Perilaku Buruk Oknum Pimpinan Serikat Pekerja, Bukan Alasan Untuk Tidak Menjadi Anggota Serikat Pekerja

Ada banyak alasan yang sering kita dengar, ketika seorang pekerja/buruh menolak saat diajak bergabung dengan serikat pekerja/serikat buruh. Namun, dari sekian banyak alasan itu, yang menarik bagi saya adalah mereka menyatakan enggan bergabung dengan serikat buruh karena pengalaman masa lalunya yang tidak mendapatkan pembelaan optimal dari serikat pekerja. Ada kesan, pimpinan serikat pekerja “menjual” dirinya untuk kepentingan pribadi.

Dan untuk itulah, ia mengambil sikap tegas. Tidak tertarik lagi bergabung dengan serikat pekerja. “Sakit hati. Nggak ada manfaatnya,” kata-katanya sinis.

Penolakannya hanya didasarkan itu? Entahlah, meskipun hasrat saya untuk lebih tahu sangat besar, namun saya tidak mengeluarkan kata-kata apapun.

Saya memandangnya, tepat di kedua buah matanya. Ada kejujuran didalamnya. Pun saya sangat paham, banyak orang yang telah membajak gerakan serikat buruh untuk kepentingan pribadinya. Mereka berpura-pura membela burah, namun sejatinya telah berkhianat dengan menistakan hak-hak buruh.

Saya melihat, masih banyak orang-orang dalam organisasi ini yang ikhlas berjuang untuk dan bersama buruh. Tak jarang, bahkan harus mengongkosi sendiri perjuangannya. Idealisme butuh ongkos, sering saya mendengar itu. Terdengar untuk menghibur diri sendiri, namun saya percaya, 100% itu benar.

Orang bisa saja datang dan pergi, namun sesungguhnya cita-cita perjuangan serikat buruh adalah abadi. Pengurus bisa saja diganti, kalau memang sudah tidak amanah dan melanggar prinsip dasar organisasi. Pasrah, berdiam diri dan apatis dengan kondisi yang ada, buat saya adalah sikap bodoh yang sempurna. Itulah sebabnya, otokritik kedalam internal gerakan serikat buruh saya pikir sangat sehat. Sah dan mutlak harus dilakukan. Sebab oligarkhi adalah musuh bersama dalam gerakan social. Ini berlaku dimana-mana.

Jadi, salah besar jika kita enggan menjadi anggota serikat buruh hanya karena perilaku buruk sebagian aktivisnya. Bagaimanapun, keberadaan serikat pekerja memiliki manfaat yang besar dalam upaya melindungi, membela, dan mempertahankan hak serta kepentingan pekerja/buruh.

Anda bisa lihat, dengan masih adanya serikat pekerja saja, hubungan industrial di Indonesia semakin kacau. Apalagi jika tidak ada organisasi yang konsens memperjuangkan isu ini.

Bagaimana, sudahkah anda bergabung dalam barisan orang-orang yang meniatkat dirinya menjadi pembebas rakyat yang tertindas?

Kahar S. Cahyono
Sekretaris Konsulat Cabang Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia Kab. Serang
Koordinator Eksekutif Forum Solidaritas Buruh Serang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s