Peserta Dialog Publik dan Launching Penggalangan Dana untuk Advokasi UMK 2011 Membludak

Hampir seratus orang hadir dalam acara Dialog Publik dan Launching Penggalangan Dana untuk Perjuangan/Advokasi UMK 2011 yang diselenggarakan semalam (3/11), di Gedung Pertemuan FKGS Cikande. Alhasih, ruang pertemuan yang hanya berkapasitas 70 orang itu tidak mampu menampung banyaknya peserta.

Puluhan peserta yang tidak mendapatkan tempat duduk, akhirnya memilih mendengarkan diskusi dari luar.

Pada awalnya, saya tidak mengira antusias kawan-kawan begitu tinggi. Apalagi acara dilakukan malam hari. Forum Solidaritas Buruh Serang (FSBS), sebagai penyelenggara, bahkan hanya menyiapkan konsumsi untuk 60 orang. Meskipun begitu, hal ini tidak mengurangi semangat peserta untuk mengikuti keseluruhan rangkaian acara.

Kiri-Kanan: Asep Saefullah (Depekab-SPN), Isbandi Anggono (Depekab-FSPMI), Agus Susilo (Depekab-kSBSI), Chaerudin Saleh (Anggota Dewan Pertimbangan FSBS), Pardiyo (Depekab-KSPSI), Atep Masria (Depekab-FSBB), Argo Priyo Sujatmiko (Depekab-FSPKEP), Asep Danawiria (Ketua DPC KSPSI); Amir Sanusi (Ketua DPC KSBSI), dan Parjan Tri Lukito (DPC SPN)

Tidak hanya peserta , enam dari tujuh anggota Depekab Serang dari unsur pekerja juga hadir dan menjadi nara sumber dalam dialog publik yang mengambil tema “UPAH LAYAK 2011: Bukan Janji, Bukan Wacana, Tapi Aksi Nyata” ini. Sementara sebagai penanggap adalah Chaerudin Saleh (Anggota Dewan Pertimbangan Forum Solidaritas Buruh Serang), Maya Agung Dewandaru (Aliansi Serikat Pekerja Serikat Buruh Serang), Asep Danawiria (Ketua DPC KSPSI Kab. Serang), Amir Sanusi (Ketua DPC KSBSI Kab. Serang), dan Parjan Tri Lukito (DPC SPN Serang).

Bertindak sebagai fasilitator dalam acara ini, saya mencoba memancing daya kritis peserta untuk tidak hanya menyerahkan permasalahan UMK kepada anggota Depekab. Sering saya katakan, agar buruh tidak menyerahkan UMK di meja perundingan dewan pengupahan. Tangerang memiliki pengalaman menarik, saat buruh-buruh disana menutup jalan TOL untuk mendongkrak nilai UMK. Bagaimana dengan Serang? Banyak opsi yang bisa dilakukan.

UMK di Kabupaten Serang, dalam beberapa tahun terakhir memang sudah 100% KHL. Hingga ada kesan, berapapun KHL-nya, itulah UMK-nya. Permasalahannya, 100% KHL itu juga dirasakan oleh kalangan pekerja belum layak. Lantas apa pengaruh inflansi, juga pertumbuhan ekonomi, produktivitas kerja, dan angka-angka yang makin membaik di Kabupaten Serang?

Melampaui KHL: Inilah yang ada dalam benak kawan-kawan. Kita semua sadar, upah buruh terkerangkeng dalam Permenakertrans Nomor: PER-17/MEN/VIII/2005 tentang Komponen dan Pelaksanaan Tahapan Pencapaian Kebutuhan Hidup Layak. Betapapun kita berusaha, maka akan selalu mentok dengan 46 item hasil survey.

Upah, semestinya memang didasarkan kebutuhan real buruh. Ekonomi. Sayang, dalam banyak hal, ia digeser menjadi keputusan politis. Apalagi, Banten saat ini menempati jumlah pengangguran tertinggi, maka ada kekhawatiran, upah buruh juga diarahkan semurah mungkin, untuk menarik minat investasi.

Dari awal, peserta memang dipesan untuk menyiapkan dana solidaritas sebagai simbol dan komitment perjuangan pekerja terhadap UMK 2011.Tidak boleh ada lagi, diskusi hanya untuk diskusi. Agar dilihat keren dan hebat, tetapi minim implementasi. Masalahnya klasik? Siapa yang akan melaksanakan? Dari mana sumber dana-nya.

Alhamdulillah, saat launching Penggalangan Dana untuk Perjuangan/Advokasi UMK 2011 ini digelar, terkumpul dana tunai sebesar Rp. 1.207.000,00. Sementara komitment bantuan yang akan diberikan melalui rekening sebesar Rp. 3.500.000,00. Dengan demikian, total dana yang berhasil dihimpun semalam sebesar Rp. 4.707.000.00.

Program Penggalangan Dana untuk Perjuangan/Advokasi UMK 2011 ini akan terus berlanjut hingga tanggal 15 Desember 2010 nanti. Selain untuk memfasilitasi diskusi dan kampanye UMK ke masyarakat luas, dana ini sebagai persiapan jika sewaktu-waktu diperlukan turun aksi. Momentum ini memang tidak tepat, karena bertepatan dengan banyaknya bencana yang terjadi di Negeri ini. Namun, seorang peserta mengatakan, UMK adalah bencana tersendiri bagi pekerja/buruh, oleh karenanya perjuangan untuk itu layak dilakukan penggalangan dana. Bagi teman-teman yang ingin berpartisipasi, bisa melalui nomor Rekening BCA: 882-0310218, dan memberikan konfirmasi via sms ke nomor 081807165440 An. Kahar S. Cahyono.

Apapun hasilnya nanti, mudah-mudahan kita semua bisa belajar bersama dari strategi gerakan serikat buruh di Serang dalam melakukan advokasi pengupahan, dengan menggabungkan kekuatan massa serikat buruh dan partisipasi dana publik (masyarakat).

Catatan Ketenagakerjaan: Kahar S. Cahyono
Sekretaris Konsulat Cabang Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia Kab. Serang
Koordinator Eksekutif Forum Solidaritas Buruh Serang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s