Perusahaan di Kabupaten Serang Mengabaikan Lingkungan Hidup

Teman-teman, pada tanggal 30 Juni 2010 lalu Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kabupaten Serang Anang Mulyana mengatakan, sebanyak 31 perusahaan di Kabupaten Serang mengabaikan aspek lingkungan dalam menjalankan usahanya. Ke-31 perusahaan itu belum melengkapi dokumen lingkungan, seperti izin pembuangan limbah, pembuangan bahan beracun dan berbahaya (B3) dan tempat pembuangan sementara (TPS) B3.

Selain masalah administrasi, kata Anang, secara teknis perusahaan juga kurang memenuhi standar, seperti tidak dilengkapinya tempat pengolahan limbah cair dan pembuangan emisi. Terang Anang kepada wartawan saat memperingati Hari Lingkungan Hidup tingkat Kabupaten Serang di Kecamatan Cinangka, Rabu (30/6).

Sepeti dikutip Radar Banten, dari 114 perusahaan yang diteliti Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kabupaten Serang, diketahui terdapat 57 perusahaan mendapat predikat baik, 26 perusahaan predikat cukup, dan 31 masih kurang dalam pengelolaan lingkungan.

Sayangnya, meski ada banyak perusahaan yang masih mengabaikan masalah lingkungan, namun BLHD belum akan memberikan sanksi. “Kami hanya beri masukan agar mereka terus memperbaiki pengelolaan lingkungannya,” ujar Anang.

Di tempat yang sama, Bupati Ahmad Taufik Nuriman mengimbau agar para pelaku industri, pertambangan, peternakan, dan jasa pelayanan kesehatan untuk meningkatkan ketaatannya dalam mengelola lingkungan hidup. Caranya, kata dia, dengan terus berupaya memperkecil dampak pencemaran limbah dan polusi udara. “Kami mengajak kepada semua warga Kabupaten Serang untuk membudayakan kepedulian lingkungan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Apa pentingnya data ini buat kita? Tentu saja, ini merupakan alasan yang cukup kuat bagi masyarakat Kabupaten Serang untuk mendesak kepada perusahaan agar memperbaiki cara pandangnya terhadap lingkungan. Betapapun, permasalahan lingkungan hidup akan berdampak cukup panjang dalam kehidupan manusia. Bisa jadi ia hanya beberapa tahun saja teledor, tetapi dampaknya akan berimbas pada beberapa generasi.

Sayangnya, Pemda sendiri tidak cukup memiliki ketegasan untuk menindak perusahaan yang mengabaikan aspek lingkungan hidup. Ach, apalah artinya himbauan? Disaat aturan regulasi yang ada pun dinistakan!

Buat saya, pelaku pencemar lingkungan adalah kejahatan terhadap kehidupan manusia. Ia tidak saja merugikan satu generasi, tetapi juga generasi-generasi lain yang akan terlahir esok hari.

Untuk itu, penting kiranya bagi Serikat Buruh untuk ikut “berbicara” dalam isu lingkungan hidup. Ayo, tunggu apa lagi!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s