Dengan Bangga Memperkenalkan Penulis “Bicaralah Perempuan!!!”

Bicaralah Perempuan adalah buku yang menyuarakan tentang berbagai bentuk kekerasan terhadap perempuan. Buku ini, meski banyak berbicara tentang luka, penghiatanan, dan air mata; namun tidak hendak mengajak anda berlarut-larut dalam duka. Sebaliknya, berharap ini akan menjadi halilintar yang membangunkan banyak orang dari mimpi panjang. Kekerasan terhadap perempuan begitu nyata, sangat dekat, dan menuntut partisipasi kita semua tanpa harus berfikir lambat.

Hebatnya, setiap bagian dalam buku ini membawa pesan tersendiri. Kendati kebanyakan dari mereka adalah penyangga keluarga dan tidak punya cadangan hidup, tetapi bagi mereka perjuangan martabat manusia sebagai perempuan harus lebih penting. Mereka tidak takut lapar, tidak takut dipecat, tidak takut miskin.

Perjuangan bukan saja untuk mereka, tetapi mereka ingin yang lain tidak mengalami hal serupa. Proses pembuktian yang tidak rasional dan tidak ramah korban, posisi yang dilemahkan dan akses jaringan vertikal yang tak berbanding dengan pelaku, stigmatisasi dan penyalahan korban; semua dilampaui sebagai perjuangan. Inilah bentuk nyata korban yang jadi pembela.

Kita mahfum, pelecehan seksual kerap lebih samar karena salah satu ukurannya adalah tindakan pelecehan tersebut “tidak berkenan atau tidak dikehendaki” oleh si korban. Jadi tindakan fisik, lisan, sikap, isyarat seperti rabaan, siulan, rayuan, mimik atau tatapan yang berkonotasi seksual, bisa masuk katagori pelecehan seksual ketika si korban tidak menghendakinya. Tetapi memang ini menjadi debat teoritik, karena dalam satu kultur patriarkat (budaya yang mengunggulkan laki-laki), tindakan terhadap perempuan lewat siulan, godaan, colekan, dianggap lazim, baik bagi si korban maupun pelaku yang tidak bisa berjarak dari kultur tersebut. Bahkan si perempuan merasa tersanjung dan laki-lakinya merasa jantan dan ”gaul”.

Jadi mengandalkan ukuran dikehendaki atau tidak oleh korban, pada konteks masyarakat tertentu, justru mengaburkan substansi pelecehan seksual, yaitu merendahkan dan menaklukkan dengan kuasa kelelakian. Untuk itu ukurannya bukan subyektif semata, tetapi justru ukuran martabat kemanusiaan. Disinilah pentingnya, sebab Bicaralah Perempuan hadir untuk lebih memanusiakan manusia

Dalam semangat itulah buku ini dilahirkan. Membawa spirit perubahan, yang lahir dari rahim gerakan serikat buruh di Serang – Banten, serta menjadi bagian tak terpisahkan dari ‘Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan’ yang dilaksanakan bersama-sama dengan Komnas Perempuan. Buku ini, diharapkan akan menjadi tonggak penting kebangkitan Kaum Perempuan Indonesia; untuk lebih peduli, berbagi daya, dan bergandengan tangan dalam hangatnya kebersamaan. Ini murni proyek sosial. Sebuah lentera, untuk berbagi cahaya dan pencerahan.

Dalam pengantarnya, Yuniyanti Zhuzaifah, Ketua Kominasi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) mengatakan: “Membaca buku ini serasa membaca karya sastra para penerima award penulisan bergengsi di nusantara. Yang membedakan adalah, semua aksara tersebut menghantarkan tuturan buah pengalaman nyata soal pelecehan dan kekerasan seksual yang dialami oleh sahabat-sahabat kita.” Tidak hanya yang terjadi di dalam negeri, tetapi juga, yang berada di luar negeri.

===============

Judul : Bicaralah perempuan!!!
Penulis : Kahar S Cahyono dkk
Tebal : xvi + 218
Harga : Rp 45.000,-
=========================

Buku ini bisa dipesan sekarang melalui e-mail: bicaralahperempuan @ yahoo.co.id (hilangkan spasi) dengan ongkos kirim Rp. 10.000 (Jawa) dan Rp. 15.000 (luar Jawa).

