Malaysia, Oh Malaysia…

Memanasnya hubungan Indonesia dan Malaysia, pada awalnya tidak begitu menarik perhatian saya. Namun, ketika membaca sebuah tulisan tentang perusahaan bisnis besar Malaysia yang ada di Indonesia, saya tergelitik untuk mengetahui lebih jauh. Apalagi kalau bukan masalah investasi.

Jika Indonesia mengirimkan tenaga kerja, yang kemudian banyak diantaranya tereksploitasi, maka Malaysia justru sebaliknya. Malaysia memanfaatkan pasar Indonesia yang sangat besar dengan jumlah penduduk 237 juta jiwa menjadi target pasar untuk menjaring keuntungan.

Pertanyaan berikutnya adalah, sampai kapan Pemerintah Indonesia memiliki ketegasan? Bukan untuk perang. Tetapi untuk membela dan melindungi hak dan kepentingan warga Negara Indonesia di negeri Jiran itu.

Jika ini saja tidak mampu, bagaimana bila harus berkonfrontasi dengan senjata? Ach, melihat ketidaktegasan pemimpin bangsa, ingin rasanya mengatakan: “Malu aku menjadi warga Negara Indonesia?”

Pada saat yang sama, bisnis Malaysia semakin menggurita di negeri ini. Berikut sejumlah grup bisnis Malaysia di Indonesia:

CIMB Niaga
CIMB Niaga adalah salah satu bank papan atas dan berada di urutan ke lima bank terbesar di Indonesia. CIMB Niaga yang merupakan penggabungan Bank Lippo dan Bank Niaga dikendalikan oleh perbankan asal Malaysia. Pemegang sahamnya adalah CIMB Group Sdn Bhd sebesar 56,1%, Santubong Ventures Sdn Bhd 16,65%, Greatville Pte Ltd 2,58%. Publik memiliki saham sekitar 24 persen.

Air Asia
Air Asia adalah salah satu maskapai penerbangan asal Malaysia. Maskapai yang mengklaim sebagai salah satu penerbangan murah ini melakukan ekspansi bisnis ke Indonesia dengan membuka rute-rute penerbangan ke sejumlah jalur gemuk di Indonesia.

Petronas
Petronas adalah perusahaan migas raksasa asal Malaysia yang melakukan ekspansi di Indonesia. Petronas bukan hanya ikut melakukan eksplorasi untuk menyedot minyak dan gas Indonesia, tetapi Petronas juga membuka jaringan yang melayani penjualan bahan bakar minyak melalui pembukaan sejumlah pom bensin.

Sime Darby
Sime Darby adalah grup bisnis perkebunan besar asal Malaysia hasil merger dari Kumpulan Guthrie, Golden Hope dan Sime Darby. Sebelum merger, Kumpulan Guthrie telah membeli ratusan ribu hektare perkebunan di Sumatra milik Grup Salim setelah diambilalih oleh Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) sebagai bagian dari penyelesaian utang Grup Salim.

PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BII)
BII adalah salah satu bank papan atas di Indonesia. Bank ini semula milik Grup Sinar Mas, belakangan diambilalih BPPN dan dilepas kepada konsorsium Sorak pada Desember 2003. Pada 30 September 2008, 55,51 persen saham Sorak diambilalih oleh Mayban Offshore Corporate Services (Labuan) Sdn. Bhd, anak perusahaan yang dimiliki sepenuhnya oleh Malayan Banking Berhad (Maybank). Maybank adalah salah satu grup bisnis perbankan besar di Malaysia.

Proton
Ini adalah perusahaan otomotif merk Proton yang saat ini gencar memasarkan produknya di negeri ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s