Dukung Aksi Sepuluh November!

Kemarin siang, handphone saya berbunyi. Dari DPP FSPMI. Tak berapa lama, seseorang yang mengenalkan diri dari Komite Aksi Jaminan Sosial (KAJS) mengabarkan kalau KAJS bermaksud melakukan sosialisasi dengan kawan-kawan Aliansi SP/SB Serang. ”Seputar revisi UU 13/2003, RUU BPJS, juga rencana aksi gabungan pada 10 November nanti,” inilah kurang lebih informasi yang diberikan kepada saya. Waktunya? Besok pagi (Sabtu), jam 10 hingga jam 1 siang.

Saya butuh waktu untuk memberikan jawaban. Apalagi, saya juga tidak tahu, apakah teman-teman pimpinan SP/SB di Serang juga tidak sedang ada acara lain. Dan benar, saat saya sampaikan kepada Hafuri, Ketua DPC FSPKEP Serang ini mengatakan bahwa pada saat yang sama juga akan menghadiri Rakord di sebuah unit kerja. ”Acara ini sudah dipersiapkan seminggu yang lalu,” ujarnya. Baca lebih lanjut

The Power of “Klik”

“Berbeda dengan aksi protes di dunia non-Internet yang perlu pengorganisasian intensif sebelumnya, aksi di Internet dapat terjadi secara organik,” beginilah kira-kira Roby Muhamad pernah menulis. Lebih lanjut, Roby menjelaskan, tentunya ini bukan berarti aksi yang terjadi secara spontan; banyak grup di facebook yang terbentuk spontan tapi tidak menjadi besar karena mungkin tidak cukup banyak orang yang merasa isu tersebut penting.

Selain pentingnya isu, masih menurut Roby, yang membuat gerakan sosial di facebook berpotensi semakin membesar, ada fitur facebook yang tepat untuk menjadi alat rekrutmen sebuah gerakan, yaitu wall , yang membuat kita bisa melihat saat teman kita menjadi anggota sebuah grup. Manusia adalah mahluk sosial yang selalu memperhatikan apa yang dilakukan orang lain di sekitarnya. Melihat banyak orang dalam jejaring kita sendiri bergabung dengan sebuah grup akan memberikan tekanan sosial untuk bergabung. Baca lebih lanjut

Belajar dari Seorang Andy F. Noya (Saat Kegelisahan Merayapi Dinding Hati)

Kita bekerja untuk kehidupan kita, bukan hidup untuk bekerja. Maka menjadi ironis, jika kemudian ada yang merasa bahwa hidup dan kehidupannya sudah terampas oleh perusahaan. Bila sudah seperti ini, dijamin, tempat kerja akan berubah menjadi penjara bagi anda.

“Pikirkan kehidupan lain selain pekerjaan Anda. Jangan biarkan pekerjaan membuat Anda kehilangan kehidupan sosial dan membuat Anda menjadi robot.” Saya pernah mendapatkan kalimat ini dalam sebuah penelusuran di google. Saya kira ada benarnya. Bekerja adalah salah satu cara buat kita untuk mendapatkan kesejahteraan, dan bukannya sebaliknya. Baca lebih lanjut

[Foto] Ke Pulau Kemaro

Saat beberapa waktu lalu saya berkunjung ke Palembang, Sumatera Selatan, saya menyempatkan diri berkunjung di Pulau Kemaro. Pulau yang terletak di tengah sungai Musi ini, memang menyimpang legendanya sendiri. Tak berlebihan, jika akhirnya pulau ini menjadi salah satu tujuan wisata bagi masyarakat.

Setiap daerah memiliki kekhasannya sendiri-sendiri. Tidak terkecuali disini, di Palembang, sebuah kota dimana istri saya dilahirkan.

Baca lebih lanjut

Memaknai Facebook

Facebook merupakan ”negara” yang paling demokratis. Siapapun boleh bergabung menjadi warganya, dari anak kecil hingga orang tua, anak jalanan hingga professor, pengangguran hingga komisaris perusahaan. Segala perbedaan, dihargai benar disini. Inilah kalimat yang paling saya ingat dalam buku Gara-gara Facebook terbitan leutika.

Di Facebook, kita tidak sekedar bergabung. Didalamnya, kita bahkan bebas bereskpresi macam-macam. Menuangkan gagasan-gagasan cemerlang, luapan kesedihan dan kekecewaan, curhat, ngerjain teman, dan main games. Pendek kata, facebook bisa menjadi media untuk menghibur diri, menghilangkan kejenuhan, bahkan juga menghabiskan waktu dengan sia-sia. Facebook telah menjadi ”candu”.

Sebagai seorang facebookers, buku ini tentu saja menarik. Menarik, karena ada kedekatan dengan aktivitas yang saya lakukan. Baca lebih lanjut

Dukungan untuk Perubahan

Saya selalu mengatakan kepada kawan-kawan, bahwa musim hujan adalah hari yang menyenangkan. Setidaknya, inilah saat bagi petani untuk menanam padi. Lihatlah bagaimana petani tadah hujan di sekitaran kawasan industri Serang Timur, yang mulai menggarap sawahnya saat hujan tiba. Memang ada banjir dimana-mana, buat saya, itu adalah peringatan keras agar kita lebih mencitai alam.

Saat saya mengatakan ini kepada Dr. Zukieflimansyah dalam sebuah kesempatan berdialog di Perum Bumi Cikande Permai, ia juga memberikan persetujuan. Hujan, katanya, mengingatkannya akan keriangan di masa kecil. “Hujan membuat saya memiliki alasan untuk tidak pergi ngaji,” ucapnya yang disambut tawa hadirin yang lain. Baca lebih lanjut

[Foto] Kunjungan Laskar Merah Putih ke FSBS

Selasa sore, 26 Oktober 2010 Forum Solidaritas Buruh Serang kedatangan tamu dari Laskar Merah Putih Cikande – Serang. Pertemuan yang telah direncanakan beberapa hari sebelumnya ini dihadiri oleh Ketua Laskar Merah Putih Cikande, Muhayat, beserta dua orang rekan yang lain. Dari tuan rumah, selain saya, juga dihadiri oleh Argo Priyo Sujatmiko (Koordinator Politik, Hukum dan HAM), serta Heri Susanto (Sekretaris Umum).

Pertemuan yang berlangsung hangat ini membahas beberapa hal. Terutama permasalahan kemiskinan, pendidikan, pengangguran, buruh kontrak, dan sebagainya. Kami sepakat, kedepan akan bersinergi dalam melakukan kontrol sosial, sehingga keberadaan kami bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Laskar Merah Putih juga sepakat untuk bersama-sama gabung dalam Blok Politik Demokratik, yang saat ini terus disosialisasikan oleh FSBS.

Baca lebih lanjut