Kabar dari Rakernas I SPAI-FSPMI (1): FSPMI Milik Pekerja/Buruh di Semua Sektor Industri

Rapat Kerja Nasional Pertama (Rakernas I) Serikat Pekerja Aneka Industri – Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (SPAI – FSPMI) yang diselenggarakan di Training Center FSPMI tanggal 2 – 3 Juni 2011 memang sudah usai. Dan meskipun para peserta sudah kembali ke daerah masing-masing, bukan berarti semua agenda selesai sampai disini. Sebaliknya, ini adalah awal bagi serikat pekerja yang masih belia ini untuk bekerja lebih keras untuk mewujudkan cita-cita perjuangannya.

Sejatinya saya ingin menulis tentang Rakernas ini sejak jauh-jauh hari. Apalah daya, ada banyak pekerjaan yang membentang. Dan baru hari ini, semua keinginan itu bisa diwujudkan.

Semangat ini penting untuk dijaga, dan terus dihidupkan. Sebab Rakernas sejatinya adalah forum konsultasi, koordinasi, konsolidasi dan evaluasi tingkat pimpinan pusat dalam rangka keterpaduan dan koordinasi program dan pengembangan organisasi. Dengan kata lain, Rakernas bukan untuk Rakernas itu sendiri. Tetapi adalah kerja nyata, untuk mewujudkan semua berbagai program kerja, agar tidak hanya tertulis di atas kertas.

SPAI memang fenomenal. Dia lahir dari rahim FSPMI yang sudah bisa dikatakan mapan secara gerakan dan organisasi. Menjadi bagian dari lokomotif gerakan buruh Indonesia, sekaligus memposisikan diri sebagai ‘pembebas buruh yang tertindas’. Inilah yang kemudian membuat kita semua sadar akan pentingnya kerja keras dan kerja cerdas untuk bisa menyusul ketertinggalan. Setidaknya untuk menyamai serikat pekerja anggota FSPMI yang sudah lama eksis, seperti Serikat Pekerja Logam (SPL), Serikat Pekerja Elektronik-Elektrik (SPEE), maupun Serikat Pekerja Automotif Mesin dan Komponen (SPAMK), hingga Serikat Pekerja Perkapalan dan Jasa Maritim (SPPJM).

“Anda jangan memiliki pemikiran bukan bagian dari FSPMI,” kalimat ini ditegaskan oleh Presiden FSPMI, Said Ikbal, ketika memberikan sambutan.

Penegasan seperti ini memiliki makna yang dalam. Apalagi sudah menjadi rahasia umum, jika selama ini FSPMI dikenal sebagai serikat pekerja yang mengorganisir pekerja/buruh di sektor metal.

Sejatinya, ini tidak saja menjadi kebanggaan bagi pekerja/buruh yang berada diluar sektor metal. Tetapi juga menjadi kebanggaan bagi anggota FSPMI secara keseluruhan. Sebab dengan bergabungnya SPAI kedalam FSPMI, dengan lantang FSPMI bisa mengatakan sudah mewakili seluruh pekerja/buruh di Indonesia. Sebab, anggota FSPMI tidak lagi pekerja/buruh yang berasal dari sektor tertentu. FSPMI sudah menjadi milik kaum buruh secara keseluruhan.

SPAI secara resmi dinyatakan sebagai salah satu serikat pekerja anggota di FSPMI, dalam Kongres IV FSPMI yang dilaksanakan di Bandung pada awal Februari 2011 ini. Adapun ruang lingkup SPAI meliputi:

a. Industri Textile, Industri Sandang, dan Industri Kulit
b. Industi Jasa, Bank, dan Perhotelan
c. Industri Kimia, Energi, dan Pertambangan
d. Idustri Farmasi, Makanan dan Minuman
e. Industri Pengolahan Kayu dan Hasil Hutan
f. Industri Percetakan, dan Pengolahan Kertas
g. Industri Plastik Kemasan dan Pengolahan Plastik
h. Industri Pengolahan Minyak Sawit
i. Industri dan Pekerja Perkebunan, Pengelola Kebun Binatang
j. Himpunan Pekerja SPBU
k. Himpunan Pekerja Mini Market dan Pekerja Swalayan
l. Himpunan Pekerja Jasa Transportasi, Kurir, dan Ekspedisi
m. Himpunan Pekerja Pengelola Kawasan Industri dan Pergudangan (logistik)
n. Himpunan Guru dan Tenaga Pendidik
o. Himpunan Pekerja Buruh Migran (Tenaga Kerja Indonesia)
p. Himpunan Pekerja Outsourcing yang ingin berserikat
q. Himpunan Pekerja Pengelola Lapangan Golf dan Stadion Olahraga
r. Himpunan Pekerja Sektor BUMN
s. Semua Industri diluar sektor metal yang sudah tergabung di FSPMI (diluar sektor metal)

Catatan Ketenakerjaan: Kahar S. Cahyono
Penulis adalah Organizer FSPMI untuk wilayah Banten. Bisa dihubungi melalui e-mail kahar.mis@gmail.com

Iklan

2 pemikiran pada “Kabar dari Rakernas I SPAI-FSPMI (1): FSPMI Milik Pekerja/Buruh di Semua Sektor Industri

  1. Dear Sir,
    Bagaimana cara menjadi anggota , dan apakah ada suatu tanda setelah menjadi aggota seperti KTA atau sejenisnya?
    Bagaimana cara regestrasinya?dan apa fasilitas atau manfaat yang akan kita dapatkan,regestrasi apakah bisa secara individu atau secara kelompok ?
    Terima kasih Pak .

    Salam
    AR

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s