Kota yang Dipenuhi Misteri

Judul Buku : City of Bones
Pengarang : Cassandra Clare
Bahasa : Indonesia
Penerbit : Ufuk Publishing House
Waktu Terbit : Februari 2010

Apa yang ada dalam benak anda saat membayangkan berada di kota yang dipenuhi tulang belulang? Meyeramkan, penuh misteri, dan yang pasti, akan ada banyak kejutan. Persis, berbagai sensasi itulah yang ditawarkan Cassandra Clare dalam novelnya yang berjudul City of Bones.

Sepintas, City of Bones mengingatkan kita pada novel Hush Hush karya Becca Fitzpatrick. Sama-sama bercerita tentang manusia setengah malaikat, maksud saya. Hanya, memang, City of Bones lebih menantang. Berbagai petualangan dihadirkan, sehingga alur kisahnya sulit ditebak, hingga di halaman terakhir.

Semakin membaca, adrenalin anda akan semakin terpacu.

Dari awal kita sudah disuguhi sebuah cerita menghentak: pertemuan antara Clary dan Jace di sebuah club malam. Pertemuan tak direncanakan. Inilah awal, Clary bisa melihat dunia bayangan, Jace salah satunya. Akibatnya, kini iblis pun mengincar nyawa Clary dan berhasil menculik ibunya.

Peristiwa itu menyeret Clary ke tempat para Pemburu Bayangan yang disebut Institut. Emosi kita ikut terkuras habis di bagian ini. Apalagi saat Clary mengetahui sedikit demi sedikit jati dirinya tentang ibu, ayah dan dirinya mengapa bisa memiliki kemampuan untuk bisa melihat dunia para pemburu bayangan. Hingga akirnya Clary tahu, bahwa ibunya yang selama ini dikenalnya sebagai pelukis, ternyata adalah mantan pemburu bayangan. Clary juga diberitahu tentang Lingkaran, sekelompok pemburu bayangan pemberontak yang menyulut perang di Idris, kampung halaman bagi nephilim. Lingkaran juga yang mengirim iblis untuk menculik ibunya. Mereka menduga ibunya adalah orang yang selama ini menyembunyikan piala, sebuah instrumen mortal yang berkaitan dengan cikal bakal kaum Nephilim.

Beruntung ada Jace. Bersama Jace dan kawan-kawannya, Clary mulai mengambil langkah guna membebaskan ibunya. Singkat kata, akhirnya Clary berhasil menemukan piala yang selama ini tersimpan rapi dalam lukisan ibunya. Dengan piala itu, Clary bermaksud menukarkan dengan ibunya

Semakin membaca, adrenalin anda akan semakin terpacu.

Sebab ternyata dengan ditemukan piala, tidak serta merta cerita usai. Harapan Clary bertepuk sebelah tangan, ketika Hodge berkhianat dan menyerahkan piala itu kepada musuhnya. Saat akhirnya Clary berhasil menemukan ibunya, rahasia pun terkuak. Ternyata pemimpim Lingkaran, Valentine, adalah suami Jocelyn sekaligus ayah kandung Jace.

Lalu, bagaimana mungkin selama ini mereka saling mencintai? Sebuah kisah yang menarik untuk diurai, dan akan membuat anda tidak akan beranjak dari tempat duduk sebelum benar-benar selesai membacanya.

Dibalik Layar

Berlatar belakang Kota New York, City of Bones membawa angan kita melayang. Cassandra Clare, menceritakan setiap bagian dengan detail, sehingga membuat cerita fiksi ini seolah-olah berada di alam nyata. Bagi sebagian orang mungkin terlalu bertele-tele, tetapi justru itulah yang membuat kita mendapatkan imajinasi yang utuh.

Jangan duga alur dalam novel ini monoton. Anda akan menemukan cinta yang mempesona, pengorbanan, penghianatan, sekaligus kejutan. Siapa sangka jika dua orang yang dimabuk asmara, Jace dan Clary adalah dua bersaudara? Dan itu terungkap, justru di bagian akhir. Untuk yang kesekian kali, sebelum akhirnya menutup buku ini, anda akan merasakan kejutan yang penuh sensansi! (*)

11 thoughts on “Kota yang Dipenuhi Misteri

  1. Mas Kahar rajin membuat resensi ya? Saya selalu penasaran untuk membeli bukunya setiap kali membaca resensimu….,

    1. Terima kasih mbak Haya. Saya memang membeli buku ini, memang sengaja untuk dibuat resensinya. Kebetulan Ufuk Press sedang mengadakan lomba menulis resensi, jadi ceritanya aji mumpung, hehe….

  2. Teman-teman, siapapun anda pembaca postingan ini. Tulisan ini saya buat untuk mengikuti lomba menulis resensi yang diselenggarakan Ufuk Press. Tentu saja, sebagaimana peserta lomba yang lain, saya berharap bisa menjadi pemenang.

    Nah, salah satu penilaian lomba adalah terkait dengan kualitas postingan. Untuk itu, saya ada penawaran yang menarik bagi anda semua…

    Apa itu?

    Jika kelak tulisan ini keluar sebagai pemenang, saya akan memberikan kenang-kenangan (hadiah) buku kepada peserta yang memiliki komentar terbaik. Adil bukan? Makanya buruan beri komentar, sebelum 30 Mei 2010. Ditunggu….

    Salam;
    Kahar S. Cahyono

  3. Menarik, mas. Ini namanya lomba di dalam lomba, hehe….
    Ini seperti si manusia bayangan yang bisa menyusup kemana-mana. Semoga sukses!

    Balas

    1. Terima kasih. Kebetulan resensi ini saya ikutkan lomba, dan salah satu penilaiannya berdasarkan kualitas komentar. Apa salahnya jika aspek ini pun saya lombakan, hehe…. Bagi-bagi rejeki, biar adil (itupun kalau menang)

  4. Membaca judul bukunya, sudah meninggalkan kesan seram. Membaca resensinya, saya bisa mereka-reka betapa hebatnya buku ini. Penuh misteri, dan menggoda.

    Sebuah cerita misteri di kota new york yang modernis (ditengah masyarakatmya yang tidak mempercayai takhayul), tentu menjadi daya tarik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s