Memetakan Demokrasi

Hampir dua bulan ini, Forum Solidaritas Buruh Serang melakukan Pemetaan Demokrasi Lokal di Serang – Banten. Setidaknya, dalam kurun waktu delapan minggu itu, kami telah mewawancarai lebih dari 30 orang informan.

Penentuan ke-30 informan itu sendiri didasarkan pada empat kriteria: (1) Aktivis pro-demokrasi di Serang yang kredibilitasnya diakui masyarakat setempat secara luas; (2) Masih dan setidaknya telah lima tahun secara intensif terlibat dalam aktivitas demokrasi di Kabupaten Serang; (3) Memahami serta mempunyai kemampuan reflektif mengenai persoalan-persoalan demokrasi dan politik di Kabupaten Serang; dan (4) Memahami nilai-nilai, prosedur dan mekanisme, serta instrumen demokrasi

Dari keempat kriteria itu, kami mengelompokkannya kedalam 12 fronline informan, yang terdiri dari:
1. Perjuangan petani dan hak atas tanah
2. Gerakan buruh
3. Gerakan penegakan dan perlindungan hak asasi manusia
4. Antikorupsi dan good governance
5. Demokrasi sistem kepartaian
6. Pluralisme dan rekonsiliasi konflik
7. Demokratisasi pendidikan
8. Pengembangan profesionalisme
9. Pers dan jurnalisme
10. Perjuangan kesetaraan gender
11. Inisiatif untuk membangan representasi alternatif di tingkat lokal
12. Penguatan gerakan massa berbasis kepentingan

Saat ini, sebagai Koordinator Tim Peneliti Lapangan, saya sedang membuat catatan terkait dengan pelaksanaan penelitian. Juga beberapa hasil wawancara yang ”berserakan”, dari teman-teman.

Bagi saya, apa yang dilakukan kawan-kawan FSBS dengan penelitian ini sangat menarik. Menarik, karena kini mulai terang benderang, siapa saja aktor dominan dan alternatif di Kabupaten Serang.

Hanya, memang, bisa jadi bagi anda tidak mengejutkan benar. Toh masih sejalan dengan pengertian dari penelitian itu sendiri. Sebagaimana kita tahu, nama lain dari penelitian adalah riset. Riset diambil dari kata research yang berasal dari kata re (kembali) dan search (mencari). Secara etimologis, istilah penelitian diartikan sebagai ”mencari kembali”, yaitu mencari bukti-bukti baru yang dikembangkan menjadi teori untuk memperdalam dan memperluas ilmu tertentu.

Berbicara tentang penelitian, beberapa bulan yang lalu, Syafa`atun, peneliti dari DEMOS juga pernah memberikan materi tentang Penelitian Sosial dalam sebuah pelatihan yang diselenggarakan di Sekretariat FSBS. Dijelaskan, dalam penelitian sosial, masalah-masalah yang ingin diperoleh jawabannya adalah masalah-masalah yang berkaitan dengan kehidupan manusia di masyarakat. Dengan demikian, penelitian sosial adalah suatu metode analisis situasi dan merumuskan pelbagai masalah sosial dengan maksud untuk menemukan aspek-aspek yang baru, memahami sebab musabab beserta interelasinya, mengoreksi, mengadakan verifikasi dan memperluas pengetahuan yang semuanya sangat diperlukan bagi pengembangan teori-teori dan tindakan-tindakan praktis.

Itulah sebabnya, pemetaan demokrasi di Kabupaten Serang ini, kelak diharapkan bisa menjadi semacam rambu-rambu. Rambu yang akan memudahkan organisasi, juga element gerakan sosial lainnya, dalam memperjuangkan sesuatu yang lebih baik.

Hany saja, saat ini saya belum bisa memaparkan lebih jauh tentang riset ini. Mudah-mudahan, dalam satu dua bulan kedepan, akan diketahui hasilnya. Saya berjanji akan memberitahukannya kepada anda. Tentu dengan satu spirit, ini akan menjadi data yang kuat bagi kerja-kerja pemberdayaan yang kita lakukan kedepannya.

Oleh: Kahar S. Cahyono
Sekretaris Konsulat Cabang Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kab. Serang
Koordinator Eksekutf Forum Solidaritas Buruh Serang (FSBS)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s