“Wujudkan Pembangunan Interchange. Jangan Tunggu Lama!”

Desakan agar Pemkab Serang segera mewujudkan proyek interchange di Desa Julang, Kecamatan Cikande, yang sudah lama tertunda datang dari Ketua Himpunan Pengusaha Wilayah Serang Timur (Hipwis), Suhandi. Tentu saja, apa yang dilakukan Suhandi layak untuk mendapat apresiasi. Betapapun, ini adalah sebuah bentuk kontrol social, yang dilakukan himpunan pengusaha di Serang agar Pemda memperhatikan sarana dan prasarana umum.

Bagi pengusaha, keberadaan interchange akan menumbuhkan gairah para investor datang ke Kabupaten Serang. Diyakini, interchange mampu membuat distribusi barang dari Jakarta-Serang-Merak atau sebaliknya lebih efektif karena tidak terjebak macet seperti yang terjadi sekarang ini.

“Kita sudah sering sampaikan ke Pemkab terkait urgensinya interchange bagi iklim investasi di Kabupaten Serang. Sampai sekarang belum juga direalisasikan ini yang kami tidak mengerti. Padahal mayoritas pengusaha di Sertim sudah siap men-support,” ungkap Suhandi, seperti dikutip Radar Banten, Jumat (3/9).

Buat saya, pembangunan Interchange di kawasan Industri Serang Timur memang penting. Disamping akan membuat efisien bagi dunia usaha dalam mendistribusikan barang, ada sedikit harapan akan mengurangi kemacetan karena menumpuknya mobil-mobil besar di Jalan Raya Jakarta – Serang itu.

Kebijakan pemerintah yang terkait sarana dan prasarana umum semestinya mendapatkan prioritas. Ketimbang sibuk mengurusi CSR perusahaan swasta, Pemda semestinya memacu agenda pembangunan interchange ini agar cepat terealisasi. Apalagi anggaran sudah ada. Tunggu apa lagi?

Beberapa aktivis serikat buruh yang tergabung dalam Forum Solidaritas Buruh Serang (FSBS), juga sepakat untuk melakukan advokasi terkait beberapa hal yang menjadi penghambat investasi. Infrastruktur jalan, termasuk didalamnya pembangunan interchange, adalah salah satu yang kami rekomendasikan.

Kesejahteraan buruh dan kemajuan perusahaan adalah dua sisi mata uang yang tak terpisahkan. Oleh karenanya, FSBS memiliki tanggungjawab moral untuk juga menyuarakan isu ini. Bahkan dalam area lebih luas, FSBS juga menyuarakan kepeduliannya terhadap beberapa isu yang memberi dampak pada masyarakat luas. Sebut saja lingkungan hidup, kesehatan, kemiskinan, hingga pendidikan.


Janji yang Menunggu Untuk Ditepati

Saya ingat, beberapa tahun lalu, proyek interchange menuju kawasan industri Serang Timur yang dibiaya ABPD Kabupaten Serang ini sempat tertunda lantaran dugaan kasus korupsi. Setelah hingar bingar kasus korupsi itu, baru-baru ini Ketua DPRD Kabupaten Serang, Fahmi Hakim mengaku, pada APBD Kabupaten Serang tahun 2010 ini pihaknya sudah menganggarkan dana sebesar Rp 8 miliar untuk membangun proyek ini.

“Kita sudah menganggarkan dana sebasar Rp 8 miliar. Diharapkan pada tahun 2011 jika memang berjalan lancar akan dapat digunakan untuk kepentingan para pengusaha maupun para pelaku industri yang ada di Serang Timur,” kata Fahmi.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Serang, Irawan Noor. Bahwa pihaknya sedang berkonsultasi ke Kementerian Pekerjaan Umum terkait izin apakah sudah layak dilanjutkan. “Kita targetkan paling lama 2011 bisa dikerjakan tapi semua tergantung keputusan pemerintah pusat,” ungkap Irawan.

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Serang Abdul Muhyi mengatakan, selayaknya Pemkab memprioritaskan kelanjutan pembangunan interchange karena sudah cukup lama tertunda. “Ini kan uangnya sudah ada, kenapa mesti lamban dikerjakan,” ungkapnya.
Dana yang tersedia untuk interchange sebesar Rp 8 miliar dari Pemprov Rp 5 miliar dan dari APBD Kabupaten Serang Rp 3 miliar.

Tidak terbukanya Pemda terhadap proyek interchange ini juga diungkapkan oleh Ketua Fraksi PAN DPRD Kabupaten Serang, Purbo Asmoro. Purbo khawatir, apabila pembebasan lahan interchange tidak transparan maka proyek ini akan gagal lagi dan berujung pada kasus hukum, seperti tahun sebelumnya. “Kami minta kepada eksekutif agar terbuka, jangan dilakukan sembunyi-sembunyi karena mengundang potensi diselewengkan dan kecurigaan publik,” kata Purbo, Senin (31/5).

Lebih lanjut Purbo menyayangkan sikap eksekutif yang tidak memberikan informasi kepada publik tentang perkembangan kelanjutan interchange. “Sampai saat ini Komisi I juga belum tahu sejauh mana proses interchange,” kata Purbo. Jika dilakukan tertutup bisa mengundang kecurigaan publik dan berpotensi diselewengkan pihak-pihak yang hanya mementingkan keuntungan semata (*)

2 thoughts on ““Wujudkan Pembangunan Interchange. Jangan Tunggu Lama!”

  1. Saya sangat setuju proyek ini segera direalisasikan, kalau susah .. pindah saja di kawan pertigaan Cikande Asem yang sangat strategis, untuk dibuat interchange ke tol Jkt- Merak, banyak manfaat :
    1. Ruas Tol Balaraja Barat – Ciujung adalah terlampau panjang, bila kita mau ke Rangkas Bitung atau ke kawasan industri Serang Timur
    2. Mengurangi kepadatan Lalin dari Balaraja – Kwasan industri Serang timur, sehingga pagi-siang-malam selalu macet sebab semua mobil besar lewat jalan ini, ditambah angkot
    3. Kami yakin dengan dibukanya interchange ini daerah sekitar akan tumbuh pesat dari segi industri dan pariwisata (terutama rangkas, Pandeglang dst via serang Cikande)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s