Upah 2011 Harus Layak

Dalam beberapa minggu terakhir, perihal upah minimum tahun 2011 mulai ramai dibicarakan berbagai kalangan. Khususnya organisasi serikat pekerja/serikat buruh. Ini mengingat, dalam hitungan minggu, Dewan Penguapahan Kabupaten (Depekab) akan segera merekomendasikan besaran UMK.

Jum`at, 1 Oktober 2010 misalnya – sebagaimana dikutip Radar Banten – Koordinator Aliansi Serikat Pekerja Serikat Buruh (ASPSB) Serang, Ahmad Hafuri Yahya, mengatakan bahwa upah minimum 2011 tidak boleh lebih rendah dari KHL. “Jika tidak sesuai KHL, berarti melanggar peraturan,” ujarnya.

Lebih lanjur Hafuri menegaskan, berdasarkan Peraturan Menakertrans Nomor Per-17/Men/VIII/2005 tentang Komponen dan Pelaksanaan Tahapan Pencapaian Kebutuhan Hidup Layak, KHL merupakan standar kebutuhan yang harus dipenuhi seorang pekerja atau buruh lajang untuk dapat hidup layak, baik fisik, non-fisik, dan sosial selama satu bulan. “Jika kurang dari KHL, berarti kita tidak diperlakukan layaknya manusia,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengawasan dan Hubungan Industrial Disnakertrans Kabupaten Serang, Hendarman, menjelaskan, pihaknya belum bisa memutuskan berapa KHL 2011 karena survei terhadap harga kebutuhan pokok di pasar masih harus dilakukan sekali lagi. “Belum ada kesimpulan,” kata Hendarman, melalui pesan singkat.

Meski belum diputuskan, kata Hendarman, KHL 2011 diperkirakan akan mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. “Survei kami menunjukkan ada kenaikan sampai Rp 100.000, tapi itu belum final karena masih harus mempertimbangkan komponen lainnya,” kata dia.

Buat saya, ini menarik. Menarik, karena element pekerja/buruh masih menaruh perhatian serius terhadap permasalahan upah minimum yang dinilai masih rendah. Sesuatu yang pantas untuk diperjuangkan, mengingat hingga hari ini buruh masih nombok biaya hidupnya.

Bagaimana tidak dikatakan nombok, jika upah yang mereka terima tidak cukup untuk menutupi kebutuhan hidup. Bahkan yang sering terjadi, harus berhutang agar kebutuhan hidupnya terpenuhi.

Selamat memperjuangkan perbaikan upah tahun 2011.

Saatnya aksi, bukan retorika lagi!

Saatnya berjuang, jangan menjadi musang berbulu ayam!

Sebab di negeri ini, ribuan buruh bekerja sepanjang hari dengan upah yang jauh dari “layak”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s