Pemetaan Demokrasi Lokal di Serang – Banten

Hari Sabtu, tepatnya tanggal 9 April 2011 kemarin, menjadi Sabtu yang istimewa. Sebab pada hari itu, ada kegiatan launching hasil Pemetaan Demokrasi Lokal di Serang – Banten, yang dilaksanakan di Wisma Abdi Negara Serang. Hadir sebagai nara sumber dalam kegiatan ini adalah Kahar S. Cahyono (Koordinator Eksekutif FSBS) yang juga Koordinator Tim Peneliti, Ipah Ema Jumiati, S.Ip.,M.Si, dan Antonio Pradjasto (Direktur Eksekutif DEMOS).

Kegiatan Launching Pemetaan Demokrasi yang dihadiri tidak kurang dalam 70 orang peserta ini memang sudah usai. Namun bukan berarti berhenti sampai disini. Sebab sejatinya, kerja yang sesungguhnya baru saja dimulai. Bagaimana hasil pemetaan demokrasi ini memberikan nilai. Bermanfaat bagi semua, sebagai sumbang sih pemikiran untuk mewujudkan demokrasi yang bermakna.

Terkait dengan hal itu, dalam beberapa hari kedepan, saya berencana membuat catatan kritis dari hasil pemetaan demokrasi tersebut. Tentu saja, sebagai sebuah pemahaman yang berorientasi untuk ‘perbaikan’ di masa yang akan datang, kita bisa berdiskusi. Saling mengisi.

Identitas Informan

Pemetaan demokrasi lokal di Kabupaten Serang ini melibatkan 22 orang informan. Ke-22 orang ini adalah mereka yang dianggap sebagai tokoh yang selama ini berperan aktif mendorong tumbuhnya demokrasi di Kabupaten Serang. Mereka berasal dari berbagai macam organisasi dengan beragam isu gerakan (frontline), dengan kriteria sebagai berikut: (1) Aktivis pro-demokrasi setempat yang kredibilitasnya sudah diakui secara luas oleh masyarakat setempat, (2) Masih dan setidaknya telah lima tahun secara intensif terlibat dalam aktivitas demokrasi di Kabupaten Serang, (3) Memahami serta mempunyai kemampuan reflektif mengenai persoalan-persoalan demokrasi dan politik di Kabupaten Serang, dan (4) Memahami nilai-nilai, prosedur dan mekanisme, serta instrumen demokrasi.

Bisa jadi, penentuan informan merupakan tahap paling penting di dalam pemetaan demokrasi ini. Sebagai orang yang dianggap memiliki peranan penting dalam komunitasnya, tentu saja, setiap informasi yang mereka sampaikan akan menjadi sangat penting. Karena aspek kualitas adalah prasyarat utama (dibandingkan kuantitas), kesalahan dalam menentukan informan, bisa jadi akan membuat pemetaan demokrasi ini menjadi kurang kredibel.

Itulah sebabnya, untuk menentukan siapa saja yang akan menjadi informan dalam pemetaan demokrasi lokal ini, dilakukan diskusi intensif diantara tim peneliti dan beberapa pimpinan organisasi yang tergabung di dalam Forum Solidaritas Buruh Serang dan Rumah Komunitas.

Sebagian besar informan bekerja dalam issu perjuangan petani dan hak atas tanah (18,2 persen), menyusul kemudian pengembangan profesionalitas (13,6 persen). Banyaknya informan yang bekerja pada issu perjuangan petani, sejalan dengan mata pencaharian pendudukan Kabupaten Serang yang mayoritas adalah petani.

Juga perlu dicatat, 74 persen lahan di Kabupaten Serang digunakan sebagai lahan pertanian. Semenara banyaknya informan kami yang terkait dengan isu pengembangan profesionalitas, juga terkait dengan situasi dan kondisi di Kabupaten Serang, dimana kegiatan perekonomiannya sangat ditunjang oleh keberadaan dunia industri. Porsi yang lebih besar dari kedua isu tersebut, memang sengaja kami sesuaikan dengan kondisi masyarakat di Kabupaten Serang.

Informan lain yang juga perlu dilihat, karena memiliki angka yang cukup signifikan (masing-masing sebesar 9,1 persen) adalah mereka yang bergerak dalam issu gerakan buruh, perjuangan bagi kelompok miskin kota, demokratisasi sistem kepartaian, demokrasi pendidikan, dan pembangunan berkelanjutan. Untuk gerakan buruh, misalnya, hal ini bisa dilihat dari keberadaan Forum Solidaritas Buruh Serang (FSBS) dan Aliansi Serikat Pekerja Serikat Buruh (ASPSB) Serang, selama ini menjadi manifestasi kebersamaan dari serikat buruh yang ada di Kabupaten Serang.

Pelaksanaan Pemetaan

Sebelum melakukan pemetaan, ada semacam pelatihan dari Tim DEMOS. Pelatihan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi seluruh asisten peneliti terhadap kegiatan pemetaan demokrasi dan terhadap konsep-konsep yang digunakan di dalam pemetaan ini. Pada saat pelatihan inilah, satu per satu pertanyaan kuesioner dibahas bersama.

Adapun pertanyaan-pertanyaan dalam kuesioner pemetaan demokrasi ini terdiri dari beberapa bagian, yang meliputi:

1. Identitas informan

2. Karakter sosial-politik masyarakat

– Sikap masyarakat terhadap politik

– Identifikasi diri dalam aktivitas politik

3. Situasi demokrasi

– Aturan-aturan formal

– Kesepakatan informal

4. Kapasitas dan kehendak politik aktor utama

– Aktor utama dan relasi dengan demokrasi

– Wilayah politik aktor utama

– Sumber-sumber kekuasaan aktor utama

– Cara aktor utama mentransformasikan sumber kekuasaan

– Isu, kepentingan, kebijakan, dan platform yang diperjuangkan aktor utama

– Metode yang digunakan aktor utama untuk memobilisasi dukungan

– Strategi aktor utama didalam sistem politik

5. Pola pengaduan publik

Dalam prosesnya, pekerjaan lapangan (wawancara quisioner) dilakukan efektif selama 3 (tiga) bulan, dari bulan Oktober 2010 – Desember 2010. Setelah itu dilanjutkan dengan pengolahan, analisis data dan penulisan laporan pada bulan Januari 2011 – Februari 2011. Di sela-sela proses analisis dan penulisan laporan, juga melakukan wawancara mendalam dengan 3 (tiga) orang informan untuk mencari informasi lebih detail terkait dengan beberapa pertanyaan dalam quisioner yang perlu ditelusuri lebih jauh.

Catatan Pemetaan Demokrasi (1): Kahar C. Cahyono
Catatan ini berbasis pada laporan hasil Pemetaan Demokrasi Lokal di Serang – Banten, Tahun 2010 – 2011

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s