Pernyataan Sikap Peserta Labour Law Course for Trade Unionist

Malam ini, Kuliah Hukum Perburuhan untuk Aktivis Serikat Buruh yang diselenggarakan di Medan (25-28 Maret 2010) sudah ditutup. Dengan demikian, berakhir sudah rangkaian acara yang dipersiapkan jauh-jauh hari di Jakarta. Berakhir sudah diskusi dan pertemuan dengan teman-teman serikat buruh di Medan, yang begitu antusias serta memiliki semangat tinggi.

Namun begitu, sebagai aktivis buruh, selalu ada yang menggelitik dalam benak saya. Menggelitik, bahwa ternyata banyak sekali orang-orang yang mengharapkan perubahan. Mereka tidak sekedar berharap, namun juga mengerahkan kemampuannya untuk menciptakan sejarah. Pada titik inilah, keberadaan saya bersama kawan Nurus S. Mufidah dan Sudiyanti (Ayen) di tempat ini semoga mampu menjadi pemantik ilham bagi mereka.

Sekembalinya saya ke Jakarta, barangkali yang tersisa kemudian adalah kenangan. Seperti halnya saya, yang harus kembali berkutat pada rutinitas harian. Sama halnya dengan teman-teman buruh di sini, yang juga menghadapi masalahnya sendiri.

Banyak permasalahan besar, yang membutuhkan perhatian besar. Itulah sebabnya, peserta LLC juga menyempatkan diri membuat pernyataan bersama:

Kami peserta kuliah hukum perburuhan (labour Law Course For Trade unionist ) yang berasal dari berbagai organisasi serikat buruh bersama dengan Trade Union Rights Centre (TURC) bertempat di hotel Jangga Hause Medan pada tanggal 25-28 Maret 2010. Adapun kegiatan ini dilakukan untuk memberikan pengetahuan terkait hukum perburuhan dan melakukan pemetaan terhadap permasalahan-permasalahan perburuhan yang terjadi di Sumatra Utara. Minimnya penegakan hukum perburuhan meyebabkan muncul permasalahan-permasalahan dialami oleh beberapa serikat buruh di Sumtra Utara misalnya Medan dan Deli Serdang yang sampai saat ini belum mendapatkan kepastian hukum. Antara lain kasus yang dialami oleh buruh Hotel Soechi Internasional yang beralamat di Jalan Cirebon No 76 A yang berlangsung secara terus menerus sejak tahun 2006 dan kasus PT Mahakarya Inti Buana yang beralamat di Jalan Sei Blumei Dalu X A Tanjung Morawa Deli Serdang .

Adapun ringkasan kasus sebagai berikut:

Kasus Hotel Soechi

Pada tahun 2006 pekerja hotel Soechi Internasional mendirikan Serikat Pekerja Mandiri (SPM). Paska pendirian serikat tersebut pekerja yang bergabung baik menjadi pengurus maupun anggota mengalami berbagai intimidasi berupa mutasi maupun PHK sepihak oleh pihak manajemen hotel Soechi. Puncaknya pada bulan Juni 2009 pekerja yang bergabung dalam SPM melakukan mogok kerja untuk menuntut hak-hak normatif.

Paska melakukan aksi mogok kerja sekitar 250 pekerja peserta mogok kerja mendapatkan tindakan balasan berupa PHK sepihak dan tidak dibayarkan upah dari pihak manajemen Hotel Soechi. Pihak serikat pekerja sudah melakukan berbagai upaya untuk mendapatkan hak-hak pekerja antara lain melaporkan kepada pihak disnaker kota Medan, meminta dukungan pemerintah kota Medan dan anggota dewan bahkan saat ini Maret 2010 pekerja Hotel Soechi yang tergabung dalam serikat pekerja mandiri masih terus memperjuangkan hak-haknya dengan menduduki gedung dewan Kota Medan namun masih saja tidak mendapatkan penyelesaian. Saat ini pekerja Hotel Soechi ini melaporkan tindak pidana kebebasan berserikat manajemen hotel Soechi ini pada pihak kepolisian kota besar (KAPOLTABES) Medan.