Berikut adalah nama-nama hebat dibalik terbitnya buku Bicaralah Perempuan:


Premasita

Premasita adalah nama pena dari Melati Premasita Suci. Lahir di Bandung pada tanggal 4 Februari 1987. Saat ini bekerja sebagai admin di salah satu toko sarana pertanian di Garut. Menyukai dunia penulisan sejak duduk di bangku SMP. Namun baru aktif dalam dua tahun ini. Melati menulis di sela-sela jam kerjanya. Sebagian besar karyanya terinspirasi dari pengalaman pribadin. Anda bisa mengetahui jalan hidupnya lewat tulisan-tulisannya.

Melati menulis lebih kepada keinginan untuk berbagi. Harapannya adalah untuk menjadi penulis yang karyanya bisa dinikmati semua kalangan dan bisa memberikan manfaat untuk pembacanya. Saat ini Melati juga sedang merintis pendirian taman baca karena melihat semakin jarangnya para pemuda yang punya minat membaca.

Dian Nafi

Pecinta purnama dan penikmat hujan. Punya banyak mimpi dan harapan tapi juga ketakutan. Kadang paradoks dan terus dalam pencarian. Titik Balik, Crazy Moments, Syetan 911, Lovely Lebaran, Ketika Bete Sama Pasangan, merupakan beberapa buku antologinya. Beberapa buku ditulisnya juga untuk selfpublishing. Tiga judul diantaranya adalah Pondok Comblang, Dinasti Pesantren dan Novel Mayasmara.

Jaladara

Jaladara lahir 2 Mei 1987. Kini tengah menyelesaikan BSEM-nya di St. Mary’s University, Hong Kong. Pada Februari 2010 mendapatkan penghargaan sebagai mahasiswi terbaik dari St. Mary’s University. Berangkat dari hobi dan kepeduliannya, pada bulan Mei 2010 Jaladara mendirikan Abatasa Library and Learning Centre di Park Island, Ma Wan, Hongkong.

Jaladara sangat mencintai dunia tulis menulis dan seringkali memenangi berbagai lomba kepenulisan baik secara online maupun yang diselenggarakan oleh komunitas. Prestasi terbarunya adalah: juara 3 lomba cerpen Festival Sastra Migran 2010, juara 2 lomba cerdas cermat yang diselenggarakan oleh KJRI Hong Kong dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan dan Juara 1 lomba menulis surat untuk presiden se-Asia yang diselenggarakan Dompet Dhuafa Hongkong.

Jaladara pernah menulis beberapa buku. Buku terbarunya Un Dans L’Eternite (Abatasa Publishing, 2010) dan Cinta Monyet Never Forget (Leutika, 2010). Karya lainnya tersebar di media massa berbahasa Indonesia di Hong Kong seperti ApaKabar, Berita Indonesia dan NurMuslimah.

Selain menulis, Jaladara juga seringkali diundang menjadi pembicara dalam kegiatan sastra dan kepenulisan di Hong Kong. Jaladara pernah menjadi narasumber bersama novelis best seller Tere Liye dan Trainer Karebet Widjajakusuma.

Miyosi Ariefinasyah

Miyosi Adalah seorang wanita sederhana yang sangat mencintai keluarga dan sahabat tercinta. Alumni SMAN 3 Malang (program akselerasi angkatan I) dan Universitas Brawijaya ini kini mengabdikan dirinya menjadi seorang istri dan calon ibu (amin). Sempat mengajar selama 6 tahun (TK SD SMP SMA) baik formal maupun informal (bimbel & privat), kini, Miyosi fokus di dunia kepenulisan. Miyosi adalah anggota FLP Bekasi, berprofesi sebagai penulis artikel freelance dan bekerja untuk PT. Asian Brain IMC.

Meski pekerjaannya tak sejalan dengan jurusannya semasa kuliah, tapi dia sangat bersyukur dan bahagia karena pada akhirnya ia telah menemukan dunianya.
Beberapa karyanya dalam buku keroyokan diterbitkan oleh: LPPH, Ganeca Excact, & Leutika. Saat ini Miyosi tengah menunggu karya solonya terbit.

Penulis dapat dihubungi melalui yory_2008@yahoo.com atau http://mioariefiansyah.wordpress.com. Bila diberi kesempatan umur panjang, Miyosi ingin menimba ilmu kembali di jurusan yang berbeda ^_^ (sedang berusaha). Namun, keinginan terbesarnya hanya satu yaitu MENJADI WANITA SHOLEHAH. Mohon doanya ya?

Ary Amhir

Ary Amhir (nama pena), nama lengkap Ariyanti, alumni Teknik Universitas Gadjah Mada tahun 1993. Pernah bekerja di sebuah harian di Surabaya, lalu majalah wanita di Jakarta, dan menjadi penulis lepas di media seperti Familia (Kanisius Group), Intisari, The Jakarta Post.

