Blok Politik Demokratik: Kebutuhan atau Sekedar Angan-angan? (4)

Saya masih mengingat dengan baik, tepatnya dalam sebuah pertemuan yang dimulai dari tanggal 15 hingga 17 Januari 2010 bertempat di Hotel Mahadria, Serang, disepakati untuk membetuk Blok Politik Demokratik. Kami menamainya Rumah Komunitas, dengan asumsi bisa lebih diterima oleh masyarakat yang ’alergi’ terhadap politik.

Blok Politik Deokratik, sebagai sebuah wadah untuk mempersatukan kekuatan rakyat yang selama ini terpecah-pecah dalam kepentingan sektoral kedalam organisasi kerakyatan yang solid, terencana dan terkoordinasi, bagi saya adalah pekerjaan yang serius. Mungkin juga terlalu ambisius. Lebih mudah mendirikannya, ketimbang menjalankannya.

Saya tidak hendak menceritakan sekarang, apa saja hambatan-hambatan yang ada. Alih-alih mengeluh, saya lebih senang melihat peluang yang ada. Untuk menyegarkan ingatan, betapa Blok Politik Demokratik sebenarnya mampu menjawab permasalahan yang ada, berikut saya kutip beberapa prinsip Blok Demokratik seperti yang diuraikan dalam buku ‘Demokrasi di Atas Pasir.’ Baca lebih lanjut

Blok Politik Demokratik: Kebutuhan atau Sekedar Angan-angan? (3)

Dalam bagian 1 dan 2 tulisan ini, saya menjelaskan bahwa Gerakan Buruh Pilih Buruh dan Advokasi Perda Ketenagakerjaan merupakan salah satu agenda politik gerakan serikat buruh di Serang – Banten. Bagian ini menjadi penting untuk diketahui jika kita ingin melihat kebijakan politik FSBS secara utuh. Sebab, berangkat dari pengalaman inilah akhirnya kami tiba pada kesimpulan, betapapun kuatnya perjuangan sektoral, tetap saja kesulitan membuat perubahan yang fundamental.

Jika ada yang mengatakan, FSBS latah berbicara demokrasi dan politik, saya kira ini adalah pendapat yang tergesa-gesa. Sebab faktanya, sejak tahun 2003 FSBS sudah menyerukan pentingnya keberadaan Perda – sebagai sebuah proses politik – yang secara khusus mengatur tentang Ketenagakerjaan. Meskipun, kerja-kerja serius ke arah itu baru dimulai tahun 2008.

Masih bisa kita lacak, dukungan akan pentingnya Perda Ketenagakerjaan untuk menjawab permasalahan hubungan industrial di Kabupaten Serang mendapatkan momentumnya saat Wakil Bupati Serang, H. Andy Sujadi mendukung penghapusan sistem kerja kontrak dan outsourcing di depan ribuan pekerja/buruh yang sedang menggelar Apel Akbar Buruh Serang dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) pada tanggal 4 Mei 2008. Baca lebih lanjut

Blok Politik Demokratik: Kebutuhan atau Sekedar Angan-angan (2)

Terjun secara langsung untuk memberikan dukungan terhadap aktivis serikat buruh yang mencalonkan sebagai anggota legislatif dalam Pemilu 2009, bagi saya adalah pengalaman yang berharga. Memang, pada akhirnya tidak ada satu pun aktivis serikat buruh yang kami dukung berhasil duduk dalam lembaga legislatif. Gagal! Baiklah, jika itu dibilang kegagalan, maka saya hendak mengatakan, bahwa kegagalan itu setara dengan pelajaran yang kami dapatkan.

Salah satu pelajaran berharga itu adalah, kami semakin menyadari, menjadi pemain jauh lebih baik daripada sebagai penonton. Ibarat sepak bola, seringkali kita hanya menjadi komentator dipinggir lapangan, dan jarang sekali masuk kedalam gelanggang untuk menjadi penentu.

