Gadis

Lagi-lagi, saya harus mengacungkan jempol kepada gadis ini. Usianya belum genap dua puluh tahun. Masih muda, tentu saja. Dan dalam usia itu, dalam setahun terakhir, ia sudah menjadi karyawan di sebuah perusahaan dengan status kontrak.

Do`i orangnya sederhana, ini kesan yang saya tangkap saat ia menghadiri sebuah diskusi bertajuk politik dan demokrasi yang diselenggarakan Forum Solidaritas Buruh Serang (FSBS). Dan kesan itu semakin dalam, saat dalam beberapa kesempatan saya berdiskusi dengan si gadis.

Ia merupakan anak pertama dari empat bersaudara. Setidaknya, inilah pengakuannya. Mirip dengan saya. Hanya, bedanya, semua adik-adiknya adalah perempuan. Sedangkan saya hanya memiliki satu adik perempuan, dan itupun sudah almarhum.

”Saya tidak ingin adik-adik saya putus sekolah. Oleh karena itu, bagaimanapun juga, saya harus tetap bekerja agar bisa membantu membiayai sekolah adik-adik,” inilah kata-katanya yang selalu saya ingat.

Ia, bahkan nyaris tidak penah menggunakan gajinya – yang meskipun upah minimum – untuk keperluan pribadi. Seperti layaknya anak muda lainnya. Hampir seluruhnya ia berikan kepada Mama, panggilan ibu-nya. Baginya, bisa membantu orang tua adalah kebanggaan tersendiri. Disana ada kepuasan, yang tidak ternilai oleh harta benda.

”Saya berencana menikah setelah adik kedua saya lulus SMA. Mungkin 6 tahun lagi,” ia menyampaikan pandangannya tentang masa depan.

Buat saya, dinamika kehidupan pekerja/buruh sangat istimewa. Ia bertarung dengan waktu dan tenaga di dalam pabrik-pabrik, dengan hasil yang tidak seberapa, dan itupun seringkali didedikasikan buat orang lain. Salah besar jika ada yang mengatakan, bahwa buruh adalah perusuh. Justru, dia adalah aktor utama dalam pembangunan sebuah bangsa. Sangat tidak layak jika mereka diperlakukan sebagaimana layaknya mesin industri, sebab sejatinya, mereka adalah jiwa-jiwa yang penuh kasih.

Mereka bekerja bukan semata-mata untuk dirinya sendiri. Mereka bekerja untuk kemanusiaan. Untuk memanusiakan manusia.

Jempling, 23 Oktober 2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s