Kasus PT Mahakarya Inti Buana

PT Mahakarya Inti Buana merupakan sebuah perusahaan yang memproduksi sarung tangan karet yang beralamat di Jalan Sei Blumei Dalu X A Tanjung Morawa Deli Serdang. Perusahaan ini mempekerjakan sekitar 1050 orang yang terdiri dari sekitar 200 an buruh tetap dan sekitar 850 orang buruh outsourcing yang juga dipekerjakan pada bagian produksi. Pada bulan Januari 2010 lalu buruh outsourcing yang rata-rata sudah bekerja tiga tahun lebih melakukan mogok kerja menuntut perubahan status dari pekerja waktu tertentu (PKWT) menjadi pekerja waktu tidak tertentu (PKWTT) dan menuntut diberikan hak-hak normatif yaitu tunjangan hari raya dan hak cuti. Dalam mogok ini dicapai kesepakatan antara lain: Pengangkatan Pekerja yang berstatus PKWT menjadi PKWTT diserahkan pada disnaker, masa Kontrak diperpanjang, hak-hak normatif yang dilanggar akan dijalankan, yaitu pemberian hak cuti dan tunjangan hari raya.

Namun nyatanya kesepakatan ini diingkari oleh pihak manajemen PT Mahakarya Inti Buana. Sehingga pada bulan Februari buruh yang tergabung dalam Serikat Buruh Merdeka Indonesia (SBMI) melakukan mogok kerja lagi untuk menuntut manajemen menjalankan kesepakatan. Dalam aksi mogok ini dihasilkan kesepakan bersama lagi antara lain DPR Deli Serdang memberi tenggang waktu 2 minggu agar buruh PKWT diangkat Menjadi PKWTT secara bertahap, apabila kontrak habis maka kontrak akan diperpanjang. Namun nyatanya lagi-lagi kesepakatan ini dilanggar oleh pihak manajemen. Sehingga mulai 1 maret 2010 buruh melakukan mogok kerja kembali hingga saat ini. Kasus ini sudah dilaporkan berulangkali pada pihal disnaker Deli Serdang namun sampai saat ini tidak pernah ditanggapi oleh pihak disnaker.

Melihat lambannya kinerja pihak-pihak yang terkait dalam penyelesaian persoalan ketenagakerjaan dan tidak adanya itikad baik dari manajemen Hotel Soechi Internasional dan PT Mahakarya Inti Buana Utara ini, maka pada kesempatan ini kami menyatakan:

1. Mendukung sepenuhnya perjuangan kawan-kawan buruh Hotel Soechi Internasional melawan tindakan anti kebebeasan berserikat dan menuntut hak-hak normatif.
2. Mendukung sepenuhnya perjuangan kawan-kawan buruh Outsourcing PT Makarya Inti Buana Deli Serdang untuk diangkat menjadi buruh tetap.
3. Meminta pada pemilik perusahaan baik Hotel Soechi maupun PT Mahakarya Inti Buana Agar beritikad baik memenuhi semua hak-hak normatif buruh.
4. Meminta pihak-pihak pemerintah untuk melakukan penekanan terhadap manajemen agar memenuhi hak-hak normatif buruh Hotel Soechi dan PT Mahakarya Inti Buana.
5. Meminta pihak legislatif Kota medan mempunyai empati dan mendukung perjuangan buruh hotel Soechi
6. Meminta pihak dinas tenaga kerja kabupaten Deli Serdang untuk mengawasi dan bertindak tegas tindakan-tindakan pengusaha PT Mahakarya Inti Buana yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku yang jelas-jelas terjadi .
7. Meminta pihak polwiltabes untuk melakukan penanganan secara serius terhadap laporan tindak pidana kebebasan berserikat oleh SPM Hotel Soechi.
Demikian pernyataan sikap bersama ini kami buat, atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terimakasih.

Medan, 28 Maret 2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s