Memaknai Facebook

Facebook merupakan ”negara” yang paling demokratis. Siapapun boleh bergabung menjadi warganya, dari anak kecil hingga orang tua, anak jalanan hingga professor, pengangguran hingga komisaris perusahaan. Segala perbedaan, dihargai benar disini. Inilah kalimat yang paling saya ingat dalam buku Gara-gara Facebook terbitan leutika.

Di Facebook, kita tidak sekedar bergabung. Didalamnya, kita bahkan bebas bereskpresi macam-macam. Menuangkan gagasan-gagasan cemerlang, luapan kesedihan dan kekecewaan, curhat, ngerjain teman, dan main games. Pendek kata, facebook bisa menjadi media untuk menghibur diri, menghilangkan kejenuhan, bahkan juga menghabiskan waktu dengan sia-sia. Facebook telah menjadi ”candu”.

Sebagai seorang facebookers, buku ini tentu saja menarik. Menarik, karena ada kedekatan dengan aktivitas yang saya lakukan.

Dari berbagai interaksi di dunia maya itulah buku ini lahir. Sangat beragam. Untuk menyebut beberapa diantarannya, kita bisa baca kisah Ahmad Aminudin yang menceritakan kalau temannya menemukan dompetnya di facebook, Afif yang ketemu teman-teman SD-nya di Facebook setelah tak diketahui rimbanya, dipecat gara-gara sering facebook-an di tempat kerja, dan sebagainya.

Meskipun sudah agak lama memiliki buku ini, baru malam ini saya sempat membaca tuntas buku ini. Seringkali, tulisan mengalir apa adanya. Ringan. Spontan. Khas anak muda. Namun, didalamnya, kita juga akan mendapati tulisan yang serius. Ini boleh dibilang buku antalogi, dan facebookers-lah penulisnya.

Membaca buku Gara-gara Facebook, pada saat bersamaan kita seakan diingatkan pada sebuah negeri besar di dunia maya. Ya, Facebook boleh dikata sebuah ”negara”, dan mereka yang berada didalamnya adalah warga. Betapa tidak, berbagai karakter dan pemikiran tumpah ruah setiap detik. Ada yang berhasil mendapatkan popularitas gara-gara facebook. Namun juga, tidak jarang seseorang jatuh gara-gara facebook.

Buku ini, setidaknya bisa media refleksi bagi anda, saya, dan para facebookers lainnya. Sebuah aktivitas super gaduh, namun senyap. Bayangkan, jutaan kata, gambar, dan video diposting setiap hari.

Tak salah memang, bila akhirnya kita musti memaknainya kembali. Seberapa besar, sesungguhnya facebook sudah mempengaruhi kehidupan kita sehari-hari.

Catatan buku: Kahar S. Cahyono

Judul buku: Gara-gara Facebook: Kisah-kisah Lucu, Gokil, dan Aneh dari Para Facebookers
Penulis: Facebookers
Editor: M. Solahudin
Penerbit: Leutika
Terbit: Tahun 2009

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s