Aliansi: Dalam Pemikiran Pengurus Basis

Dalam banyak diskusi dengan teman-teman pekerja, di berbagai daerah, masalahnya selalu sama. Dalam konteks eksternal, yang terkait dengan peningkatan kesejahteraan, mereka mendapati dilema atas upah murah, outsourcing, dan sebagainya. Pada saat yang sama, mereka juga menghadapi hantaman badai di lingkup internal. Oligarki elit pimpinan buruh, sekedar menyebut salah satu contoh.

Terfragmantasinya gerakan, adalah contoh yang lain. Dan ini, sebenarnya disadari oleh para pimpinan buruh. Kendati kemudian, meskipun solusinya ada di depan mata, namun juga tidak kunjung bisa dituntaskan. Mengapa? Hasil refleksi saya atas peserta Lokakarya Kuliah Hukum Perburuhan untuk Aktivis Serikat Buruh yang di selenggarakan di Medan, barangkali bisa membantu memetakan kondisi ini.

Beberapa Catatan Diskusi: Aliansi SP/SB Sebagai Sebuah Strategi?

Satu. Kelemahan serikat buruh saat ini karena terfragmentasi. Sehingga mereka tidak memiliki posisi tawar, mudah diombang-ambing, seperti buih di tengah laut. Apalagi, bila kemudian terfragmentasinya gerakan itu dimafaatkan pihak lain dengan melakukan politik belah bambu. Membenturkan serikat buruh yang satu dengan serikat buruh yang lainnyanya. Aliansi adalah jawaban fundamental atas semua itu. ”Buruh bersatu tak bisa dikalahkan.”

Dua. Ada keinginan yang sangat kuat dari pekerja/buruh di tingkat basis untuk bersatu, termasuk di Medan (Sumatera Utara). Hal ini terungkap dalam review yang dilakukan perserta atas pelaksanaan diskusi yang bertajuk ”Gerakan SP/SB Sebuah Strategi?” Bersatu tidak harus penyatuan (menggabungkan semuanya dalam satu organisasi).

Tiga. Aliansi harus menjamin tumbuhnya budaya otokritik dari internal. Dan strukturnya dibentuk informal.

Empat. Waspadai para pembajak terhadap gerakan buruh. Orang-orang yang mengatasnamakan para buruh, untuk ngomong yang sebetulnya bukan kepentingan buruh. Beberapa pengurus di tingkat basis, bahkan mengeluh karena hanya dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan aliansi hanya ketika aksi. Ketika aliansi butuh massa untuk melakukan unjuk rasa. Sementara maksud dan tujuan mengapa sebuah aksi dilakukan tidak pernah disosialisasikan. Apalagi informasi pasca aksi itu dilakukan.

Lima. Membangun aliansi adalah membangun sistem. Keberadaannya tidak boleh menyandarkan diri pada individu. Pada tahap awal pembentukan, memang peran individu sangat besar. Namun setelah aliansi terbentuk, semua harus disandarkan pada mekanisme yang disepakati bersama oleh semua angota aliansi. Ini penting untuk memastikan bahwa aliansi didirikan bukan untuk kepentingan seseorang.

Enam. Aliansi hanya akan kuat, jika federasi (serikat pekerja/serikat buruh) kuat. Jadi adanya anggapan bahwa keberadaan aliansi akan mengancam keberadaan federasi adalah salah, sebab yang seharusnya terjadi justru sebaliknya. Federasi adalah pemilik anggota, oleh karena itu dengan sendirinya keberadaannya menjadi sangat penting.

Tujuh. Aliansi harus murni untuk kepentingan gerakan buruh (menyitir bapak yang berkenalan pertamakali):

– Selama ini masih terlihat, bahwa gerakan dilakukan hanya untuk gerakan itu sendiri. Misalnya, setelah melakukan aksi unjuk rasa besar-besaran untuk menolak aoutsourcing, pengurus DPC tidak solid lagi. Sehingga ada anggapan, bahwa gerakan-gerakan yang dilakukan itu hanya untuk supaya pimpinan buruh dikenal dan meningkatkan posisi politisnya.
– Ada pengurus basis yang melihat bahwa pengurus DPC hanya mementingkan jabatan. Dia memanfaatkan aliansi agar dikenal. Hal ini terlihat, seperti, sifatnya yang tidak rendah hati dan tulus. Padahal yang mereka perjuangkan adalah orang-orang yang tertindas. Dalam kalimat lain: ”Mereka menari-nari di atas penindasan kaum tertindas, bukan pembebas kaum tertindas”.

Delapan. Perubahan itu harus dari bawah, lalu dibawa ke atas. Sehingga teman-teman di tingkat basis memiliki tanggungjawab besar untuk itu. Hindari sedapat mungkin, Tangan Besi Oligarkhi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s