FSBS dan Politik

Baru-baru ini, di Sekretariat Forum Solidaritas Buruh Serang (FSBS) diselenggarakan sebuah diskusi bertajuk ”Pengembangan Demokrasi Lokal” bersama Siti Zuhro, Peneliti Bidang Politik LIPI. Betapapun, dalam banyak literatur kita bisa menemukan, bahwa gerakan serikat buruh sangat lekat dengan demokrasi? Bagi FSBS, sebenarnya kesadaran untuk itu sudah mulai tumbuh. Terbukti, sejak dua tahun yang lalu, dalam struktur kepengurusannya, FSBS memiliki Koordinator Hukum, Politik, dan Hak Asasi Manusia.

Dalam redaksi lain saya hendak mengatakan, bahwa FSBS juga berpolitik. Bukankah upaya untuk mempejuangkan hak dan kepentingan buruh kepada negara adalah bagian dari kegiatan yang ”bermuatan politik”?

Itulah sebabnya, ketika di Minggu pagi (6/6/10) itu kami berdiskusi bersama Siti Zuhro, kami merasa semakin tersemangati. Apalagi ketika diskusi masuk lebih dalam lagi, untuk kemudian menyandingkan kondisi dan realitas kehidupan di Serang – Banten dengan beberapa kabupaten, seperti: Kabupaten Solok – Sumbar, Kabupaten Gianyar – Bali, Kabupaten Bone – Sulawesi Selatan, dan Kabupaten Bojonegoro – Jawa Timur. Mewujudkan tatanan kehidupan yang lebih baik adalah sebuah keniscayaan. Mungkin kaum buruh tidak bisa menyelesaikannya secara sendirian, dan persis pada titik inilah yang dibutuhkan adalah sinergi dengan element yang lain.

Setidaknya, perempuan yang menyelesaikan S3-nya di Australia ini memberikan empat catatan penting: Pertama,Demokratisasi lokal berlangsung dan megalami banyak tantangan, baik ditinjau dari nilai-nilai budaya politik lokal maupun peran aktor yang tak selalu mendorong kemajuan demokrasi. Demikian bila dilihat dari kelembagaan daerah seperti DPRD.

Kedua,Para aktor di keempat daerah penelitian kurang berperan positif dalam mendorong demokratisasi, sebagaimana yang tercermin dalam pemilukada.

Ketiga,Politik transaksional relatif menguat daripada komitmen untuk memperkuat konsolidasi demokrasi di tingkat lokal, yang dilakukan secara variatif oleh keempat daerah penelitian.

Keempat,CSO yang solid dan saling bahu-membahu sangat diperlukan agar gerakan sosial tidak terfragmentasi. CSO perlu fokus dan konsisten dalam memperjuangkan demokrasi.

Berkenalan dengan tokoh dan pemikiran baru, seringkali membuat imajinasi saya berkembang. Apalagi saat beberapa kawan mulai mengungkapkan gagasannya, tentang apa yang bisa mereka berikan untuk memajukan Kabupaten Serang di masa yang akan datang.

Apalagi, semenjak memindahkan sekretariatnya ke Perum Bumi Cikande Indah, FSBS kini semakin dekat dengan masyarakat (buruh). Tentu saja, tantangannya juga menjadi semakin besar. Disamping dituntut tetap kritis dalam isu-isu ketenagakerjaan, juga dihadapkan pada realitas, bahwa FSBS juga mulai memiliki kesadaran untuk memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar. Ambil bagian dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, juga menjadi bagian dari kaum buruh yang terkonsolidasi dan memiliki kesadaran politik.

Betapapun, kami sudah melangkah. Mohon dukungan dan doa`a dari teman-teman, agar kami bisa bisa membuat sejarah yang kelak akan dikenang oleh peradapan. (*)

Iklan

Satu pemikiran pada “FSBS dan Politik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s