Saksikan, Aku Menjadi Nasabah Bank Syariah

Kalau saja kartu kredit itu bisa berbicara, tentu ia akan memberikan peringatan setiap kali ada orang yang menggunakannya tanpa pertimbangan matang. Namun sayang, rintihannya tidak terdengar. Kata-katanya tidak mampu dipahami oleh mereka yang terlanjur berkubang dalam gaya hidup konsumtif.

Tidak sedikit yang menjadi korban akibat kesalahan dalam menggunakan kartu kredit. Ya, saya menyebutnya kesalahan. Karena memang, seharusnya kartu tersebut mempermudah hidup mereka. Bukan sebaliknya, malah menghancurkannya. Baca lebih lanjut

Iklan

Meretas Jalan Tumbuhnya Industri Kreatif di Dalam Negeri

Sewaktu masih duduk di SMP, sebenarnya saya memiliki keinginan besar untuk ikut kursus komputer yang diselenggarakan pihak sekolah. Seingat saya, mereka yang diberi kesempatan untuk ikut kursus adalah murid-murid pilihan. Nah, masalahnya, saya bukanlah seorang ”bintang” saat itu. Jadi wajar jika kemudian tidak masuk dalam kategori bergengsi, para siswa yang mendapat kehormatan untuk menggunakan laboratorium komputer yang baru saja diresmikan itu. Baca lebih lanjut

Mendefinisikan Peguruan Tinggi Idaman, Melalui Pendekatan Orang Jatuh Cinta

Lomba Blog UII – ”Sekolah yang benar, biar pintar,” kalimat ini masih saya ingat dengan baik. Kebetulan, ketika duduk di bangku Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) saya indekos di Kota Blitar. Ketika berangkat ke tempat kost itulah, ibu saya selalu mengulang kalimat itu.

Mungkin karena kalimat itu sudah mengendap dalam alam bawah sadar saya, saat ini, saya selalu mengucapkan hal yang sama ketika istri saya pamit hendak berangkat kuliah. Menjadi pintar, yang saya pahami adalah berada di ”jalan yang benar”. Dan ini hanya akan tercapai, jika penyelenggara dan atau lembaga pendidikannya juga benar. Seperti halnya pernikahan, kami tidak hendak berspekulasi. Maka saya tidak ingin coba-coba, ia haruslah Perguruan Tinggi Idaman. Baca lebih lanjut

Bukan Perguruan Tinggi Biasa

Lomba Blog UII – Setiap kali mendengar nama Perguruan Tinggi disebut, hati saya selalu bergetar. Bergetar, karena sembilan tahun yang lalu, saya pernah patah hati dengan yang namanya Perguruan Tinggi. Sebabnya adalah, setelah menamatkan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Blitar, niat saya untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya tidak kesampaian.

Ya, saya ingin kuliah. Mengambil jurusan jurnalistik, bidang yang saya minati. Namun mengingat saya adalah anak pertama dari empat bersaudara, saya harus realistis melihat kemampuan orang tua. Apalagi, Bapak sudah mengatakan hanya bisa menyekolahkan saya hingga jenjang SMA. ”Gantian dengan adik-adikmu,” kata Bapak suatu ketika. Baca lebih lanjut

Siaran Pers Komite Aksi Jaminan Sosial

Beberapa hari ini, teman-teman pekerja/buruh gigih memperjuangkan suatu paket pembahasan Revisi UU Jamsostek dan RUU Badan Penyelenggarakan Jaminan Sosial (BPJS). Beragam aksi massa dirancang dan dipersiapkan untuk memberikan dukungan kepada perintah dan DPR RI agar dalam pembahasan UU tersebut memihak pada kepentingan pekerja.

Kalaupun buruh turun ke jalan, mereka hendak memperjuangkan perbaikan. Bukan sengaja membuat kemacetan di jalan-jalan. Sangat naif, kalau kemacetan yang terjadi akibat buruh melakukan demonstrasi untuk menuntut jaminan sosial dijadikan kambing hitam. Apa yang mereka perjuangkan, manfaatnya lebih panjang dari itu. Seumur hidup, bahkan. Baca lebih lanjut

Kisah Cinta Manusia Setengah Malaikat

Judul Buku : Hush, Hush
Penulis : Becca Fitzpatrick
Kategori : Novel
ISBN : 978-602-8224-65-9
Ukuran : 14×21 cm
Halaman : 488 halaman
Penerbit : Ufuk Press

Cinta, menjadi tema menarik yang tak akan pernah habis digali. Dikemas dalam lirik lagu, menjadi syair dalam puisi, cerpen, hingga novel, ia tetap memiliki kekuatannya sendiri. Memiliki pesona, tidak hanya untuk kawula muda, namun juga yang tua.

Itulah sebabnya, sebuah novel yang mengangkat kisah cinta, harus dipastikan memiliki keuanggulan dibandingkan dengan karya sejenisnya. Novel yang biasa-biasa saja, sudah pasti tidak akan bertahan lama. Bahkan dengan cepat akan dilupakan orang. Baca lebih lanjut

Ketika Serikat Buruh Berbicara Lingkungan Hidup

Ketika saya menyampaikan pandangan akan pentingnya peran serikat pekerja/serikat buruh untuk terlibat dalam kampanye tentang isu lingkungan hidup, beberapa kawan sempat memberikan komentar sinis. Banyak yang berpendapat, bahwa isu lingkungan hidup tidak ada korelasinya dengan permasalahan yang dihadapi kaum buruh.

”Kurang pekerjaan, apa? Masalah perburuhan saja banyak yang belum terselesaikan,” komentar seorang kawan. Baca lebih lanjut