Bagaimana Buruh Harus Bersikap Dalam Pilkada?

Menjelang pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Serang pada bulan Mei 2010 nanti, saya banyak mendapat pertanyaan tentang siapa calon Bupati yang akan didukung buruh. Bagi saya, pertanyaan itu memiliki arti penting. Bukan soal dukung-mendukungnya. Namun lebih kepada kepedulian dan partisipasi komunitas buruh dalam menentukan calon pemimpin di daerahnya.

Perubahan bisa dicapai, hanya ketika ada sekelompok orang yang bersedia berpartisipasi untuk mengupayakan perubahan. Tanpa partisipasi, sebuah rencana hanya tinggal rencana. Tanpa partisipasi, sebuah program kerja hanya menjadi esai tentang cita-cita yang tidak terwujudkan. Pendek kata, partisipasi adalah kunci sukses kegiatan. Bahkan ia menjadi kesuksesan itu sendiri.

Dalam kaitan dengan pilkada, partisipasi politik mutlak diperlukan untuk menghasilkan pemimpin yang kredibel dan legimated. Sebagaimana disampaikan Surbakti (1992 : 10), secara umum partisipasi politik dapat diartikan sebagai keikutsertaan warga negara biasa dalam menentukan segala keputusan yang menyangkut atau mempengaruhi hidupnya. Sedangkan Rush dan Althoff (1993 : 23) memberi pengertian partisipasi politik sebagai keterlibatan individu sampai pada bermacam-macam tingkatan di dalam sistem politik..

Paling tidak, ramainya kalangan buruh berbicara tentang pilkada Kabupaten Serang menyiratkan adanya kesadaran politik dan kepercayaan pada sistem pemerintahan. Pengalaman maraknya caleg politisi buruh (aktivis buruh yang menjadi calon legislatif, red) dalam pemilu 2009 nampaknya memberikan konstribusi yang besar dalam membentuk kesadaran politik kaum buruh. Sementara pengalaman mengawal Perda Ketenagakerjaan di Kabupaten Serang, yang notabene merupakan buah tangan kebijakan politik, ikut memberikan andil bahwa kebijakan pemerintah (baca: kebijakan politik) memiliki pengaruh terhadap kesejahteraan dan kehidupan mereka. Langsung maupun tidak!

Belajar dari Pilpres 2009, ada fenomena yang menarik untuk kita cermati. Ini terkait dengan MoU antara Mega-Prabowo dan Buruh, yang dengan gamblang mencantumkan janji Mega-Prabowo untuk menghapus sistem kerja kontrak dan Outsourcing, serta menjadikan 1 Mei sebagai hari libur Nasional.

Mendengar informasi itu, semestinya buruh Indonesia bersuka cita dan menyambut baik janji itu. Sebab memang dua isu inilah yang menempati urutan teratas permasalahan buruh di Negeri yang ’dulu’ berjuluk zamrud di khatulistiwa ini. Namun sukacita dan banjir dukungan itu nampaknya tidak terjadi. Ini sama persis ketika Partai Buruh dibentuk, dan ternyata hanya menghasilkan suara nol koma.

Ada yang salah dalam partisipasi dan kesadaran politik buruh?

Ya, pertanyaan itu juga yang sampai saat ini masih belum saya mengerti benar. Bahkan jauh hari setelah pemilu presiden dilangsungkan. Bagaimana tidak, partisipasi politik yang seharusnya disandarkan pada komitment dan janji politik seorang calon presiden, nyatanya tidak berlaku. Padahal kalau berbicara kepentingan, peluang ada di depan mata. Sebelumnya, hal yang sama juga terjadi pada pemilihan legislatif. Berapa besar buruh yang menjatihkan pilihannya pada aktivis buruh?

Taruh saja analisa di atas salah, namun apapun itu, rakyat Indonesia sudah menentukan pilihan. Bagi saya, Tahun 2009 adalah momentum kembalinya kekuatan politik kaum buruh. Indikatornya ada 2 (dua), pertama, banyaknya politisi buruh yang mencalonkan diri sebagai anggota legislatif, dan kedua, semakin intensifnya isu-isu ketenagkerjaan dibicarakan oleh calon presiden. Entah itu dilandasi visi-misi, atau sekedar mencari simpati. Namun paling tidak ini membuktikan bahwa aspirasi buruh masih didengar dan diperhitungkan.

Satu hal, siapapun Bupati Serang terpilih nanti, bukan berarti partisipasi politik kaum buruh selesai. Sebab pemerintahan mendatang harus dikawal untuk memastikan agar aspirasi buruh tidak terbaikan. Mengutip kalimat Surbakti di atas, partisipasi politik adalah keikutsertaan warga negara biasa dalam menentukan segala keputusan yang menyangkut atau mempengaruhi hidupnya. Anda siap? (*)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s