Meskipun memberikan dukungan kepada calon legislatif, bukan berarti FSBS berada di ketiak partai politik. FSBS hanya peduli pada kepentingan buruh, dan oleh karenanya, semua dukungan itu adalah sebuah ikhtiar untuk memperbesar kemungkinan itu. Baca lebih lanjut

Blok Politik Demokratik: Kebutuhan atau Sekedar Angan-angan? (1)

Menjelang launching riset Pemetaan Demokrasi di Kabupaten Serang, beberapa teman semakin sering menanyakan, apa sesungguhnya Blok Politik Demokratik? Makhluk apa dia? Bagaimana wujudnya?

Secara tekstual, saya bisa menjawab. Bahwa pada prinsipnya, Blok Politik Demokratik bekerja sebagai wadah gerakan sosial, asosiasi sipil, organisasi kemasyarakatan, individu – bahkan politisi (tetapi bukan sebagai wakil partai) – untuk menggalang pengorganisasian dan pemberdayaan masyarakat, menjalankan agenda dan program sosial-politik, mengawasi pemerintahan, dan/atau mendukung seseorang untuk meraih suatu jabatan publik.

Ide besar BPD adalah untuk mempersatukan kekuatan rakyat yang selama ini terpecah-pecah dalam kepentingan sektoral kedalam organisasi kerakyatan yang solid, terencana dan terkoordinasi. Pendek kata, BPD merupakan sebuah alternatif untuk memperbaiki representasi yang buruk dengan mengedepankan model reprsentasi alternatif yang berorientasi kerakyatan (populer representation). Baca lebih lanjut

Mendekatkan Gerakan Serikat Buruh kedalam ‘Episentrum’ Politik!

Dimana peran kita dalam Pemilihan Gubernur Banten yang akan digelar tahun 2011 ini?Pertanyaan itu meluncur tajam, dalam rapat pengurus FSBS pada hari Sabtu (05/03) yang lalu. Sebenarnya, jauh sebelum ini, dalam obrolan ringat bersama kawan-kawan, isu Pilgub sudah sering kami bahas. Namun karena pertanyaan itu disampaikan dalam sebuah rapat, tentu saja perlu disikapi dengan lebih serius. Membutuhkan pemikiran ekstra, sebelum tiba pada sebuah keputusan final.

Sebagai pribadi, bagi saya – mungkin juga yang lain – tidak terlampau sulit menjawab pertanyaan tentang peran apa yang mesti kita mainkan dalam pilkada. Namun untuk menjadikan ini sebagai keputusan organisasi, nampaknya bukanlah sesuatu yang dengan mudah bisa disepakati. Belum lagi jika kita melihat realitas yang ada, hingga hari ini pekerja/buruh sendiri juga belum satu suara ketika ditanya tentang perlukah gerakan serikat buruh berpolitik? Jika perlu, mekanismenya bagaimana? Baca lebih lanjut

Ingat Hari Perempuan, Ingat Bicaralah Perempuan

Ingat bulan Maret, ingat International Women Day. Hari Perempuan Internasional. Sebagaimana kita tahu, tepatnya setiap tanggal 8 di bulan Maret inilah, Women Day diperingati.

Ingat perempuan, tentu anda masih ingat Bicaralah Perempuan!!! dan Senyum Bulan Desember, buku dwilogi bicaralah perempuan yang menyuarakan berbagai bentuk kekerasan terhadap perempuan, dalam rangka Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan di penghujung tahun 2010.

Buku yang diterbitkan oleh Leutika Prio ini, dari awal memang ditujukan untuk proyek sosial. Dalam artian, seluruh keuntungan dari penjualan buku ini, akan disumbangkan untuk Biro Perempuan Forum Solidaritas Buruh Serang (FSBS), untuk program-program pemberdayaan dan penguatan kapasitas pekerja perempuan di Serang – Banten. FSBS adalah sebuah element ketenagakerjaan di Kabupaten Serang, yang konsens terhadap perjuangan dan perlindungan tenaga kerja. Baca lebih lanjut