“Kutunggu Hadirmu di Rumah Komunitas Itu…,”

Akhirnya, sore itu bersama istri dan kedua buah hati saya berkesempatan menghadiri Pesta Buku Jakarta. Dalam kondisi sakit mata. Tidak nyaman, memang. Tetapi tetap saja memaksakan untuk berangkat, mengingat pada beberapa hari kedepan, kegiatan yang musti saya ikuti cukup padat.

Dan buku, adalah sesuatu yang selalu membuat saya bersemangat. Ada keabadian di dalamnya, yang menjadikan peristiwa puluhan tahun silam tetap relevan untuk diketengahkan. Baca lebih lanjut

Tentang Seorang Kawan

Saya mengenalnya sudah lama. Bahkan saat masih mengenakan seragam abu-abu putih, di sebuah kota kecil, Blitar. Kami bukan saja saling mengenal. Bahkan dalam banyak hal, seringkali terlibat dalam perdebatan panjang. Selalu. Ada saja pendapat saya yang dibantahnya. Sikap oposisi-nya terhadap saya murni, 100%. Walah-walah, padahal saya bukan pejabat apapun kala itu, hehe….

Sore itu, sepulang menghadiri sebuah acara di Swiss Bellhotel, Mangga Besar, Jakarta Pusat, saya bertemu kembali dengan gadis berjilbab itu. Senang saja berjumpa dengan kawan lama, di sebuah tempat yang jauh dari tanah kelahiran. Saya tidak hendak mengatakan, bahwa ia masih sama seperti dulu. Ada yang berubah, tentu saja. Baca lebih lanjut