Menuju Gerakan Sosial dan Politik (3): Setia Menggenggam Harapan

“Meskipun sebagian dari mereka belum menikmati hasil dari perjuangan Omah Tani, namun mereka masih setia menggenggam harapan.” Kalimat ini terlontar dari bibir Handoko, saat menceritakan rahasia dibalik eksistensi perjuangan petani yang ia dampingi.

Ya, menurutnya, tidak sedikit dari anggota Omah Tani yang belum berhasil mendapatkan tanah. Ini jika mengacu salah satu bentuk perjuangan Omah Tani dalam memperjuangkan kepemilikan tanah bagi petani, melalui proses reclaiming. Di beberapa Organisasi Tani Lapangan (OTL), misalnya, meskipun sudah berjuang bertahun-tahun namun hingga sekarang hasil itu belum didapatkan. Namun, nyatanya itu tidak membuat mereka patah arang.

Kesetiaan mereka dalam mengenggam harapan, barangkali menjadi kalimat kunci dibalik militansi mereka. Inilah yang kemudian membuat para petani itu menganggap hari-hari panjang penuh penantian, juga jejak juang mereka sebagai sebuah keniscayaan. Proses yang harus dilewati. Tidak ada iri hati melihat petani lain yang berhasil mengenyam manisnya buah perjuangan. Dan sebaliknya, keberhasilan bagi yang lain, justru menambah motivasi bahwa mereka tidak sedang bermimpi. Sudah ada buktinya. Dan itu nyata.

Handoko menambahkan, Musyawarah Besar Omah Tani dengan mengangkat tema Go Politik, sejatinya adalah bagian dari strategi perjuangan itu sendiri. Mereka mulai tersadarkan, bahwa konflik agraria yang mereka hadapi selama ini tidak bisa dipisahkan dari politik. Pun demikian dengan penyelesaiannya, selalu terkait erat dengan penguasa dan birokrasi yang ada. Karenanya, mendudukkan sebanyak mungkin wakil-wakilnya mulai dari tingkat Kepala Desa, DPRD, dan atau jika mungkin Bupati akan mendekatkan dengan keberhasilan.

Akan tetapi, untuk menuju kesana, hanya mengandalkan syahwat politik si pemimpin tidak cukup. Bisa saja Handoko, demikian pria berkumis ini mengatakan, mengunakan tangan besi untuk memaksa anggota Omah Tani untuk menjalankan apa yang dia inginkan. Tetapi kalau itu tidak dijalankan, maka hasilnya akan sia-sia.

Ide besar, tentang petani Go Politik sudah digagasnya. Tugasnya adalah memberikan pemahaman dan mengkomunikasikan ide itu kepada anggota. Soal apakah ide itu bisa diimplementasikan nantinya, semuanya ia serahkan kepada anggota, melalui mekanisme Musyawarah Besar ini. Jika peserta Mubes menyepakati, maka itu akan menjadi konsesus bersama. Jika tidak, juga tidak apa-apa. Tidak perlu berkecil hati. Betapapun, perjuangan harus terus dilanjutkan.

Refleksi 2009

Ketika mendengar pemamaran ini, serta merta ingatan saya kembali pada pemilu 2009 lalu, saat banyak aktivis buruh maju dalam pemilu, dan hasilnya nol besar. Saat partai buruh didirikan, tetapi hanya mampu memperoleh suara nol koma.

Saya kira, memang ada yang salah dari prosesnya. Dimana elit serikat buruh maju sebagai kandidat, justru dengan meninggalkan basis. Tidak minta ijin basis, apalagi didasarkan atas keputusan basis. Pun demikian, suara yang mereka harapkan, tidak lain adalah suara basis. Tiba-tiba saja mereka mencalonkan dirinya sendiri, dan meminta basis untuk memberikan dukungan kepadanya.

Asumsi ini bisa jadi salah, namun fakta di lapangan menunjukkan demikian. Buruh – di akar rumput – masih “gagap” ketika bicara soal politik. Artinya kita belum cukup serius memperikan pendidikan politik kepada anggota. Tidak heran jika kemudian ada yang menuding, semua ini hanyalah untuk kepentingan elit.

Itulah sebabnya, ketika menyebut adanya transformasi gerakan serikat buruh menuju gerakan sosial dan politik, pertanyaan yang mendasar adalah, apakah gerakan itu melibatkan “buruh”. Jangan-jangan masih sebatas gerakan “elit buruh”. Untuk menjawab ini memang dibutuhkan hati yang jernih, tentu dengan melihat langsung realitas di kalangan ‘rumput teki’. (bersambung….)

Tulisan lain:
2. Menuju Gerakan Sosial dan Politik (2): Buruh dan Petani, Bersatulah!

1. Menuju Gerakan Sosial dan Politik (1): Belajar Gerakan Politik dari Petani Batang

One thought on “Menuju Gerakan Sosial dan Politik (3): Setia Menggenggam Harapan

  1. selamat berpolitik ria semoga sukses apa yang menjadi tujuan selama ini yaitu menjadikan buruh lebih sejahtera serta masyarakat indonesia pada umumnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s