Pengangguran di Serang Mencapai 119.600 Orang

Pengangguran. Kata-kata ini sungguh tidak enak di dengar. Jangankan bagi mereka yang menganggur. Kita – atau setidaknya saya – merasa sangat tidak nyaman apabila mendengar kata yang satu ini disebut. “Pengangguran”. Buat saya adalah akar dari segenap permasalahan sosial yang mendesak untuk dicarikan jelan keluar.

Hanya, memang, kali ini saya tertarik untuk membahas tentang pengangguran ketika mengetahui Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Serang, Din Komarudin mengungkapkan, sebanyak 14,95 persen atau sebanyak 119.600 orang dari sekira 800.000 warga usia produktif (warga yang berusia 15 sampai 65 tahun) di Kabupaten Serang menjadi pengangguran. “Ini hasil survei angkatan kerja nasional 2010,” kata Din, Selasa (12/10).

Yang menarik, meski Kabupaten Serang bagian Timur merupakan daerah industri, namun tidak sedikit warga yang menganggur di daerah ini. Jika dicermati lebih dalam, kenyataannya konsenstrasi penduduk memang lebih banyak di daerah industri seperti Cikande dan Kibin. Apalagi orang yang ber-migrasi ke daerah industri belum tentu sudah bekerja.

Pemerindah Daerah Kabupaten Serang agaknya harus bekerja lebih keras untuk mengurangi jumlah pengangguran. Saya mendukung langkah Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Serang, dimana untuk mengurangi pengangguran di Kabupten Serang pihaknya sudah mengupayakan berbagai hal seperti peningkatan kualitas dan kapasitas calon pencari kerja.

Namun, yang merti harus diingat, mereka yang saat ini sudah bekerja pun sebenarnya rawan menjadi pengangguran. Tidak adanya kepastian kerja, membuat buruh rentan di PHK. Kalau ini tetap dibiarkan, maka sia-sialah upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas calon pencari kerja. Sudah yang bekerja di PHK, yang belum bekerja pun kesulitan untuk masuk kedalam dunia kerja.

Jumlah pengangguran yang sebanyak 119.600 orang bukanlah angka yang main-main. Jangankan ribuan orang, satu orang menganggur pun semestinya membuat Pemerintah mengerahkan segenap daya dan upaya. Kawan-kawan dalam organisasi Serikat Buruh tahu betul, bagaimana mereka setiap kali membela, melindungi, dan mempertahankan pekerja/buruh dari ancaman kehilangan pekerjaan.

Kalau begitu, upaya nyata dari pemerintah untuk melindungi rakyatnya yang sudah bekerja dari kehilangan pekerjaan menjadi penting. Ketegasan untuk menghapuskan system kerja kontrak dan outsourcing, yang nyata-nyata membuat rakyat pekerja tidak memiliki kepastian kerja, mutlak untuk dilakukan.

Pada saat yang sama, kualitas dan kuantitas pendidikan kita mesti terus ditingkatkan. Alasan tiadanya anggaran, seharusnya tidak dijadikan alasan untuk tidak menjadikan masalah ini sebagai permasalahan serius yang harus diselesaikan.

Oleh: Kahar S. Cahyono
Sekretaris Konsulat Cabang Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kabupaten Serang
Koordinator Eksekutif Forum Solidaritas Buruh Serang (FSBS)

One thought on “Pengangguran di Serang Mencapai 119.600 Orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s