Belajar dari Seorang Andy F. Noya (Saat Kegelisahan Merayapi Dinding Hati)

Kita bekerja untuk kehidupan kita, bukan hidup untuk bekerja. Maka menjadi ironis, jika kemudian ada yang merasa bahwa hidup dan kehidupannya sudah terampas oleh perusahaan. Bila sudah seperti ini, dijamin, tempat kerja akan berubah menjadi penjara bagi anda.

“Pikirkan kehidupan lain selain pekerjaan Anda. Jangan biarkan pekerjaan membuat Anda kehilangan kehidupan sosial dan membuat Anda menjadi robot.” Saya pernah mendapatkan kalimat ini dalam sebuah penelusuran di google. Saya kira ada benarnya. Bekerja adalah salah satu cara buat kita untuk mendapatkan kesejahteraan, dan bukannya sebaliknya.

Tak berlebihan jika seorang motivator kondang dengan lantang mengatakan, hanya ada dua hal yang membuat kita layak untuk bertahan dalam sebuah perusahaan. Pertama, karena kita senang/nyaman dalam pekerjaan itu, dan yang kedua, kalaupun kita tidak nyaman dengan pekerjaannya, kita mendapatkan gaji yang baik.

Kalau dua-duanya tidak kita dapatkan, maka memang selayaknya untuk mengambil sikap tegas. Ya, buat apa bertahan dalam sebuah pekerjaan yang membuat kita susah dan tertekan, digaji kecil lagi! Hanya buang-buang umur.

Ach, mengapa saya menjadi sentimentil begini? Apakah saya sudah bosan dengan suasana kerja yang sekarang? Tidak juga. Hanya, memang, ada seseorang yang sangat mengilhami saya. Dialah Andy F. Noya, yang berani mengambil keputusan untuk keluar sebagai karyawan kantoran, justru ketika sedang dalam posisi mapan di tempat kerja.

Bagaimana kisah andy yang berani mengambil keputusan sulit itu? Anda bisa mencarinya sendiri di internet. Tetapi, kata-kata inilah yang terekam kuat dalam ingatan saya: “Aku takut tak bisa lagi berkembang, semakin lama kita berada di sebuah lingkungan kerja, semakin kecil kemungkinan kita untuk bisa terus berkembang,” papar Andy.

Andy bukan saya, tentu saja. Pun demikian, saya bukan Andy. Pertanyaannya, bisakah saya mengambil keputusan, sebagaimana yang bernah dia ambil? Sampai saat ini, saya belum menemukan jawabannya.

Tetapi, jujur saja, semangat itulah yang saat ini mengalir deras dalam darah saya!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s