Pernah bekerja di Dili, Timor Leste untuk membangun sebuah bengkel, Diamante Do Soul tahun 2003. Lalu bekerja pada Solectron Sdn Bhd Penang, Malaysia, sebagai buruh sambil meneliti kehidupan tki ilegal di malaysia selama tahun 2005-2009.

Kini aktif mengelola sebuah yayasan yang bergerak di bidang dokumentasi seni, tradisi dan budaya Indonesia, ‘Through The Glass Art Foundation’. Penyuka petualangan dan jalan-jalan, kini menghabiskan waktu membuat dokumen tentang budaya Indonesia dan mengelola website: http://othervisions.wordpress.com, yang berisi kisah budaya, tradisi di nusantara, dan http://ary-amhir.blogspot.com, yang berisi kisah orang Indonesia di Malaysia.

Selvy Erline S

Nama lengkapku Selvy Erline S, tapi keluarga dan teman memanggiku Evie. Lahir di Jakarta 18 April. Hobi nulis sejak SMP meski cuma lewat diary. Beberapa cerpen remajaku sudah di muat di beberapa media seperti Majalah Kawanku, Teen, Gaul, Say dan Story.

Kolase Pernik Kehidupan ( Rumah Pena, 2010 ), Lovely Ramadhan ( Indie Publishing, 2010 ) dan Anak Kos Gokil ( Gradien Mediatama, 2010 ) merupakan Buku Antologi yang ditulis bersama teman-teman lain. Mimpiku masih ingin jadi penulis yang karyanya bisa menginspirasi banyak orang. Alamat Email/FB : selvy_erline@yahoo.com


Nessa Kartika

Nessa Kartika, putri pertama Maria Boniok Kelahiran Wonosobo, 27 Mei 1983. Pernah bekerja sebagai Buruh Migran Indonesia di Hongkong dan kini bekerja di Singapura. Pengalaman menulisnya bermula sebagai kontributor karya antologi “Luka Tanah Priok” (2010), dan berlanjut pada “30 Hari dalam Cinta-Nya”(2010). Dan Kumpulan cerita “Karenina Singa Bauhinia” (2010) ini merupakan karya bersama sahabatnya di dunia maya, Karin Maulana.

Uci Lingga

Faujiah Lingga, biasa dipanggil Uci. Adalah putri ke 6 dari 7 bersaudara, anak dari pasangan B. Lingga (alm) dan Hj R br Maha kelahiran Sumbul, 27 Pebruari 1979. Mulai menyukai tulis menulis sejak duduk di kelas 1 SMP.

Dian Prihati

Dian Prihati memiliki aktivitas yang cukup banyak, yaitu mengelola usaha souvenir khas Jambi bersama suami dan pernah mengembangkan sekolah taman kanak-kanak namun karena harus cukup istirahat setelah operasi katup jantung ia yang mantan kepala cabang di suatu perusahaan swasta kini menjadi ibu rumah tangga membesarkan dua puteri tercinta. Sesekali menulis di kolom perempuan di media lokal Jambi. Hobi membaca dan pernah menerbitkan Tetralogi Buku Biografi puteri pertama : Zafira Azzahra pada Ultah ke:1-4.2003-2007 bersama suami tercinta

Arista Devi

Arista Devi adalah nama pena dari Yuli Riswati, Seorang BMI-HK yang menjadi anggota sebuah serikat buruh pekerja rumah tangga Indonesia Hong Kong. Dan karena tertarik pada dunia tulis menulis maka Yuli juga bergabung dengan FLP-HK sejak bulan November 2010.

Resti Nurfaidah

Resti Nurfaidah di lahirkan di kota kembang pada tanggal 29 Maret 1973. Masa pendidikan dilaluinya di kota yang sama. Kini ia bekerja sebagai staf teknis dan peneliti sastra di Balai Bahasa Bandung. Karya tulisnya telah dimuat di beberapa jurnal ilmiah dan media maya. Beberap karya tulisnya yang telah dimuat, antara lain, sebagai berikut: “Warna Lokal” (Pikiran Rakyat), “Wanita dan Kecantikan” (Tajuk), “Menguak Tabir Tragedi dalam Rindu” (Fenolingua), “Parodi Tokoh Legenda dalam Karya Godi Suwarna” (Metgalingua), “Kepribadian Alina: Membelah Sisi Kelam Dunia yang Rapuh” (KabarIndonesia.com), “Tembang Ilalang: Tembang Asmara Terguncang Prahara” (KabarIndonesia.com), “Resensi Buku: Step-by-Step Menggali Potensi dalam Diri” (KabarIndonesia.com), “Buku Berbagai Profesi” (KabarIndonesia.com), “Lelaki di Ambang Pintu” (Cerpen: Dunia Fiksi.com).

