Meretas Jalan Tumbuhnya Industri Kreatif di Dalam Negeri

Sewaktu masih duduk di SMP, sebenarnya saya memiliki keinginan besar untuk ikut kursus komputer yang diselenggarakan pihak sekolah. Seingat saya, mereka yang diberi kesempatan untuk ikut kursus adalah murid-murid pilihan. Nah, masalahnya, saya bukanlah seorang ”bintang” saat itu. Jadi wajar jika kemudian tidak masuk dalam kategori bergengsi, para siswa yang mendapat kehormatan untuk menggunakan laboratorium komputer yang baru saja diresmikan itu.

Ketika melanjutkan ke jenjang SMK pun, saya masih terbilang gaptek. Teman-teman sudah berbicara internet. Mahir menggunakan komputer. Bahkan seorang guru saya, sering menganalogikan, bahwa dengan internet kita bisa meletakkan dunia di ujung jari jemari kita. Saya hanya bisa membayangkan, sembari berharap suatu saat bisa mengakses apa itu yang bernama intenet. Hingga detik itu, saya bahkan belum pernah memegang komputer sekali pun.

Saat dipercaya sebagai Ketua Dewan Redaksi Arsitek, majalah resmi SMK Negeri 1 Blitar, saya dan teman-teman menyusun naskah yang hendak diterbitkan menggunakan mesin ketik. Untuk kemudian diketik ulang oleh pihak percetakan. Proses yang melelahkan dan menyita banyak energi.

Baru setelah bekerja, di Serang – Banten, saya menuntaskan dendam. Bila dahulu saya terbentur biaya untuk mengembangkan kemampuan, setidaknya saat ini saya bisa mengikuti kursus komputer dengan biaya sendiri. Sejak saat itu, saya seperti menemukan cahaya. Saya seperti memasuki dunia luas tanpa batas, saat menyadari bisa berselancar di dunia maya.

Jika sebelumnya saya menulis dengan menggunakan mesin ketik, lalu pergi ke kantor pos untuk mengirimkan tulisan ke beberapa media massa, saat ini semuanya bisa saya lakukan tanpa harus beranjak dari tempat duduk. Sangat efektif dan ekonomis. Wajar jika kemudian bidang ini berkembang sedemikian pesat.

Belakangan saya tahu, selain menjadi bagian yang tak terpisahkan dari teknologi informasi, internet dengan segala pernak perniknya termasuk dalam kategori industri kreatif. Bila memang seperti ini kenyataannya, maka tidak perlu diragukan lagi, bahwa pemanfaatkan teknologi informasi yang tepat guna, memberikan andil yang cukup besar dalam memajukan bangsa.

Bulan Madu antara Teknologi Informasi dan Industri Kreatif

Untuk mengetahui definisi yang tepat tentang teknologi informasi dan industri kreatif, beberapa saat yang lalu saya mencarinya di internet. Pemahaman yang bernar terhadap dua hal ini penting, sehingga kita bisa menentukan pijakan yang kuat saat menyusun beberapa ide yang bisa memberikan sumbang sih terhadap kemajuan industri kreatif di Indonesia.

Teknologi informasi merupakan hasil rekayasa manusia terhadap penyampaian informasi dari bagian pengirim ke penerima sehingga pengiriman informasi tersebut akan lebih cepat, lebih luas sebarannya, dan lebih lama penyimpanannya. Sedangkan industri kreatif adalah: “Industri yang berasal dari pemanfaatan kreatifitas, ketrampilan serta bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan dengan menghasilkan dan mengeksploitasi daya kreasi dan daya cipta individu tersebut .” Di Indonesia, jenis-jenis industri kreatif meliputi: Periklanan; Arsitektur; Pasar seni dan barang antik; Kerajinan; Desain; Desain Fesyen; Permainan interaktif; Musik; Seni Pertunjukan; Penerbitan & Percetakan; Layanan Komputer dan piranti lunak; Televisi & radio; Riset dan Pengembangan; serta Masakan/Kuliner.

