Benang Kusut TKI Kita

Pada 2009 tercatat 2.809 tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Banten bermasalah. Saya terdiam saat membaca judul berita Radar Banten tertanggal 15 Juni 2010 itu. Betapa tidak, jika selama ini kita mengenal permasalahan TKI dalam konteks global, kali ini ada di depan mata sendiri.

Apalagi, berdasarkan data Pusat Penelitian dan Informasi Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (Pulitfo BNP2TKI), dari TKI asal Banten yang bermasalah itu, sebanyak 1.319 orang berasal dari Kabupaten Serang dan Kota Serang.

Menurut Kepala Pusat Penelitian dan Informasi BNP2TKI Pusat Benyamin Suprayogo, ada 15 jenis masalah yang dialami TKI Banten sehingga mereka pulang sebelum kontrak kerja selesai. Antara lain, pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak, sakit akibat kerja, gaji tidak dibayar, penganiayaan, pelecehan seksual, dokumen tidak lengkap, majikan bermasalah, tidak mampu bekerja, pekerjaan tidak sesuai perjanjian kerja serta komunikasi yang tidak lancar.

“Kebanyakan dari TKI yang bermasalah ini bekerja tidak lebih dari sembilan bulan,” kata Benyamin usai pembukaan Forum Group Discussion (FGD) BNP2TKI Provinsi Banten di salah satu rumah makan di Kota Serang, Senin (14/6).

Banyak TKI Banten bermasalah, lanjut Benyamin, diketahui dari jumlah TKI Banten yang pulang pada 2009 melalui Gedung Pendataan Kepulangan Tenaga Kerja Indonesia (GPKTKI) Tangerang. “Total TKI asal Banten yang pulang sepanjang tahun 2009 sebanyak 23.248 orang. Selain bermasalah ada juga TKI yang pulang karena habis kontrak dan cuti. Untuk yang habis kontrak mencapai 19.456 orang, sedangkan yang cuti 983 orang,” terangnya.

Mengantisipasi masalah yang bakal menimpa TKI, Sekretaris Umum BNP2TKI Edy Sudibyo mengatakan, pemerintah pusat bersama pemerintah daerah harus bersama-sama memberikan subsidi bagi calon TKI. “Subsidi ini untuk pemberdayaan calon TKI melalui balai-balai pelatihan. Dua tahun lalu pemerintah pusat pernah mengalokasikan subsidi ini, tapi tahun ini belum tahu,” kata Edy.

Edy menambahkan, pemberdayaan calon TKI ini penting dilakukan agar TKI asal Indonesia tidak mengalami masalah. Jika mereka dibekali keahlian maka akan menaikkan daya tawar SDM Indonesia di luar negeri.

Staf Ahli Gubernur Bidang SDM Sartono mengungkapkan, tahun ini Pemprov mengalokasikan anggaran untuk pelaksanaan enam paket program pelatihan calon TKI, masing-masing paket untuk 16 TKI.

* * *

Beberapa waktu lalu, saat Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Kabupaten Serang menghadiri pelantikan PUK SPL-FSPMI PT. Austrindo, saya sempat menanyakan permasalahan TKI asal Serang kepada Kadisnaker, Sudrajat. Namun, seperti yang saya duga, Disnaker Kabupaten Serang sendiri juga belum memiliki jawaban yang memuaskan.

Inilah ironisme tenaga kerja asal Indonesia. Jangankan di luar negeri, di dalam negeri pun tak jarang tereksploitasi. Entah sampai kapan? Apapun itu, perntanyaan ini membutuhkan jawaban segera.

Sumber: Radar Banten, 15 Juni 2010

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s