Selain menulis tulisan ilmiah, ibu satu anak yang nggak betah diam ini juga senang menulis cerita pendek dan cerita anak. Nyi Mas Kanti adalah karya pertamanya yang dibukukan oleh Pusat Bahasa Depdiknas Jakarta, sementara beberapa karya lainnya masih berupa naskah. Naskah Nyi Mas Kanti merupakan salah satu naskah unggulan dalam lomba penulisan cerita anak yang diselenggarakan Pusat Bahasa Depdiknas Jakarta. Selain itu, ia pernah memenangi Juara ke III Lomba Penulisan Essay bertemakan hidup kreatif. Kunjungi Resti di neneng_resti@yahoo.co.id, cahayapenaku.blogspot.com dan goresan_penaku@yahoo.com.


Elrosse

Penulis lahir di Yogyakarta, 7 Januari 1972. Setelah lulus dari Fakultas Sastra UGM, Yogyakarta, penulis sempat mencicipi sebagai editor Bahasa Indonesia di salah satu penerbit di Delanggu, Klaten. Kini aktivitas kesehariannya membantu suami mengurus klinik kesehatan dan sebagai kolomnis tetap di http://www.buahaticerdas.com.

Puput Happy

Puput Happy adalah nama pena dari Futicha Turisqoh, seorang biasa yang lahir di Tegal, 28 Februari. Penulis seorang alumnus STAI Cirebon, guru TK yang gemar menulis dan aktif di Forum Lingkar Pena (FLP) Tegal. Mulai aktif menulis di beberapa media cetak dan mengikuti perlombaan menulis sejak tahun 2009. Beberapa kali lolos seleksi dalam perlombaan menulis Antologi untuk proyek buku, di antaranya: “Skripsi Krispi”, “Tribute to Palestine”, “Aku dan Dosenku”, “Lulus SMA”, “Life Skill: Meminta Maaf dan Memaafkan”, “Hikmah di Balik Rasa Sakit Hati”, “Setan 911”, “Lovely Lebaran”, “A-Z Panduan Lengkap Kesehatan dan Kecantikan Muslimah”, “Karya Ilmiah Inovatif Pembelajaran Guru”

Blog yang dimiliki: http://www.futicha.blogspot.com dan http://puputhappy.blogspot.com E-mail: futicha.turisqoh@gmail.com dan puput.happy@yahoo.co.id. Facebook: http://www.facebook.com/futicha.turisqoh dan http://www.facebook.com/puput.happy. Twitter: http://twitter.com/puputhappy Sebagai pemimpi kelas tinggi di dunia maya, ia masih tetap bermimpi untuk bisa aktif dan lebih baik lagi dalam menulis. Semoga mimpi yang bisa menjadi nyata. Yup! Semangat! ^_^)

Susan Sutardjo

Nama lengkap Susanah Sutardjo dengan nama pena Susan Sutardjo. Lulusan Sastra Rusia Universitas Indonesia dan saat ini tercatat sebagai mahasiswa Program TEP Sampoerna School of Education Jakarta. Dilahirkan di kampung gersang di Kabupaten Rembang, Jateng, 13 April. Hobi jalan kaki, membenahi jilbab kala ditiup angin, membersihkan gigi, dan mengajar anak-anak dhuafa di kala senggang. Sehari-hari bekerja sebagai redaktur di Majalah WK, dan menjalankan bisnis online batik tulis.


Okti Li

Okti Li lahir di Cianjur – Jawa Barat tanggal 18 Januari 1979. Senang menulis dan menyuarakan perjuangan kaum buruh sejak bekerja menjadi buruh migrant di Taiwan pada tahun 2006 hingga sekarang.


Khoirul Walid

Seorang Mahasiswa tingkat akhir STAIN (Sekolah Tinggi Agama Islam Negri) Salatiga. Bermukim di Karangjati (RT 11 RW. I No: 5 Kode Pos 50552)-Bergas-Kabupaten Semarang kawasan yang menjadi tempat pusat berbagai industri (pabrik) tekstil, garmen dan lain-lain di Jawa Tengah. Sehari-hari bersinggungan dengan pabrik, buruh dan masyarakat kecil. Aktif menulis sejak kecil, tapi hanya untuk koleksi pribadi, sekarang aktif menulis di dunia maya.


