Menulis Kejayaan FSPMI (1)

Menjelang pelaksanaan Kongres Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) dan Munas SPA-FSPMI pada tanggal 7 – 9 Februari 2011 di Bandung, Jawa Barat, hati dan jiwa saya bergetar. Ya, bergetar. Karena ini adalah kegiatan yang besar. Disinilah seluruh program kerja dan konstitusi organisasi akan dievaluasi dan ditinjau ulang. Saat pesta demokrasi – dalam konteks organisasi serikat buruh – digelar untuk menentukan Presiden FSPMI, juga para Ketua Umum SPA-FSPMI.

Saya tidak hendak mengajarkan bagaimana kita musti bersikap dewasa dalam kongres dan munas nanti. FSPMI adalah organisasi serikat pekerja yang modern. Itu adalah prestasi kita bersama. Oleh karenanya, saya begitu percaya bahwa tidak ada satu pun diantara kita yang tega melihat organisasi ini akan tercabik dan luka. Apapun itu, semua akan bekerja untuk kejayaan FSPMI tercinta.

FSPMI akan tetap menjadi FSPMI, yang besar karena solidaritas dan keteguhannya dalam berjuang. Menjadi pembebas rakyat tertindas. Hingga akhirnya, FSPMI akan tetap menjadi milik kita bersama, yang representatif dan tidak oligarkhis.

Saya tidak ikut dalam kongres nanti. Meskipun begitu, FSPMI tetap ada dalam hati saya. Hati dan jiwa saya turut hadir dalam agenda yang menjadi kedaulatan tertinggi anggota itu. Tulisan ini semata-mata sebagai bentuk dedikasi saya, untuk meramaikan hajatan besar organisasi ini. Lepas dari kenyataan, bahwa sampai saat ini masih diberi kepercayaan oleh teman-teman sebagai Sekretaris Konsulat Cabang FSPMI Kab. Serang dan masih tercatat sebagai Bendahara DPW FSPMI Provinsi Banten. Saya juga dipilih sebagai Wakil Ketua PC Serikat Pekerja Logam (SPL) – FSPMI Kab. Serang untuk bidang Pendidikan.

* * *

Sejak PT. Sanex Qianjiang Motor International, Tbk tutup, saya memang tidak lagi memiliki unit kerja. Dan itu memberikan pengaruh besar bagi saya dalam berserikat. Jangan pernah menduga bahwa saya tetap berada di dalam organisasi ini karena mendapatkan penghasilan dari FSPMI. Pun saya tidak hendak mencari hidup dari FSPMI. Untuk memenuhi kebutuhan keluarga, saya memang harus berjibaku dengan bekerja di tempat lain. Padatnya kegiatan organisasi, waktu 24 jam sehari bagi saya terasa terlalu singkat. Bekerja di satu sisi, dan menjalankan organisasi di sisi yang lain.

Selain saya, di Serang, yang masih aktif dalam organisasi FSPMI, meskipun sudah ter-PHK dari perusahaan adalah Isbandi Anggono dan Sarnaja. Isbandi Anggono saat ini dipercaya sebagai Ketua Konsulat Cabang FSPMI Serang dan Wakil Ketua (Bidang Advokasi) Pimpinan Cabang SPL – FSPMI Kab. Serang. Sedangkan Sarnaja tidak menduduki jabatan apapun, namun jangan salah menduga, loyalitas dan dedikasinya terhadap organisasi ini tidak kalah dari mereka yang duduk dalam kepengurusan.

Dalam banyak kesempatan, saya, Isbandi Anggono, dan Sarnaja, memang selalu bersama. Bukan karena apa-apa. Perasaan senasib bahwa kami pernah sama-sama di PHK dari tempat kerja dalam rangka membesarkan FSPMI, membuat ikatan kami begitu kuat. Selain itu, kami juga sama-sama menjadi pengurus Forum Solidaritas Buruh Serang (FSBS), yang didalamnya terhimpun para aktivis kunci SP/SB di Kabupaten Serang. Isbandi Anggono mengalami pemutusan hubungan kerja dari PT. Tamura Electronik Indonesia, dan Sarnaja dari PT. JRD Group. Sama seperti tempat saya bekerja, kedua perusahaan tersebut saat ini juga sudah tidak beroperasi lagi.

Ach, untuk yang kesekian kalinya, hati saya tergetar ketika mengingat bagaimana orang-orang yang saya kenal bekerja tanpa imbalan untuk organisasi ini. Itulah sebabnya, saya tidak begitu kaget ketika mengetahui dari hari ke hari FSPMI tumbuh dan menjadi besar. Karena, memang, didalamnya masih banyak orang-orang yang dengan ikhlas berjuang. Dan saya percaya, ini tidak hanya terjadi di Serang, tetapi juga di daerah lain dimana bendera FSPMI berkibar.

Dalam kongres nanti, saya ingin setiap suara didengar betul. Jangan sampai ada satu pun aspirasi yang terlewat tanpa arti. Ingatlah bagaimana ketika satu per satu pekerja/buruh bergabung dengan FSPMI, dan akhirnya kita bisa melihat organisasi ini dalam bentuknya yang sekarang. (*)

One thought on “Menulis Kejayaan FSPMI (1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s