Dukung Aksi Sepuluh November!

Kemarin siang, handphone saya berbunyi. Dari DPP FSPMI. Tak berapa lama, seseorang yang mengenalkan diri dari Komite Aksi Jaminan Sosial (KAJS) mengabarkan kalau KAJS bermaksud melakukan sosialisasi dengan kawan-kawan Aliansi SP/SB Serang. ”Seputar revisi UU 13/2003, RUU BPJS, juga rencana aksi gabungan pada 10 November nanti,” inilah kurang lebih informasi yang diberikan kepada saya. Waktunya? Besok pagi (Sabtu), jam 10 hingga jam 1 siang.

Saya butuh waktu untuk memberikan jawaban. Apalagi, saya juga tidak tahu, apakah teman-teman pimpinan SP/SB di Serang juga tidak sedang ada acara lain. Dan benar, saat saya sampaikan kepada Hafuri, Ketua DPC FSPKEP Serang ini mengatakan bahwa pada saat yang sama juga akan menghadiri Rakord di sebuah unit kerja. ”Acara ini sudah dipersiapkan seminggu yang lalu,” ujarnya.

Saya ingat, hari Minggu 31 Oktober 2010 teman-teman akan mengadakan diskusi dengan para anggota Dewan Pengupahan Kabupaten Serang. Bagaimana kalau acaranya digabung saja? Diawali dengan sosialisasi dari KAJS, dan ketika sudah selesai, dilanjutkan dengan pembahasan internal terkait dengan perkembangan terkini proses penetapan UMK 2011.

Pertemuan 31 Oktober ini sendiri sudah lama direncanakan. Itulah sebabnya, ketika beberapa waktu lalu diajak oleh Perkumpulan DEMOS untuk melihat perkembangan Omah Rakyat dan gerakan sosial di Batang, Jawa Tengah, saya mengatakan bahwa pada tanggal 31 Oktober harus sudah berada kembali di Serang. Acara itu sendiri memang tidak jadi dilaksanakan, dan ditunda pada Minggu depan.

Setelah disepakati oleh beberapa pimpinan DPC, saya sampaikan, bahwa sosialisasi KAJS kalau bisa hari Minggu. Bung Indra Munaswar, Sekjen DPP FSPTSK, yang juga anggota presidium KAJS mengatakan, jika hari Minggu sudah ada jadwal di tempat lain. Singkat cerita, ia akan membahas hal ini dengan kawan-kawan yang lain, dan akan memberikan konfirmasi kepada saya.

Hingga saya tertidur, semalam, tidak ada konfirmasi apa-apa yang saya terima. Kendati demikian, saya sudah yakin, bahwa rencana KAJS untuk melakukan sosialisasi dengan kawan-kawan aliansi SP/SB Serang tidak jadi dilaksanakan.

Benar saja, pagi hari, saya mendapatkan sebuah sms dari mbak Nani, SPMI, yang mengatakan bahwa sosialisasi kawan-kawan Serang digabung dengan Tangerang. Tak berapa lama, juga masuk sms dari bung Wahyu, Ketua PC SPL-FSPMI Serang, yang mengatakan bahwa hari ada sosialisasi revisi UU 13/2003 dan BPJS yang bertempat di Rumah Makan Remaja Kuring.

Dan, pada akhirnya saya memang tidak bisa hadir dalam sosialisasi yang dilakukan KAJS di Tangerang. Bukan sok sibuk, namun ada agenda lain yang tidak bisa ditinggalkan. Informasinya sangat pendek, dan pada saat yang bersamaan saya sudah dalam posisi ”siap jalan”

Dukung Aksi 10 November 2010

Namun satu hal, ini tidak mengurangi dukungan saya terhadap aksi teman-teman KAJS pada 10 November 2010. Bukan hanya dukungan, tetapi juga seruan agar kawan-kawan ikut bergabung dalam barisan para pejuang jaminan sosial untuk seluruh rakyat Indonesia. Bukan hanya buruh. Sebab jika ini berhasil, maka akan menjadi sumbangsih gerakan buruh bagi rakyat Indonesia.

10 November adalah hari Pahlawan. Dulu, pejuang kita mengorbankan nyawa dan harta untuk mempertahankan kemerdekaan. Saat ini, setidaknya perjuangan kita tidaklah seberat yang mereka lakukan.

Mengapa Aksi 10 November Penting?

Artikel yang saya kutip dari Kompas di bawah ini, barangkali bisa menjadi referensi bagi kawan-kawan.

Ini berawal dari kurang seriusnya pemerintah dalam memberikan perlindungan dasar bagi buruh, baik dengan penegakan hukum ketenagakerjaan sesuai Undang-Undang Nomor 13/2003 tentang Ketenagakerjaan maupun lewat implementasi Undang-Undang Nomor 40/2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional.

Presiden Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Said Iqbal mengungkapkan, revisi Undang-Undang Ketenagakerjaan ternyata lebih memihak pengusaha. Iqbal mencontohkan, revisi bakal diarahkan untuk membebaskan jenis pekerjaan yang dapat diborongkan ke pihak ketiga, mempermudah syarat kerja kontrak, serta menghapus upah minimum dan cuti besar.

“Penyimpangan praktik outsourcing yang masif terjadi karena pengawasan yang minim malah dijadikan pembenaran untuk merevisi pembatasan jenis pekerjaan outsourcing. Revisi ini semata-mata mengikuti mekanisme pasar dan semakin memarjinalkan pekerja,” ujar Iqbal.

Pemerintah memberi waktu tiga bulan bagi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk mengkaji Undang-Undang Ketenagakerjaan. Menurut Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar, LIPI dilibatkan agar hasil analisis bisa lebih terbuka dan tidak memihak siapa pun. Pemerintah menginginkan, proses ini dapat membuat titik temu antara harapan buruh dan pengusaha dalam revisi Undang-Undang Ketenagakerjaan.

Menurut Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional Federasi Serikat Pekerja Tekstil, Sandang, dan Kulit (FSPTSK) Indra Munaswar, revisi tersebut sangat memprihatinkan karena saat ini saja banyak buruh tidak terlindungi karena pengawasan pemerintah yang lemah. “Apalagi kalau amandemen (UU Ketenagakerjaan) berjalan, eksploitasi buruh akan semakin parah,” ujarnya.

Pemerintah semestinya memprioritaskan pembahasan rancangan undang-undang badan penyelenggara jaminan sosial yang diamanatkan Undang-Undang Nomor 40/2004 tentang SJSN. Jaminan sosial yang tidak diskriminatif merupakan kebutuhan utama perlindungan dasar rakyat Indonesia.

Akan tetapi, pemerintah tampak tidak serius menuntaskan amanat undang-undang tersebut yang semestinya sudah dilaksanakan sejak 20 Oktober 2009. Untuk itu, KAJS akan kembali menggelar aksi besar menuntut pemerintah mewujudkan jaminan sosial secara bertahap.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Federasi Serikat Pekerja Kimia Energi, Pertambangan, Minyak, Gas Bumi, dan Umum Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Sahat Butar-Butar menambahkan, buruh sadar Undang-Undang Ketenagakerjaan belum sempurna. Namun, revisi yang tengah terjadi sekarang arahnya malah menyempurnakan penderitaan buruh.

“Yang kami tolak, arah revisi ini mengurangi peranan pemerintah dalam melindungi buruh. Buruh sudah pasti dalam posisi yang lemah kalau peranan pasar (kerja) lebih kuat dari pemerintah,” ujar Sahat.

Iklan

2 pemikiran pada “Dukung Aksi Sepuluh November!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s