Peralatan BBLKI Dinilai Usang

Radar Banten, 26 Agustus 2010

SERANG-Peralatan yang digunakan dalam pelatihan di Balai Besar Latihan Kerja Industri (BBLKI) di Banten sudah kuno.

Hal itu terungkap dalam dialog antara alumni BBLKI di Banten dengan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar serta Gubernur Ratu Atut Chosiyah, Rabu (25/8).

Dalam dialog tersebut, salah satu alumni BBLKI mengeluhkan peralatan kerja yang dianggap sudah ketinggalan jika dibandingkan dengan saat terjun langsung ke lapangan kerja.

“Saya pernah mengalami kejadian yang cukup memprihatinkan. Ternyata peralatan yang selama ini saya gunakan dalam pelatihan di BBLKI spesifikasinya sudah jauh tertinggal dibandingkan dengan milik perusahaan tempat saya bekerja. Akibatnya saya seperti belajar lagi dari awal,” ujar Alwani dalam sela-sela dialog.

Diakui Alwani, hal tersebut membuat beberapa perusahaan memandang sebelah mata terhadap lulusan BBLKI. “Ini hanya salah satu keluhan yang selama ini mungkin belum disadari oleh Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi atau Disnakertrans yang menaungi langsung BBLKI di Banten. Menurut saya, ini perlu ada peningkatan mutu dan kualitas lulusan BBLKI,” tegasnya.

Hal senada juga diungkapkan Wahyudi yang merupakan alumni BBLKI Serang pada 2008. Wahyudi mengeluhkan belum ada peningkatan kualitas BBLKI khususnya di bagian peralatan. “Tapi saya bersyukur, karena bisa masuk BBLKI Serang dan bisa bekerja seperti saat ini. Tapi ke depannya perlu ada peningkatan kualitas peralatan di BBLKI sehingga dalam praktiknya di lapangan bisa sesuai dengan saat pelatihan,” tambahnya.

Keluhan juga datang dari Jelita Sirait, perwakilan industri. Menurut Jelita, saat ini kualitas SDM yang dikeluarkan BBLKI belum seperti yang diharapkan. Namun Jelita tidak menampik, kalau peran serta BBLKI dalam melahirkan tenaga kerja yang siap pakai cukup membantu. “Hanya saja tingkat kualitasnya yang masih belum maksimal,” tegasnya.

Selain peralatan yang kurang terbarukan dan tidak mengikuti perkembangan teknologi, tambah Jelita, kualitas SDM lulusan BBLKI mulai menurun karena pendidikannya hanya dilakukan dalam waktu lima bulan. Tidak seperti beberapa tahun sebelumnya, di mana BBLKI juga memiliki lulusan dengan pendidikan selama tiga tahun.

“Saya berharap Pak Menteri, Ibu Gubernur, dan Pak Kadisnakertrans, untuk mengadakan kembali pelatihan di BBLKI dengan masa pembelajaran hingga tiga tahun. Sehingga benar-benar siap terjun ke lapangan dengan skill yang sudah matang,” ungkapnya.

Menanggapi peralatan yang sudah kuno dan masa pelatihan para peserta BBLKI, Menakertrans Muhaimin Iskandar mengaku belum bisa memberikan solusi terbaik. Salah satu kendalanya adalah masih terbentur dengan dana yang tersedia. “Untuk melakukan revitalisasi balai latihan kerja, memerlukan dana yang cukup besar. Namun demikian, masalah itu sudah menjadi sorotan kita sejak lama dan kini sedang dalam tahap penggodokan. Karena hal ini kaitannya dengan pengurangan tingkat pengangguran di Indonesia umumnya dan di Banten khususnya,” jelasnya.

Politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu juga mengakui, revitalisasi Balai Latihan Kerja (BLK) juga terbentur dengan sistem otonomi daerah. Sehingga koordinasi antara pemerintah daerah dan pusat terputus, khususnya terkait penanganan BLK. “Dengan adanya otonomi daerah, otomatis BLK menjadi tanggung jawab masing-masing provinsi, kota, dan kabupaten yang menaungi. Sehingga tidak ada lagi kewenangan dan pengawasan langsung oleh kementerian. Namun hal ini tetap akan kita bicarakan untuk kemudian dicari pemecahan solusinya,” ungkap Muhaimin yang datang dengan mobil bernopol RI 28 itu.

Sementara itu Gubernur Ratu Atut Chosiyah mengatakan, pemerintah daerah sudah mengupayakan beberapa hal untuk melakukan peningkatan kualitas lulusan BBLKI. Salah satunya adalah dengan mendorong kerja sama antara Dinas Pendidikan Provinsi Banten dan Disnakertrans. “Tapi belum terealisasi. Kita harapkan dalam waktu dekat sudah bisa terjalin kerja sama. Dan itu akan terus saya dorong. Khususnya kepada Kadindik Banten Pak Eko dan Kadisnakertrans Pak Eutik,” pungkasnya.(bon/alt)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s