Benang Kusut TKI Kita

Pada 2009 tercatat 2.809 tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Banten bermasalah. Saya terdiam saat membaca judul berita Radar Banten tertanggal 15 Juni 2010 itu. Betapa tidak, jika selama ini kita mengenal permasalahan TKI dalam konteks global, kali ini ada di depan mata sendiri.

Apalagi, berdasarkan data Pusat Penelitian dan Informasi Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (Pulitfo BNP2TKI), dari TKI asal Banten yang bermasalah itu, sebanyak 1.319 orang berasal dari Kabupaten Serang dan Kota Serang. Baca lebih lanjut

Serial Aktivis Buruh Serang (2): Belajar dari Argo Priyo Sujatmiko

”Sebelum memutuskan untuk hijrah ke Banten, saya bekerja di sebuah pabrik rotan yang terdapat di Mojokerto,” seperti inilah Argo menuturkan kisah hidupnya. Saat itu, ia baru saja keluar dari Fakultas Pertanian Universitas Jayabaya, Surabaya. Bukan karena telah berhasil meraih gelar sarjana. Tetapi karena drop out, karena merasa bahwa pertanian bukanlah dunianya. Argo keluar dari salah satu universitas swasta di Surabaya itu ketika baru semester 1.

Lelaki ini memang sulit dipahami. Betapa tidak, jika dirunut dari riwayat pendidikannya, seharusnya berada di fakultas pertanian adalah pilihan yang tepat baginya. Sebab pria yang dikenal sebagai Sekretaris DPC FSPKEP Kabupaten Serang ini lulusan Sekolah Pertanian Menengah Atas Pembangunan (setara SMA). Namun belakangan, ia mengatakan bahwa mengambil jurusan pertanian adalah sebuah keterpaksaan.
Atas bantuan bibinya yang seorang bidan, Argo bisa bekerja di pabrik rotan. Disana, meski baru masuk bekerja, Argo dipercaya memegang jabatan bergengsi. Sebagai Kepala Bagian QC. Saat itu tahun 1993. Baca lebih lanjut

Malaysia, Oh Malaysia…

Memanasnya hubungan Indonesia dan Malaysia, pada awalnya tidak begitu menarik perhatian saya. Namun, ketika membaca sebuah tulisan tentang perusahaan bisnis besar Malaysia yang ada di Indonesia, saya tergelitik untuk mengetahui lebih jauh. Apalagi kalau bukan masalah investasi.

Jika Indonesia mengirimkan tenaga kerja, yang kemudian banyak diantaranya tereksploitasi, maka Malaysia justru sebaliknya. Malaysia memanfaatkan pasar Indonesia yang sangat besar dengan jumlah penduduk 237 juta jiwa menjadi target pasar untuk menjaring keuntungan. Baca lebih lanjut

Perusahaan di Kabupaten Serang Mengabaikan Lingkungan Hidup

Teman-teman, pada tanggal 30 Juni 2010 lalu Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kabupaten Serang Anang Mulyana mengatakan, sebanyak 31 perusahaan di Kabupaten Serang mengabaikan aspek lingkungan dalam menjalankan usahanya. Ke-31 perusahaan itu belum melengkapi dokumen lingkungan, seperti izin pembuangan limbah, pembuangan bahan beracun dan berbahaya (B3) dan tempat pembuangan sementara (TPS) B3.

Selain masalah administrasi, kata Anang, secara teknis perusahaan juga kurang memenuhi standar, seperti tidak dilengkapinya tempat pengolahan limbah cair dan pembuangan emisi. Terang Anang kepada wartawan saat memperingati Hari Lingkungan Hidup tingkat Kabupaten Serang di Kecamatan Cinangka, Rabu (30/6). Baca lebih lanjut

“Wujudkan Pembangunan Interchange. Jangan Tunggu Lama!”

Desakan agar Pemkab Serang segera mewujudkan proyek interchange di Desa Julang, Kecamatan Cikande, yang sudah lama tertunda datang dari Ketua Himpunan Pengusaha Wilayah Serang Timur (Hipwis), Suhandi. Tentu saja, apa yang dilakukan Suhandi layak untuk mendapat apresiasi. Betapapun, ini adalah sebuah bentuk kontrol social, yang dilakukan himpunan pengusaha di Serang agar Pemda memperhatikan sarana dan prasarana umum.

Bagi pengusaha, keberadaan interchange akan menumbuhkan gairah para investor datang ke Kabupaten Serang. Diyakini, interchange mampu membuat distribusi barang dari Jakarta-Serang-Merak atau sebaliknya lebih efektif karena tidak terjebak macet seperti yang terjadi sekarang ini. Baca lebih lanjut

Pengusaha Tolak Pajak PJU Naik

Sumber: Radar Banten, 1 September 2010

SERANG – Rencana DPRD Kabupaten Serang menaikkan pajak penerangan jalan umum (PJU) industri ditolak pengusaha. Para pelaku industri mengaku sampai saat ini belum pulih dari krisis keuangan.

Menurut Ketua Himpunan Pengusaha Wilayah Serang Timur (Hipwis) Suhandi, rencana kenaikan pajak PJU industri menjadi 7 persen merupakan kebijakan yang memberatkan perusahaan di tengah krisis keuangan. “Dunia usaha sekarang belum pulih dan baru saja kita menerima hantaman kenaikan TDL. Masa iya pajak PJU akan dinaikan lagi,” kata Suhandi saat dihubungi Radar Banten, Selasa (31/8). Baca lebih lanjut

Investasi Mencapai Rp 6,5 Triliun

Sumber: Radar Banten,1 September 2010

SERANG – Sampai Agustus tahun ini jumlah investasi yang masuk di Kabupaten Serang mencapai Rp 6,5 triliun. Investasi itu terdiri dari perusahaan penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebanyak Rp 3,7 triliun dan perusahaan penanaman modal asing (PMA) sebanyak Rp 2,8 triliun.

“Kita bersyukur perkembangan investasi sepanjang tahun 2010 cukup baik,” ujar Ida Nuraida, Kabid Rencana Pembangunan Ekonomi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pemkab Serang, Selasa (31/8). Baca lebih lanjut