Kahar S. Cahyono

Pria kelahiran Blitar pada 3 Mei ini mengawali kiprahnya di dunia tulis-menulis dengan menjadi Pemimpin Redaksi Arsitek, sebuah majalah sekolah yang terbit di lingkungan SMK Negeri 1 Blitar. Setelah hijrah dan menjadi seorang pekerja di Serang – Banten, Kahar aktif di dalam organisasi serikat pekerja, Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI). Saat ini Kahar diberi kepercayaan menjadi Koordinator Eksekutif Forum Solidaritas Buruh Serang (FSBS), sekaligus Sekretaris Aliansi Serikat Pekerja Serikat Buruh Serang (ASPSB Serang).

Karya-karya Kahar dimuat di berbagai media. Diantaranya El-Ka Sabili, Radar Banten, Fajar Banten, Tangerang Tribun. Hingga media berbasis komunitas, seperti Majalah Garis hingga Bulletin Lembur. Buku perdananya berjudul ”Buruh Bergerak; Pengalaman Aliansi Serikat Buruh Serang” diterbitkan oleh TURC (2010). Prestasi di bidang penulisan yang pernah diraihnya antara lain Juara 1 Lomba Meulis Blog Aku Cinta Bekasi, Juara 2 Rose Heart Writing Competition, dan salah satu pemenang dalam Lomba Menulis Esei Tingkat Nasional: Helvy Tiana Rosa, Karya dan Dunianya. Menumbuhkan kegemaran membaca di kalangan pekerja/buruh adalah obsesinya yang terus menyala hingga saat ini.

Assyafa Jelata

Assyafa Jelata, lahir di Serang – Banten pada 22 Oktober 1985. Aktif menulis puisi sejak Oktober 2009. Sehari-harinya bekerja sebagai seorang proletar di salah satu pabrik di Cilegon – Banten. Bergiat di komunitas untuk perubahan budaya (Kubah Budaya) Serang – Banten. Juga bergabung dengan pusat kajian puisi – komunitas planet senen (PKP – KoPS) Jakarta Pusat.

Abu Gybran

Abu Gybran merupakan nama pena dari Chaerudin Saleh, kelahiran 11 September. Selain aktif menulis, pria yang pernah menjadi wartawan di sebuah media dan penyiar radio swasta di Tangerang – Banten ini juga menjadi Anggota Badan Pertimbangan Forum Solidaritas Buruh Serang (FSBS).


Ana Westy

Ana Westy, tetapi lebih senang dipanggil Achie, lahir dan besar di Kalimantan Barat 3 Maret 1985, lalu menghabiskan masa kuliah dan kerja di Bandung. Senang menyebut diri sebagai penyiar yang penulis-penulis yang penyiar. Senang menulis karena ingin sekali tulisan-tulisannya bisa bermanfaat dan menginspirasi bagi banyak orang sekaligus tetap aktif di dunia penyiaran. Produksi karya fiksi dan non fiksi telah diterbitkan di berbagai media seperti Tribun Jabar, Pikiran Rakyat, dan Penerbit Esensi. Kenal lebih dekat dengan penulis via facebook thustrah@yahoo.com atau email anawesty@yahoo.com.

Argo Priyo Sujatmiko

Saat ini, pria lulusan SPMA Sidoarjo ini merupakan anggota Dewan Pengupahan Kabupaten Serang. Sebuah lembaga non struktural yang salah satu tugasnya merekomendasikan besarnya UMK. Diluar itu, Argo juga tercatat sebagai Sekretaris DPC FSPKEP Kab. Serang, dan juga menjabat sebagai Koordinator Bidang Hukum Politik dan HAM di Forum Solidaritas Buruh Serang.

Murah Asih

Ibu satu anak ini adalah buruh pabrik pencelupan benang di Cikande, Serang. Peran lain yang harus dijalankannya adalah sebagai istri, ibu, sekaligus pengurus sebuah organisasi serikat pekerja. Salah satunya adalah menjadi Anggota Biro Perempuan Forum Solidaritas Buruh Serang.

Iklan

Satu pemikiran pada “Dengan Bangga Memperkenalkan Penulis “Bicaralah Perempuan!!!”

  1. Selamat berkarya bung Kahar… teruskan…, tentu masih banyak hal-hal menarik yang bisa digali dari aktifitas serikat pekerja… dan Bung sudah berkarya… Oh, ya waktu Kongres FSPMI bung kok tidak terlihat?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s