kecil. Setahap demi setahap. Melalui proses dan dinamika panjang. Ia tidak ada dengan sendirinya, tidak pula dengan tiba-tiba.

Itu pula yang terjadi, ketika kita hendak membangun gerakan buruh yang kuat dan disegani. Tidak mudah, memang, tetapi bukan sesuatu yang tidak mungkin untuk diwujudkan.

Satu hal yang pasti, teruslah melangkah. Sebab itulah satu-satunya cara agar kita bisa sampai pada tujuan dan cita-cita.

Keberanian untuk terus melangkah inilah yang saat ini sedang dilakukan oleh kawan-kawan di SPAI. Kendati banyak keterbatasan, tetapi mereka terus melangkah kedepan. Bediam diri dan hanya mengeluh, adalah sikap bodoh yang sempurna. Tidak memberikan perubahan apapun.

Ketika membuka Rakernas, Obon Tabroni, Ketua Umum SPAI menyampaikan 3 (tiga) periode dalam SPAI. Periode Konsolidasi, Periode Eksistensi Organisasi, dan Periode Profesional.

1. Periode Konsolidasi

Periode ini berlangsung selama 6 – 12 bulan pasca Munas I SPAI – FSPMI. Ini adalah sebuah fase untuk pengembangan, serta pembentukan Pimpinan Cabang (PC) di berbagai daerah. Hasilnya, hingga Rakernas ini dilaksanakan, SPAI sudah memiliki PC di 5 Kabupaten/Kota di Seluruh Indonesia.

2. Periode Eksistensi Organisasi

Hingga saat ini, banyak orang yang masih berfikir bahwa FSPMI hanya mengorganisir buruh-buruh di sektor metal. Itulah sebabnya, pada periode ini harus sudah tersosialisasi dengan baik, bahwa melalui SPAI, FSPMI juga mengorganisir buruh-buruh diluar sektor metal.

Ini penting untuk dilakukan, agar kawan-kawan yang tergabung di SPAI tidak merasa bukan sebagai FSPMI. Sebaliknya, mereka akan memiliki kepercayaan diri yang tinggi, karena tergabung dalam sebuah gerakan buruh yang sudah sedemikian solid. Dengan kinerja dan standar FSPMI.

3. Periode Professional

Ketika masuk Munas II nanti, SPAI sudah mentargetkan masuk Periode Professional. Organisasi sudah tertata dengan baik. Ada pembidangan tugas yang jelas, beberapa PO sudah dibuat, dan ketaatan anggota dalam membayar iuran tinggi.

Untuk mencapai target di atas, memang dibutuhkan kerja keras. Bahkan, bisa jadi dengan semangat 10 kali lipat. Bisakah diwujudkan? Optimisme itu harus selalu ada. Apalagi, pimpinan SPAI diisi oleh anak-anak muda. Banyak diantara mereka, yang bahkan sudah banyak merasakan pahit getirnya perjuangan. Militansi yang sudah teruji.

Catatan Ketenakerjaan: Kahar S. Cahyono
Penulis adalah Organizer FSPMI untuk wilayah Banten. Bisa dihubungi melalui e-mail kahar.mis@gmail.com

strong>Baca juga:

2. Kabar dari Rakernas I SPAI-FSPMI (2): ”Jadikan FSPMI Sebagai Lokomotif Gerakan Buruh Indonesia”

1. Kabar dari Rakernas I SPAI-FSPMI (1): FSPMI Milik Pekerja/Buruh di Semua Sektor Industri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s