Masihkah tega mengatakan: Pengangguran itu terjadi karena kebodohan mereka sendiri?

Tidak hanya di Serang, di Cilegon pun, pengangguran masih menjadi isu sentral. Hal ini terungkap dari rangkaian kegiatan reses anggota DPRD Cilegon baru-baru ini. Yang menarik, baik Serang maupun Cilegon memiliki basis industri yang cukup kuat. Kalau begini, pepatah yang mengatakan tikus mati di lumbung padi benar-benar terjadi.

Justru di sentra-sentra industri, pengangguran itu banyak terjadi. Menurut Mujiharto, staf fungsional Bagian Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja pada Disnaker Pemkot Cilegon, sejak Januari lalu hanya 10 perusahaan yang tercatat membuka lowongan kerja. “Kalau dirata-ratakan, per bulan sekitar ada 25 lowongan atau setahun 300 lowongan.”

Tentu saja, angka tersebut tak sebanding dengan data jumlah pencari kerja yang ada. Data di Disnaker Cilegon menyebutkan, hingga Agustus 2010 tercatat ada 3.368 pencari kerja di Cilegon. Mereka adalah para pencari kerja yang terdata melalui jumlah kartu kuning yang dikeluarkan Disnaker. Jumlah tersebut terdiri atas 1.928 pencari kerja pria dan 1.440 pencari kerja wanita.

Belum lagi, setiap tahunnya lulusan SMA dan SMK juga menjadi angkatan kerja baru. Tahun 2008, misalnya, lulusan SMA di Cilegon tercatat 2.235 orang, sedang lulusan SMK 1.549. Sedangkan pada 2009, lulusan SMA sebanyak 2.335, sedang lulusan SMK 1.201. Dari lulusan SMA tersebut, 90 persennya melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, sedang lulusan SMK hanya 30 persen saja. Dari angka-angka tersebut maka dapat diasumsikan, rata-rata ada 1.367 lulusan SMA dan SMK setiap tahunnya yang tak melanjutkan pendidikannya dan membutuhkan lowongan pekerjaan. Jumlah ini tak sebanding dengan ketersedian tenaga kerja yang hanya 300 lowongan setiap tahunnya.

Mana Janjimu…,

Membaca data di atas, selayaknya kita terketuk untuk berbuat sesuatu. Naif sekali, hanya karena kita sekarang sudah berada di dalam dunia kerja, lantas tak peduli dengan mereka yang ada diluar sana. Apalagi bila sampai beranggapan mereka pengangguran itu, murni tanggungjawabnya sendiri.

Buat saya, pengangguran di Indonesia pada umumnya, tentu lebih khusus untuk kasus Banten, adalah sistemik. Ini adalah kemiskinan yang terstruktur, kemiskinan yang dibuat. Jadi, ketika seseorang menganggur, bukan karena semata-mata ia tidak mendapatkan pekerjaan. Tetapi memang ia dibuat sedemikian rupa untuk tidak mendapatkan pekerjaan.

Ambil contoh, bagaimana para petani yang mengeluh sawahnya tidak produktif lagi karena sudah tercemari limbah industri. Saat mereka kesulitan untuk mendapatkan pupuk, dan kalaupun ada harganya sudah setinggi langit yang tak mungkin terbayar dengan hasil panennya nanti. Ini belum berbicara soal buruknya infrastruktur, yang memungkinkan hasil panennya bisa dijual dengan harga memuaskan.

Buruh? Jangan ditanya lagi. Gempuran labour market flexibility, telah menghilangkan kepastian kerja di negeri ini. Lalu, masih pantaskah mereka disebut bekerja, jika tidak ada kepastian soal pekerjaan itu sendiri, soal pendapatan, juga soal jaminan sosial.

Diluar itu kita bisa menyebut latar belakang pendidikan sebagai penyebab. Banyak orang mengamini masalah ini. Bahwa rendahnya pendidikan dan kemiskinan, adalah dua sejoli yang tak terpisahkan.

Lalu masihkah kita tega mengatakan, bahwa para pengangguran itu, murni karena kesalahan dan kebodohan mereka sendiri?

Lantas, bagi anda, apa makna janji Bupati, Gubernur, hingga Presiden untuk membuka lapangan kerja seluas-luasnya? Saya adalah warga Negara yang sah dan sangat mencintai republik ini. Itulah sebabnya, saya merasa berhak untuk menagih janji itu, hingga terpenuhi!

Oleh: Kahar S. Cahyono

Sekretaris Konsulat Cabang Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kab. Serang
Koordinator Eksekutif Forum Solidaritas Buruh Serang (FSBS)

Baca juga:
– Pengangguran di Serang mencapai 119.600 orang

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s