Dengan demikian jelas sudah bagi kita, bahwa ada kaitan yang erat antara keduanya. Dengan akses dan penyebaran informasi yang semakin mudah, maka dengan sendirinya hal itu juga akan mendorong industri kreatif ”berpacu” lebih cepat. Tidak berlebihan jika dikatakan, bahwa saat ini sedang terjadi “bulan madu” antara tenologi informasi dan industri kreatif. Karena memang, keduanya bisa dengan mudah dikombinasikan untuk mencapai hasil maksimal.

Sekedar menyebut satu contoh, pengalaman saya mengirimkan naskah ke media melalui komputer dan internet, menjadi bukti tak terbantahkan bahwa industri kreatif akan terus tumbuh seiring dengan perkembangan teknologi informasi.

Sumbang Saran

Pada akhirnya, agar industri kreatif Indonesia semakin berkembang, kuncinya adalah memberdayakan masyarakat agar melek teknologi. Ketidakmampuan saya mengakses teknologi informasi seperti internet, misalnya, menyebabkan saya tidak bisa optimal dalam mengembangkan kreativitas. Memang, tidak semua hal bisa dilakukan dengan internet. Namun masalahnya, akan banyak sekali pekerjaan yang tidak bisa kita selesaikan tanpa internet. Khususnya industri kreatif, yang menghubungkan imajinasi dan dunia tanpa batas.

Pemerintah memang sudah mencanangkan program internet masuk desa. Hanya saja, itu juga harus diimbangi dengan pembinaan yang berkelanjutan; bagaimana masyarakat bisa memanfaatkan internet dalam mendorong tumbuhnya industri kreatif, yang pada gilirannya bisa meningkatkan kesejahteraan bangsa.

Baru-baru ini saya mengadakan pengamatan di warnet yang ada di dekat rumah saya. Hampir setiap hari warnet ini dipenuhi oleh remaja (pelajar), dan sebagian besar dari mereka hanya membuka facebook. Saya membayangkan, kalau saja mereka memanfaatkan teknologi informasi yang mereka kuasai untuk hal-hal yang produktif, bukan tidak mungkin akan menjadi akselerasi bagi kemajuan industri kreatif di negeri ini.

Mudah-mudahan hal ini bukan sekedar mimpi. (*)

Tulisan ini diikutsertakan dalam Blog Competition Compfest 2010 dengan tema: “Teknologi Informasi : Memberdayakan Industri Kreatif, Memajukan Bangsa”

Gambar diambil dari SINI

8 thoughts on “Meretas Jalan Tumbuhnya Industri Kreatif di Dalam Negeri

  1. Saya sepakat, kebanyakan remaja kita datang ke warnet hanya untuk hal-hal yang kurang produktif. Butuh pembinaan yang intens, untuk merubah fenomena itu.

    1. Dhimas, terima kasih atas komentarnya. Apa yang saya sampaikan di atas adalah fenomena yang terjadi di warnet dekat rumah saya. Bila ternyata di daerah lain juga seperti itu, berarti tren-nya tidak jauh berbeda.

      Saya membayangkan, seandainya mereka ada yang mengarahkan, bukan tidak mungkin industri kreatif kita akan meledak. Karena potensi pengguna internet di Indonesia semakin besar dari tahun ke tahun.

  2. Di tengah sulitnya mencari pekerjaan, industri kreatif seharusnya bisa menjadi alternatif. Ini potensi besar, apalagi di negara dengan penduduk yang besar seperti Indonesia. Apalagi sudah terbukti, banyak orang yang berhasil mengumpulkan pundi-pundi rupiah melalui internet….

  3. Perkembangan industri kreatif semakin menunjukkan perkembangan pesat akhir-akhir ini. Hal itu tidal lepas dari peran media dan ditunjang dengan teknologi informasi yang semakin mudah diakses oleh berbagai kalangan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s