Jenis-jenis Kekerasan Seksual

Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan di Serang-Banten diluncurkan oleh FSBS pada 25 November 2010. Tidak gegap gempita, memang. Pun, diskusi dilakukan dalam temaram lampu lilin. Namun, dalam kesederhanaan itulah, tersimpan kesan yang mendalam. Sampai sekarang.

Diskusi berlangsung hangat dan akrab. Barangkali, ini karena tema yang diangkat sangat dekat.

Seperti diberitakan Radar Banten (26-11-2010), pada tanggal itu sebagian wilayah Banten yakni Kota Cilegon, Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang, dan terutama Kota Serang gelap gulita karena pemadaman listrik oleh PT PLN. Pemadaman listrik ini dilakukan PLN sejak pukul 16.30 WIB dan sempat hidup sekira 19.00 WIB, kemudian mati kembali pukul 10.30 WIB. Listrik nyala kembali sekira pukul 23.40. Baca lebih lanjut

Iklan

KERANGKA ACUAN: Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan

Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (16 Days of Activism Against Gender Violence) merupakan kampanye internasional untuk mendorong upaya-upaya penghapusan kekerasan terhadap perempuan di seluruh dunia. Aktivitas ini sendiri pertama kali digagas oleh Women’s Global Leadership Institute tahun 1991 yang disponsori oleh Center for Women’s Global Leadership.

Setiap tahunnya, kegiatan ini berlangsung dari tanggal 25 November yang merupakan Hari Internasional Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan hingga tanggal 10 Desember yang merupakan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Internasional. Dipilihnya rentang waktu tersebut adalah dalam rangka menghubungkan secara simbolik antara kekerasan terhadap perempuan dan HAM, serta menekankan bahwa kekerasan terhadap perempuan merupakan salah satu bentuk pelanggaran HAM.

Di Indononesia, sebagai institusi nasional hak asasi manusia di Indonesia, Komnas Perempuan menjadi inisiator kegiatan ini. Keterlibatan Komnas Perempuan dalam kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (HAKTP) telah dimulai sejak tahun 2003. Baca lebih lanjut

Dibalik Buku “Buruh Bergerak”

bukuIni sudah agak lama. Tepatnya 14 Oktober 2010 yang lalu, saat saya menjadi pembicara dalam Diskusi Publik Aliansi Lokal dalam Gerakan Buruh Indonesia dan Launching Buku “Buruh Bergerak; Pengalaman Aliansi Serikat Buruh Serang”. Kebetulan, saya adalah penulis dari buku “Buruh Bergerak; Pengalaman Aliansi Serikat Buruh Serang”, yang diterbitkan oleh TURC itu.

Ini adalah buku pertama yang saya tulis. Senang, tentu saja. Sebab menulis buku adalah obsesi saya sejak lama. Saya kira, para penulis yang memiliki pengalaman melewati tahapan ini (melahirkan karya pertamanya), pasti juga merasakan apa yang saya rasakan.

Beberapa tahun lalu, saat tulisan saya untuk pertamakalinya menembus media nasional, saya membelikan gelang seberat 4 gram untuk istri saya. Saya ingin membuat tanda dari honor pertama saya dari menulis. Mengingat sudah puluhan kali naskah saya dikembalikan, dan ini adalah kali pertama saya mengecap manisnya buah dari perjuangan menulis. Baca lebih lanjut

Undangan Audisi Menulis ”Bicaralah Perempuan”

Dalam Rangka Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan
(16 Days of Activism Against Gender Violence)
= = 25 Nopember 2010 s/d 10 Desember 2010 = =

Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (16 Days of Activism Against Gender Violence) merupakan kampanye internasional untuk mendorong upaya-upaya penghapusan kekerasan terhadap perempuan di seluruh dunia. Aktivitas ini sendiri pertama kali digagas oleh Women’s Global Leadership Institute tahun 1991 yang disponsori oleh Center for Women’s Global Leadership.

Setiap tahunnya, kegiatan ini berlangsung dari tanggal 25 November yang merupakan Hari Internasional Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan hingga tanggal 10 Desember yang merupakan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Internasional. Dipilihnya rentang waktu tersebut adalah dalam rangka menghubungkan secara simbolik antara kekerasan terhadap perempuan dan HAM, serta menekankan bahwa kekerasan terhadap perempuan merupakan salah satu bentuk pelanggaran HAM. Baca lebih lanjut

KAMPANYE 16 HARI ANTI KEKERASAN TERHADAP PEEREMPUAN

Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (16 Days of Activism Against Gender Violence) merupakan kampanye internasional untuk mendorong upaya-upaya penghapusan kekerasan terhadap perempuan di seluruh dunia.

Sebagai institusi nasional hak asasi manusia di Indonesia, Komnas Perempuan menjadi inisiator kegiatan ini di Indonesia. Aktivitas ini sendiri pertama kali digagas oleh Women’s Global Leadership Institute tahun 1991 yang disponsori oleh Center for Women’s Global Leadership.

Setiap tahunnya, kegiatan ini berlangsung dari tanggal 25 November yang merupakan Hari Internasional Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan hingga tanggal 10 Desember yang merupakan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Internasional. Dipilihnya rentang waktu tersebut adalah dalam rangka menghubungkan secara simbolik antara kekerasan terhadap perempuan dan HAM, serta menekankan bahwa kekerasan terhadap perempuan merupakan salah satu bentuk pelanggaran HAM. Baca lebih lanjut

Berebut Lapangan Pekerjaan

“Bukannya saya tidak bersedia membantu. Tetapi sungguh, dalam hal ini, saya berada dalam situasi yang sulit….,”

Dengan berat hati, saya harus mengucapkan kalimat itu. Saat seorang ketua LSM mengajak saya untuk mendemo sebuah perusahaan yang berlokasi di Kawasan Industri Modern. Lho, mengapa perusahaan itu harus didemo? Setidaknya ada dua alasan yang disampaikannya kepada saya. Pertama, karena perusahaan tersebut “tidak bersedia” merekrut warga sekitar sebagai tenaga kerja. Dan kedua, perusahaan tersebut tidak melakukan CSR. Baca lebih lanjut

Prosesi Penetapan Upah Minimum

Pertamakali saya mengetahui Dewan Pengupahan yang sudah merekomendasikan upah minimum untuk tahun 2011 di Banten adalah Kota Cilegon. Saat itu, saya dan beberapa kawan pimpinan serikat pekerja/serikat buruh di Kab. Serang dalam perjalanan pulang dari Dialog Publik dan Launching Buku di Jakarta Design Center (JDC). Hari itu, kalender menunjukkan tanggal 14 Oktober.

Dalam rapat yang digelar di Rumah Makan Bintang Laguna, hari itu juga, rekomendasi UMK Cilegon tahun 2011 diputuskan 1.224.000. Ini artinya, UMK Cilegon meningkat 4,22 persen, atau naik 50.000 jika dibandingkan tahun lalu yang besarnya mencapai 1.174.000. Baca lebih lanjut