Tentang Tangerang

Sore kemarin, bersama dengan beberapa kawan saya berdiskusi dengan Bakal Calon Bupati Tangerang.

Yups, anda sedang tidak salah baca. Kami memang sedang berdiskusi dengan seseorang yang meniatkan diri untuk ikut serta dalam pemilihan kepala daerah Kabupaten Tangerang. Sederhana saja, diskusi itu berlangsung santai di teras belakang rumahnya yang asri. Kami, delapan orang, duduk melingkar di meja bundar.

Dalam diskusi yang penuh keakraban itu, kami membicarakan beberapa skenario. Tentu saja, skenario utama adalah bagaimana harus memenangkan pilkada. Politik adalah soal angka, ia soal mungkin dan tidak mungkin. Mengingat orang ini bukanlah sosok yang melegenda dan dikenal luas di kalangan masyarakat Tangerang, memang dibutuhkan kerja yang lebih keras.

Semat juga terselip ragu, terlalu berlebihan jika berharap ia bisa didaulat menjadi orang nomor satu di kabupaten dengan sejuta asa ini. Namun, bukankah rakyat juga berhak menentukan pilihannya sendiri? Memilih demokrasi substansial yang akan memberi kuasa kepada mereka atas urusan publik, dan juga, kesetaraan politik!

Maka, pada akhirnya adalah apa yang hendak ditawarkan. Perubahan apa yang bisa dijanjikan, termasuk juga penjelasan cerdas bagaimana janji-janji itu bisa diwujudkan.

Tentu saja, ini soal cara bagaimana kemenangan itu harus diraih. Pilkada Tangerang sendiri masih relatif lama, namun justru disitulah letak keunggulannya. Ada waktu yang cukup untuk mempersiapkan diri, ada waktu yang cukup untuk mengembangkan basis dan memberikan pendidikan politik di zona akar rumput.

“Saya tahu, apa yang akan saya perbuat jika menang. Karena saya sudah mempersiapkannya dengan matang. Kalau pun kalah, saya juga tahu harus berbuat apa. Sebab hal itu menjadi sumbang sih saya bagi kemajuan demokrasi dan pendidikan politik bagi masyarakat,” kalimat indah yang selalu saya kenang.

Optimis. Itulah spirit yang saya dapatkan. Yang membuat saya senantiasa tersemangati, apalagi di bulan Ramadhan seperti ini. Lantas bagaimana dengan anda? Seberapa siapkah untuk menyambut hari kemenangan?

Catatan 5 Ramadhan 1431 H:em> Kahar S. Cahyono

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s